Yesus adalah seorang pendoa ulung. Di tengah kesibukan-Nya, Ia selalu mencari tempat yang sunyi untuk berdoa. Puncak doa Yesus adalah menjadikan hidup dan karya-Nya sebagai satu bentuk syukur kepada Allah.
Karena itu, Yesus juga ingin murid-murid-Nya dan pengikut-Nya menjadi pendoa. Ia mengajarkan Doa Bapa Kami, doa yang terus relevan sepanjang masa. Selain itu, Yesus juga menekankan agar para murid berdoa dengan sikap batin yang benar, seperti dalam kisah Farisi dan pemungut cukai di Bait Allah. Yesus pun mengingatkan agar berdoa di tempat tersembunyi dan berdoa dengan tidak jemu-jemu, seperti yang tergambar dalam perumpamaan tentang hakim dan janda:
Di sebuah kota, ada seorang hakim yang tidak takut kepada Allah dan seorang janda yang terus meminta keadilan atas perkaranya. Awalnya hakim menolak, tetapi karena kegigihan janda itu, akhirnya hakim membenarkan permintaannya. Pesan dari perumpamaan ini jelas: jika kita tidak berhenti berdoa dan terus bersungguh-sungguh, Allah pasti mendengar dan menjawab doa kita.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Daftar Isi
Tentang Doa
Doa adalah kewajiban iman bagi setiap orang beriman. Kita wajib berdoa dan menjadi seorang pendoa. Namun, pengalaman berdoa tiap orang berbeda: ada yang tekun dan rajin, ada yang sulit karena sibuk, bosan karena doa belum terkabul, merasa hampa, atau putus asa.
Hal-hal penting dalam berdoa:
1. Jangan Berhenti Berdoa
Apapun keadaan kita, Allah selalu siap mendengarkan. Kisah hakim dan janda menunjukkan bahwa kesabaran dan kegigihan dalam doa akan membawa jawaban. Bahkan ketika doa terasa sia-sia, lelah, atau putus asa, jawaban Allah sering tersembunyi di balik rasa itu. Allah mengenal kita dan menyiapkan jawaban terbaik menurut kehendak-Nya, karena cara Allah menjawab doa tetap Rahasia Ilahi.
2. Tetap Percaya
Rahmat dan belas kasih Allah menjadi dorongan semangat untuk terus berdoa. Allah menjanjikan berkat bagi mereka yang berseru kepada-Nya (Luk 18:7). Contoh lain terlihat dalam Kitab Keluaran: Israel menang melawan Amalek karena Musa terus mengangkat tangannya ke atas bukit sebagai tanda kekuatan Allah. Doa tekun Musa menjadi sumber kemenangan bagi umat.
Pesan Iman:
- Dengan doa yang tekun, kita kuat melawan kejahatan, dosa, dan godaan setan.
- Dengan doa yang tekun, kita lebih semangat mewartakan Injil dan kebaikan Tuhan kapan saja, di mana saja.
- Doa tidak hanya mengarahkan hati kita kepada Allah, tetapi membantu kita menemukan Tuhan dalam segala hal.
Minggu Biasa 29
Kel 17:8-13Luk 18:1-8







