Kotbah Katolik Minggu Palma 2023, Rm. Chris Taus, Pr.

- Editor

Jumat, 31 Maret 2023 - 23:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kotbah Katolik Minggu Palma 

Oleh Rm. Chris Taus, Pr. – Paroki Sta. Helena Camplong

Hari ini kita merayakan Minggu Palma/mggu Sengsara. Kita mengenang Yesus masuk kota Suci Yerusalem diiringi khalayak ramai Yahudi untuk memulai Misteri PaskaNya. Sengsara, kematian dan kebangkitanNya. Dengan Perayaan Miggu Palma ini kita membuka Perayaan Paskah Tuhan selama Pekan Suci.

Mari kita bergabung dengan khalayak ramai Yahudi mengiringi Yesus dengan sorak Sorai, doa dan mazmur sambil mengenang peristiwa yang menyelamatkan ini dan berharap memetik hasilnya yaitu kebangkitan dan kehidupan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

KEDUA : Perarakan : Perayaan Minggu Palma diawali dengan perarakan mengenang Yesus masuk kota Yerusalem. Khalayak ramai Yahudi mengiringi, mengelukan dengan sorak gempita : Hosana Putera Daud…dst, sambil memegang Daun Palma dan membentangkan pakaian di jalan. Mereka mengelukan Yesus sebagai Raja Putera Daud penyelamat. Hosana artinya ungkapan HARAPAN AKAN KESELAMATAN yang selanjutnya akan tetap menggema dalam hati umat yang mengharapkan keselamatan Allah.

BACA JUGA  Talk Show Lewat Radio Favorit, Kasat Lantas Polres Belu Ajak Pendengar Tingkatkan Kesadaran Berlalu Lintas

Khalayak ramai Yahudi menyoraki Yesus ini karena mereka menyaksikan sendiri dengan mata kepala apa yang Yesus perbuat untuk mereka. Orang-orang sakit disembuhkan, orang berdosa diberi pengampunan, orang lapar diberi makan, orang mati dibangkitkan, dan masih banyak hal baik lainnya.

Dan karena hal-hal ini mereka berharap Yesus akan selamatkan mereka secara Politik bebaskan mereka dari penjajah bangsa asing. Namun Yesus tetap tampil sebagai Mesias Raja penyelamat. Yesus tampil dengan rendah hati dan sederhana, hanya menunggang seekor keledai betina. Keledai memikul beban. Karena kelak Yesus menjadikan DiriNya keledai beban dosa. Semakin banyak beban dosa, semakin kuat Ia pikul. Dan Yesus rela melakukan ini semua DEMI KETAATAN MUTLAK AKAN KEHENDAK ALLAH BAPANYA.

BACA JUGA  Kotbah Katolik Pesta Keluarga Kudus Nazareth - Minggu 31/12/2023

KETIGA : Perayaan Ekaristi: Dalam perayaan Ekaristi, suasana perarakan yang gegap gempita meriah tiba-tiba berubah menjadi suasana SEDIH. Dalam Kisah Sengsara (Matius) kita berhadapan dengan Yesus yang menderita, diadili dengan berlapis dakwaan dan tuduhan palsu, dihina dan diolok dan akhirnya dihukum mati di Salib hina. Anehnya rakyat Yahudi yang meneriaki Yesus untuk dihukum mati adalah orang-orang Yahudi yang sama yang dihasut oleh para pemimpin agama untuk memperkuat alasan untuk menghukum mati Yesus, karena Ia menghojat Allah.

BACA JUGA  Minggu Advent II: Seruan Pertobatan Menyongsong Sang Mesias

Yesus memang gambaran HAMBA ALLAH YANG TAAT SETIA AKAN KEHENDAK ALLAH BAPANYA seperti yang dibuatkan oleh nabi Yesaya, …aku memberikan punggungku untuk dipukul. Aku TIDAK palingkan muka ketika aku dinodai ..dst…..Tetapi Tuhan telah menolong aku…..

KEEMPAT: Kita juga larut dalam perayaan Minggu Palma ini. Kita juga larut menyoraki Yesus. ..Hosana..Putera…Daud…dst. Semoga kita tidak seperti khalayak ramai Yahudi yangg setelah ini kita pulang ke rumah dan  berubah sikap. Teriak salibkan Yesus dalam perilaku hidup keseharian kita  .

Mari kita siap merayakan misa Paska Tuhan dalam pekan suci ini, dan berharap memetik buah dari Salib Yesus. Amen.

Mggu Palma/mggu Sengsara 

Yes,50,4-7

Mat,26,14-27,66

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu
Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”
Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI
Kadis Pendidikan NTT Apresiasi Inovasi MKKS SMA Kabupaten Kupang Hadapi TKA 2026
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:50 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Rabu, 30 September 2026 - 06:09 WITA

Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait

Senin, 28 September 2026 - 13:57 WITA

SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek

Senin, 28 September 2026 - 05:09 WITA

Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”

Berita Terbaru

Gambar oleh Komsos Sta. Helena

Iman & Gereja

Undangan Perjamuan Tuhan dan Kesiapan Hati Kita

Sabtu, 10 Okt 2026 - 07:31 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY amankan 1.820 liter solar dalam dua dugaan upaya penyelundupan di perbatasan RI–Timor Leste, Kabupaten Belu, NTT.

BERITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Jumat, 9 Okt 2026 - 09:50 WITA

Gambar Olahan Komisi Komunikasi Sosial Paroki Sta. Helena Camplong

Iman & Gereja

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 3 Okt 2026 - 07:05 WITA

Gambar dihasilkan dengan Kecerdasan Buatan (ChatGPT)

PENDIDIKAN

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!