BERPENDIDIKAN SAJA TIDAK CUKUP TANPA ETIKA

- Editor

Selasa, 7 Agustus 2018 - 13:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERPENDIDIKAN SAJA TIDAK CUKUP TANPA ETIKA

Oleh Astrada Charani (* Penulis adalah Guru di SMA Negeri 1 Fatuleu, Kabupaten Kupang)    

Berbicara tentang pendidikan  dapat bermakna luas. Dalam pengertian maha luas, pendidikan sama dengan hidup. Pendidikan adalah segala sesuatu  dalam hidup yang mempengaruhi pertumbuhan seseorang. Pendidikan adalah pengalaman belajar,oleh karena itu pendidikan dapat pula  didefinisikan  sebagai keseluruhan  pengalaman belajar setiap orang sepanjang hidup.

Menurut Carter V Good, mengartikan pendidikan sebagai suatu proses perkembangan kecakapan seseorang dalam bentuk sikap dan perilaku yang berlaku dalam masyarakat. Proses dimana seseorang dipengaruhi oleh lingkungan sekolah sehingga dapat mencapai kecakapan social dan dapat mengembangkan kepribadian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan demikian ,Pendidikan berpengertian luas karena pendidikan berlangsung tidak dalam batas usia tertentu tetapi berlangsung sepanjang hidup(lifelong)sejak lahir (bahkan sejak awal dalam kandungan)hingga meninggal. Secara Etimologi, etika berasal dari bahasa Yunani”Ethos”yaitu adat atau kebiasaan, watak, kesusilaan, sikap, cara berpikir dan akhlak.

Menurut Aristoteles, etika terdiri atas  dua pengertian,yakni “Terminus Technikus dan Manner and Custom”, Terminus Technikus  ialah ilmu yang mempelajari suatu problema  tindakan atau perbuatan manusia sedangkan yang kedua adalah manner and cutom ialah suatu pembahasan etika yang terkait dengan tata cara dan adat kebiasaan yang melekat dalam kodrat manusia (in herent in human nature) yang sangat terikat dengan arti ”baik dan buruk” suatu perilaku, tingkah laku atau perbuatan manusia.

Sedangkan dalam Dalam Kamus Besar  Bahasa Indonesia,etika/moral  adalah ajaran tentang baik dan buruk  mengenai perbuatan, sikap, keawajiban dan sebagainya. Menyebut kata etika, tak jauh berbeda dengan bagaimana kita mengenal moral dalam kehidupan sehari-hari seperti sepeda motor, moral ialah buku petunjuk bagaimana kita harus memperlakukan sepeda motor, sedangkan etika memberikan pengertian tentang struktur dan teknologi sepeda motor.

BACA JUGA  Buku Saku SUNU || Margarita D.I Ottu,S.Pd,M.Pd.K

Dengan demikian dapat diartikan bahwa, Etika merupakan ilmu yang menjelaskan arti baik dan buruk,menerangkan apa yang seharusnya dilakukan manusia, menyatakan tujuan yang harus dituju oleh manusia di dalam perbuatan mereka dan menunjukan jalan untuk melakukan apa yang harus diperbuat.

Tujuan utama etika sendiri  adalah untuk menemukan, menentukan, membatasi, dan membenarkan kewajiban, hak, cita-cita moral  dari individu dan masyarakatnya, baik masyarakat pada umumnya, khususnya masyarakat profesi”(Istighfarotur Rahmaniyah:2009:62).    

Etika dan pendidikan sangat berhubungan erat, dikarenakan etika mengkaji bagaiman cara pembelajaran yang benar sedangkan pendidikan adalah usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan disini di jelaskan ketika seseorang ingin memiliki pendidikan maka orang tersebut harus memiliki  etika yang baik agar dapat diterima oleh masyarakat.

Sebagai manusia kita harus selalu melakukan segala tindakan  berdasarkan etika yang diajarakan,termasuk didalamnya proses belajar mengajar dalam dunia pendidikan. Mengapa etika/moral sangat penting dalam dunia pendidikan maupun dalam  kehidupan sehari-hari, entah itu saat bersama keluarga, saat berada di sekolah ,maupun di lingkungan rmasyarakat?

Karena saat kita berkomunikasi dengan orang lain,berpendidikan saja tidak cukup. Melainkan   harus didukung oleh sikap, tutur kata yang baik dan tingkah laku (perbuatan) yang baik pula. Karena pada dasarnya lawan bicara kita, maupun orang lain yang memandang serta memperhatikan kita akan mengenal kita dari bagaimana cara kita  berbicara dan tingkah laku kita saat berbicara  bukan memandang pendidikan yang kita raih melainkan etika dan sopan santun yang kita miliki.

Jika  kita berdialog atau berkomunikasi dengan orang lain tanpa etika dan  sopan santun,maka akan   ada kesenjangan yang terjadi karena orang yang berpendidikan adalah orang yang pernah diajarkan suatu lembaga pendidikan dan dia berhasil mengamalkan pendidikan itu,jadi ketika orang itu berpendidikan biasanya Ia sebagai seorang pendidik.

BACA JUGA  Ketua Diaspora Rote Ndao Paparkan Akar Kemiskinan & Strategi Penanggulangan

Maksudnya,orang itu mempunyai ilmu lebih untuk diamalakan dan diajarkan kepada orang lain dan mungkin saja menjadi contoh bagi orang lain. Generasi muda adalah tulang  punggung bangsa  yang diharapkan  di masa depan yang akan  mampu meneruskan tongkat estafet kepemimpinan bangsa.

