Nama ada di SK, Pemred “laskartimur” Tolak jadi TEKO

- Editor

Sabtu, 2 April 2022 - 06:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemred Laskartimur.com Tolak Jadi Teko di Kabupaten Malaka.

Malaka-matatimornews, Warga masyarakat Kabupaten Malaka dalam beberapa hari ini dikejutkan dengan informasi tentang beberapa oknum wartawan di Kabupaten Malaka yang terdaftar sebagai tenaga kontrak (teko) daerah di lingkup pemerintahan Kabupaten Malaka.

Menanggapi hal tersebut pemimpin redaksi media online Laskartimur.com Jonirius Saria (Jho Kapitan) menolak untuk menjadi tenaga kontrak daerah (Tekoda) yang mana namanya muncul pada SK di Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malaka.

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

ads

MURAH! Hubungi 08113810024

Surat keputusan tenaga kontrak tersebut ditetapkan di Betun, Kabupaten Malaka pada tanggal 10 Januari 2022. Dalam surat tersebut tercantum sejumlah wartawan di Kabupaten Malaka yang nama mereka terdaftar sebagai tenaga kontrak daerah (Tekoda) pada sejumlah instansi pemerintah Kabupaten Malaka. Tertuang dalam surat Keputusan Bupati Malaka Nomor 24/HK/2022. Tentang Pengangkatan Tenaga Kontrak Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Malaka Tahun Anggaran 2022.

BACA JUGA  Terkait Aduan Masyarakat Ke Kantor Bupati Malaka, Begini Tanggapan Kepala Desa Raimataus

Demikian disampaikan pimpinan redaksi media online Laskartimur.com (Jho Kapitan) kepada media ini saat dikonfirmasi, Jumat 01/04/22.

“Surat keputusan tenaga kontrak yang dikeluarkan bupati dab wakil bupati perlu diapresiasi. Namun di sisi lain saya yang berprofesi sebagai wartawan menolak untuk pribadi saya menjadi teko,” ungkap Jho.

Jho Kapitan menyatakan bahwa keputusan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Malaka merupakan salah satu usaha untuk memberdayakan para pekerja Pers di Kabupaten Malaka. Akan tetapi pemimpin media online ini mengaku bahwa, masih ada cara lain yang bisa dilakukan untuk dapat memberdayakan wartawan di Kabupaten Malaka bukan hanya menjadi tenaga kontrak daerah (Tekoda).

BACA JUGA  Pererat Sinergitas, POLSEK Raimanuk Coffe Morning dengan Insan Pers

“Keputusan ini tentu Bupati punya pemikiran soal nasib wartawan di Malaka akan tetapi bukan harus jadi tenaga kontrak, masih ada cara lain untuk bagaimana memberdayakan wartawan. Misalkan kontrak kerja media, tidak perlu wartawan jadi tenaga kontrak,” jelasnya.

Rasa bertanggung jawab dan masih mencintai dunia jurnalis, sang pemimpin redaksi media online laskartimur.com ini dengan tegas menyatakan dirinya masih tetap memilih sebagai seorang wartawan yang ingin tetap bekerja secara profesional dan independen.

“Saya secara pribadi sebagai pimpinan redaksi media online Laskartimur.com memilih tetap jadi jurnalis yang profesional dan independen dan terus mengontrol setiap kebijakan pemerintah. Soal tenaga kontrak daerah saya pikir dikasih saja ke teman-teman lain yang saat ini membutuhkan lapangan pekerjaan,” tegas Pemred Laskartimur.com itu.

BACA JUGA  PMKRI Malaka Adakan MPAB di Rafau - Laenmanen

Jho Kapitan menyatakan dirinya masih mencintai dunia jurnalis dan masih terus belajar mempertahankan karya wartawan, dikatakannya tidak elok bila seorang pemburu berita harus menjadi tenaga kontrak daerah (Tekoda) dan dengan secara gampang melepaskan profesi wartawan demi kepentingan pribadi.

“Saya masih mencintai profesi wartawan dan terus belajar mempertahan karya wartawan. Tidak elok wartawan jadi tekoda dan harus iklas melepas profesi wartawan. Profesi itu mulia jangan dilacuri dengan kebusukan politik,” imbuhnya.

Dengan sigap wartawan kelahiran Malaka ini nyatakan, pena wartawan harus tajam dan terus mewartakan kebenaran dan ketimpangan sosial di masyarakat.

“Jadi wartawan harus tahan godaan penguasa yakni uang jabatan dan perempuan jika wartawan lemah di bagian ini maka akan terjebak dalam kekuasan elite” ungkapnya(*red)

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN
Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti
Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi
Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya
Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama
Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 05:03 WITA

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN

Senin, 29 Juni 2026 - 20:16 WITA

Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:20 WITA

Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Senin, 1 Juni 2026 - 08:49 WITA

Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:04 WITA

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong

Berita Terbaru

Foto oleh matatimor

KOTBAH & RENUNGAN

Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita

Sabtu, 11 Jul 2026 - 11:48 WITA

Grafis oleh matatimor.net

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Kedamaian yang Hilang di Tengah Hidup Sehari-hari

Sabtu, 4 Jul 2026 - 07:54 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Panggilan Menuju Kekudusan dan Ganjaran Melimpah dari Allah

Sabtu, 27 Jun 2026 - 17:33 WITA

error: Content is protected !!