Kotbah Katolik Minggu Palma 2023, Rm. Chris Taus, Pr.

BERITA83 Dilihat

Kotbah Katolik Minggu Palma 

Oleh Rm. Chris Taus, Pr. – Paroki Sta. Helena Camplong

Hari ini kita merayakan Minggu Palma/mggu Sengsara. Kita mengenang Yesus masuk kota Suci Yerusalem diiringi khalayak ramai Yahudi untuk memulai Misteri PaskaNya. Sengsara, kematian dan kebangkitanNya. Dengan Perayaan Miggu Palma ini kita membuka Perayaan Paskah Tuhan selama Pekan Suci.

Mari kita bergabung dengan khalayak ramai Yahudi mengiringi Yesus dengan sorak Sorai, doa dan mazmur sambil mengenang peristiwa yang menyelamatkan ini dan berharap memetik hasilnya yaitu kebangkitan dan kehidupan.

KEDUA : Perarakan : Perayaan Minggu Palma diawali dengan perarakan mengenang Yesus masuk kota Yerusalem. Khalayak ramai Yahudi mengiringi, mengelukan dengan sorak gempita : Hosana Putera Daud…dst, sambil memegang Daun Palma dan membentangkan pakaian di jalan. Mereka mengelukan Yesus sebagai Raja Putera Daud penyelamat. Hosana artinya ungkapan HARAPAN AKAN KESELAMATAN yang selanjutnya akan tetap menggema dalam hati umat yang mengharapkan keselamatan Allah.

Baca Juga  Renungan Harian Katolik - Rabu 19 April 2023

Khalayak ramai Yahudi menyoraki Yesus ini karena mereka menyaksikan sendiri dengan mata kepala apa yang Yesus perbuat untuk mereka. Orang-orang sakit disembuhkan, orang berdosa diberi pengampunan, orang lapar diberi makan, orang mati dibangkitkan, dan masih banyak hal baik lainnya.

Dan karena hal-hal ini mereka berharap Yesus akan selamatkan mereka secara Politik bebaskan mereka dari penjajah bangsa asing. Namun Yesus tetap tampil sebagai Mesias Raja penyelamat. Yesus tampil dengan rendah hati dan sederhana, hanya menunggang seekor keledai betina. Keledai memikul beban. Karena kelak Yesus menjadikan DiriNya keledai beban dosa. Semakin banyak beban dosa, semakin kuat Ia pikul. Dan Yesus rela melakukan ini semua DEMI KETAATAN MUTLAK AKAN KEHENDAK ALLAH BAPANYA.

Baca Juga  Lakukan ini di WhatsApp agar Memori Ponsel tidak Cepat Penuh

KETIGA : Perayaan Ekaristi: Dalam perayaan Ekaristi, suasana perarakan yang gegap gempita meriah tiba-tiba berubah menjadi suasana SEDIH. Dalam Kisah Sengsara (Matius) kita berhadapan dengan Yesus yang menderita, diadili dengan berlapis dakwaan dan tuduhan palsu, dihina dan diolok dan akhirnya dihukum mati di Salib hina. Anehnya rakyat Yahudi yang meneriaki Yesus untuk dihukum mati adalah orang-orang Yahudi yang sama yang dihasut oleh para pemimpin agama untuk memperkuat alasan untuk menghukum mati Yesus, karena Ia menghojat Allah.

Baca Juga  Kotbah Katolik Minggu Paskah III, 23 April 2023

Yesus memang gambaran HAMBA ALLAH YANG TAAT SETIA AKAN KEHENDAK ALLAH BAPANYA seperti yang dibuatkan oleh nabi Yesaya, …aku memberikan punggungku untuk dipukul. Aku TIDAK palingkan muka ketika aku dinodai ..dst…..Tetapi Tuhan telah menolong aku…..

KEEMPAT: Kita juga larut dalam perayaan Minggu Palma ini. Kita juga larut menyoraki Yesus. ..Hosana..Putera…Daud…dst. Semoga kita tidak seperti khalayak ramai Yahudi yangg setelah ini kita pulang ke rumah dan  berubah sikap. Teriak salibkan Yesus dalam perilaku hidup keseharian kita  .

Mari kita siap merayakan misa Paska Tuhan dalam pekan suci ini, dan berharap memetik buah dari Salib Yesus. Amen.

Mggu Palma/mggu Sengsara 

Yes,50,4-7

Mat,26,14-27,66

Tinggalkan Balasan