Untuk lebih baik, berpendidikan saja tidak cukup tanpa  memiliki etika yang baik.Jika kita beretika maka dengan sendirinya kita memiliki moral yang dapat di teladani. Mengapa etika/moral sangat penting? Karena dalam kehidupan sehari-hari, di dalam lingkungan keluarga, sekolah dan bermasyarakat, berpendidikan saja tidak cukup tanpa didukung oleh sikap dan tutur kata yang baik serta tingkah laku(perbuatan)yang baik pula.

Pada dasarnya, seseorang akan melihat cara kita  berbicara dan tingkah laku kita saat berbicara  bukan memandang pendidikan yang kita raih, melainkan etika dan sopan santun yang kita miliki. Bagaimana kita dapat berdialog dengan orang lain tanpa etika dan  sopan santun. Bila  moral adalah hal mutlak yang harus dimiliki oleh manusia maka dasar setiap usaha untuk menjadi orang kuat secara Moral adalah sopan santun dan kejujuran Karena tanpa etika dan kejujuran kita sebagai manusia tidak dapat maju melangkah dan belum berani menjadi diri kita sendiri.

Etika sendiri  perlu dibedakan dari ajaran moral,Ajaran moral ialah ajaran-ajaran, wejangan-wejangan, khotbah khotbah, patokan-patokan, kumpulan peraturan dan ketetapan yang diperoleh secara lisan atau tertulis tentang bagaimana manusia harus hidup dan bertindakan  agar menjadi manusia yang baik.

Sedangkan Pengertiaan moral sendiri dalam  Hurlock (Edisi Ke-6,1990) mengatakan bahwa moral adalah perilaku yang sesuai dengan  kode moral kelompok sosial. Moral sendiri berarti tata cara, kebiasaan, dan adat. Perilaku moral dikendalikan konsep-konsep moral atau peraturan perilaku yang telah menjadi kebiasaan bagi anggota suatu budaya.

BACA JUGA  Telaah Ritual Seksualitas Masyarakat Atoni Pah Meto

Dalam dunia pendidikan, banyak keterkaitan antara tingkah laku peserta didik yang sangat tidak memegang teguh etika sehingga mengakibatkan moral yang tak dapat diteladani. Etika adalah satu kata sederhana namun  memiliki makna yang mendalam, seseorang dikatakan  memiliki etika yang baik, jika Ia memiliki perilaku/karakter, sikap yang baik karena dapat simpulkan bahwa, etika merupakan pedoman hidup setiap manusia(suku bangsa) dimana manusia itu berada dan dimana manusia itu terbentuk hingga berpendidikan.

Bila seseorang yang berpendidikan namun tidak memiliki etika maka,bagaimana mungkin Ia dapat bergaul dan dapat diterima  masyarakat setempat maupun lingkungan dimana Ia berada. Bila etika adalah hal yang biasa dalam pemikiran kita, maka kita  adalah orang orang  yang tertinggal bukan terpelajar karena  dikatakan berpendidikan jika Ia telah mengalami kemampuan mental yang baik dan berfungsi secara efektif dalam kehidupan intelektual dimana Ia harus memiliki kemampuan berpikir,berkomunikasi secara efektif,kemampuan belajar secara mandiri.

Apabila ilmu pengetahuan yang dipelajari  selama pendidikan dapat diimplementasikan di kehidupannya sendiri dan bermanfaat bagi orang lain maka orang tersebut adalah orang yang berpendidikan karena pendidikan adalah usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan, dengan demikian jelas disebutkan bahwa ketika seseorang dikatakan berpendidikan maka orang tersebut memiliki etika yang baik yang mampu mengimplementasikan apa yang  dapat diterima sehingga Ia dikenal bukan hanya karena terdidik melainkan karena Ia adalah  sseorang yang berpendidikan.  

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Korupsi Rampas Hak Rakyat, Forum Guru NTT Ajak Warga Melapor
Kepala Sekolah Bukan Jabatan Permanen: Pemberhentian adalah Corrective Action, Bukan Hukuman
Rayakan Valentine, Legislator PSI Ajak Siswa & Warga Fatuleu Barat Tanam Pohon
Di Balik Dinamika Pelantikan Pejabat “Tanpa SK” di Kabupaten Kupang
NTT: Kemiskinan yang Dipelihara Sistem
Membaca Hasil TKA dari Ruang Kelas! Bukan dari Kursi Penilai
Ketua Diaspora Rote Ndao Paparkan Akar Kemiskinan & Strategi Penanggulangan
Legenda Nepo, Kolu, dan Kelahiran Koru
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:43 WITA

Korupsi Rampas Hak Rakyat, Forum Guru NTT Ajak Warga Melapor

Rabu, 25 Februari 2026 - 06:01 WITA

Kepala Sekolah Bukan Jabatan Permanen: Pemberhentian adalah Corrective Action, Bukan Hukuman

Sabtu, 14 Februari 2026 - 09:37 WITA

Rayakan Valentine, Legislator PSI Ajak Siswa & Warga Fatuleu Barat Tanam Pohon

Sabtu, 3 Januari 2026 - 12:56 WITA

Di Balik Dinamika Pelantikan Pejabat “Tanpa SK” di Kabupaten Kupang

Senin, 29 Desember 2025 - 00:57 WITA

NTT: Kemiskinan yang Dipelihara Sistem

Berita Terbaru

Desain Oleh: Tim Kreatif matatimor.net

MATA BERITA

Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia

Minggu, 19 Apr 2026 - 13:55 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Tuhan dalam Keseharian

Sabtu, 18 Apr 2026 - 06:16 WITA

Indografis oleh matatimor.net

MATA BERITA

Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim

Kamis, 16 Apr 2026 - 08:35 WITA

Indografis by matatimor.net

MATA BERITA

Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar

Selasa, 14 Apr 2026 - 13:15 WITA

error: Content is protected !!