Kotbah Katolik Minggu 23 Oktober 2022, Minggu Biasa XXX

- Editor

Sabtu, 22 Oktober 2022 - 11:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RD. Jhon Chris Taus – Paroki Santa Helena Lili – Camplong

Bagi Yesus, doa itu penting bagi murid murid Yesus dan setiap pengikutNya.

Betapa tidak, Yesus terus berbicara dan mengingatkan akan perihal DOA. Bagi Yesus doa adalah santapan jiwa dan napas hidup bagi manusia.
Setelah Yesus berkali-kali mengajar dengan kata-kata serta memberi contoh dengan hidupNya sendiri, seperti Yesus mengajar Murid-muridnya berdoa, dan menunjukkan kekuatan dari setiap doa, serta harus berdoa terus menerus tanpa henti, Yesus kali ini kembali mengingatkan BAGAIMANA HARUSNYA BERDOA DENGAN SIKAP HATI DAN BATIN YANG BAIK DAN BENAR, KETIKA BERDOA.

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

ads

MURAH! Hubungi 08113810024

BACA JUGA  Farisi vs Pemungut Cukai: Siapa yang Doanya Diterima?”

Untuk hal yang ini, Yesus memberi contoh dengan menampilkan 2 tokoh yang berdoa dengan sikap hati dan batin yang berbeda di Bait Allah yakni seorang farisi dan si pemungut cukai.

Orang Farisi yang nota bene tahu persis tentang ajaran agama dan tradisi Yahudi, dan selalu berdoa.
Dan yang kedua si pemungut cukai yang nota bene adalah seorang koruptor/ pendosa.
Orang farisi berdoa dengan berdiri paling depan dan mengangkat mukanya kepada Allah, dan menganggap diri benar dan menganggap rendah org lain.

Dalam doanya : Ya Allah aku mengucap syukur kepadamu, aku tidak sama seperti orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah, dan bukan seperti si pemungut cukai ini, aku berpuasa 2x seminggu, memberi 1/10 dari penghasilanku.

BACA JUGA  Yesus: Sang Air Hidup Kotbah Minggu Prapaskah III

Lalu si pemungut cukai, hanya berdiri dari jauh dan tidak mengangkat muka kepada Allah karena merasa berdosa dan sambil memukul dirinya dan berdoa : YA ALLAH…KASIHANILAH AKU ORANG YANG BERDOSA INI.

Sikap doa si pemungut cukai yang dikehendaki Allah, maka dia dibenarkan Allah. Maka doanya didengarkan dan dikehendaki Allah.

edangkan si farisi, Tidak!. Karena orabg farisi itu berdoa dengan sikap sombong. Berdoa dengan dirinya sendiri, memuji dirinya sendiri dan menganggap rendah dan menghina orang lain dan tidak menunjukkan penyesalan atas dosa-dosanya.

BACA JUGA  Renungan Katolik Minggu Paskah V || RD. Jhon Chris Taus

Ia lebih melihat dosa orang lain daripada dosanya sendiri. Padahal penyesalan dan pengakuan akan dosa adalah sikap yang diharapkan dan dibenarkan oleh Allah. Maka si pemungut cukai kembali sebagai orang yang dibenarkan Allah.
Saudaraku terkasih!
Yesus kembali ingatkan kita agar kita selalu berdoa kepada Allah dengan sikap kerendahan hati sebagai orang berdosa, penuh penyesalan diri dan tobat yg mendalam.

Hendaklah kita berdoa kepada Allah sebagai ORANG BERDOSA YANG BUTUH PENGAMPUNAN DAN BELASKASIHAN ALLAH.
TUHAN YESUS, ampunilah dan kasihanilah kami orang berdosa ini. Amen
Miggu Biasa 30
Sir 35 : 15-17, 20-22
Luk 18: 9-14

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

​Doa, Iman, dan Kuasa yang Meredakan Badai Hidup
Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah
Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII
Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas
Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita
Menemukan Kedamaian yang Hilang di Tengah Hidup Sehari-hari
Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN
Panggilan Menuju Kekudusan dan Ganjaran Melimpah dari Allah
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:01 WITA

​Doa, Iman, dan Kuasa yang Meredakan Badai Hidup

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:16 WITA

Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:47 WITA

Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:11 WITA

Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:54 WITA

Menemukan Kedamaian yang Hilang di Tengah Hidup Sehari-hari

Berita Terbaru

Oplus_131072

KOTBAH & RENUNGAN

​Doa, Iman, dan Kuasa yang Meredakan Badai Hidup

Sabtu, 8 Agu 2026 - 06:01 WITA

Minggu Biasa XVIII

KOTBAH & RENUNGAN

Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah

Sabtu, 1 Agu 2026 - 16:16 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII

Sabtu, 25 Jul 2026 - 08:47 WITA

Gambar dokumentasi dan olahan matatimor.net

KOTBAH & RENUNGAN

Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas

Sabtu, 18 Jul 2026 - 09:11 WITA

Gambar dibuat dengan GeminiAI (prompt oleh del neonub)

OPINI

Final Piala Dunia 2026: Takdir Sejarah vs. Kekuatan Devosi

Kamis, 16 Jul 2026 - 06:45 WITA

error: Content is protected !!