Kotbah Katolik Hari Raya Penampakan Tuhan

- Editor

Sabtu, 6 Januari 2024 - 07:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oleh Rm. Jhon Chris Taus

Kita sudah merayakan Natal. Hari migggu ini, kita merayakan Pesta Penampakan Tuhan/Pesta Epifani. Pesta terakhir dari seluruh perayaan Natal.

Epifani. Tuhan menampakkan Diri kepada 3 Sarjana Budiman dari Timur jauh (Persia) berkat cahaya bintang, yang membimbing mereka sampai Bethlehem, untuk mencari dan menjumpai Bayi Yesus, sang Raja orang Yahudi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketika mereka menjumpai Yesus di Betlehem, mereka menyembahNya dan mempersembahkan harta berharga milik mereka yaitu: emas, mur, dan kemenyan.

HAKEKAT PESTA EPIFANI:

Ada pertanyaan mendasar, Yesus Mesias yang terjanji ini lahir untuk siapa?

Pesta Epifani ini memberi jawaban atas pertanyaan ini : YESUS LAHIR UNTUK MEMBAWA CAHAYA KESELAMATAN KEPADA BANGSA BANGSA YANG BERJALAN DALAM KEGELAPAN.

Itulah sebabnya sejak kelahirannya dan awal mula kehidupanNya, Yesus memberi kesaksian bahwa Ia diutus tidak saja kepada bangsa Terpilih Israel, tetapi untuk segala bangsa manusia, KARENA ALLAH ADALAH ALLAH UNTUK SEMUA ORANG.

BACA JUGA  Kotbah Katolik Minggu Biasa X, 09 Juni 2024

Maka peristiwa Penampakkan Tuhan kepada 3 ora g sarjana Budiman, adalah peristiwa yang dikehendaki Allah. Tuhan menampakkan Diri dalam bayi Betlehem kepada segala bangsa.

PARA SERJANA BUDIMAN:
Kita semua dipanggil kepada keselamatan bukan karena kita sesuku dengan Yesus, tetapi karena keterbukaan hati dan iman untuk menerima TANDA-TANDA KESELAMATAN YANG ALLAH TAWARKAN KEPADA KITA, dan tanda yang terbesar ialah ALLAH MENGANUGERAHKAN PUTERANYA KEPADA KITA.

Inilah yang dialami oleh 3 Sarjana Budiman dari Timur. Tuhan menunjukkan Tanda Cahaya Bintang Natal Yesus selanjutnya para sarjana ini melihat, menyelidiki dengan saksama cahaya bintang itu, dan mengikuti bimbingannya tanpa perhitungkan resiko perjalanan yang sangat jauh dan sebagai hadiah terindah mereka menjumpai bayi Yesus sang Raja Yahudi itu di palungan Betlehem, dan mereka menyembah bayi itu dan mempersembahkan harta berharga milik mereka yaitu emas, mur dan kemenyan.

BACA JUGA  Menanam Simbolis Tomat di Kefamenanu, Uskup Atambua : Sebagai Bagian dari Solusi Pencegahan & Pengendalian stunting.

TAMU-TAMU YANG DATANG MENJUMPAI YESUS.

Setelah Yesus lahir di Betlehem, dalam catatan Biblis hanya 2 kelompok ini yang datang mencari dan mengunjungi Sang bayi Yesus dengan ibuNya Maria dan Yosef BapaNya.

Para gembala di Padang, yang tidak pernah beribadah dan tidak pernah tau tentang nubuat tentang Mesias, tetapi ketika mereka menerima kabar sukacita dari Malaikat utusan Allah, mereka saling mengajak untjk pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana dan mereka menjumpai Bayi Yesus di palungan Bethlehem.

BACA JUGA  Hendaklah kita Selalu Tergerak hati oleh Belaskasih

Tiga Sarjana Budiman dari Timur jauh yang sudah diuraikan secukupnya dalam renungan ini.
Artinya Yesus sudah lahir, tetapi hanya orang-orang berdosa dan kafir yang punya hati untuk pergi mencari dan menjumpai Yesus, sedangkan para farisi, taurat dan imam kepala dan raja Herodes masa bodoh, malah berniat untuk membunuh bayi Yesus ini.

PESAN IMAN.
Cahaya bintang Natal yang bersinar kepada para sarjana dari Timur juga tetap bercahaya dalam salam hidup keseharian kita, dalam keluarga, tugas kita dll, tinggal saja kita buka hati untuk melihatnya dan mengikuti bimbingannya yang mengantar kita untuk menjumpai Yesus.

Amen
Selamat pesta Epifani
Minggu Penampakan Tuhan/Epifani
Yes,60,1-6
Mat,2,1-12

Facebook Coment

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama
Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas
Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup
FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM
Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia
Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:04 WITA

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:54 WITA

Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:48 WITA

Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:32 WITA

Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup

Kamis, 23 April 2026 - 06:32 WITA

FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

Dari Loh Batu ke Hati Manusia: Karya Roh Kudus di Hari Pentekosta

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:11 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Pesan Paus Leo XIV Untuk Hari Komsos Sedunia ke-60

Minggu, 17 Mei 2026 - 06:10 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Bahasa, Doa, dan Komunikasi: Jalan Menuju Persatuan dalam Kristus

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:58 WITA

error: Content is protected !!