Ketua Diaspora Rote Ndao Paparkan Akar Kemiskinan & Strategi Penanggulangan

- Editor

Sabtu, 13 Desember 2025 - 10:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto: Ketua d
Diaspora For Rote Ndao NTT, Alfred Zakarias

Keterangan foto: Ketua d Diaspora For Rote Ndao NTT, Alfred Zakarias

Ketua Diaspora Rote Ndao Paparkan Akar Kemiskinan Daerah dan Kerangka Penanggulangannya

Rote Ndao — Ketua Diaspora Rote Ndao, Alfred Zakarias, menegaskan bahwa kemiskinan yang masih membelenggu masyarakat daerah, khususnya wilayah kepulauan dan perdesaan, merupakan persoalan multidimensi yang memerlukan penanganan serius, terencana, dan berlandaskan hukum nasional.

Menurut Alfred, kemiskinan tidak boleh dipahami sebatas keterbatasan pendapatan, melainkan sebagai kegagalan sistemik dalam menjamin hak-hak dasar warga negara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kemiskinan adalah persoalan struktural. Negara wajib hadir melalui kebijakan yang adil, transparan, dan berpihak pada rakyat kecil,” tegas Alfred Zakarias.

A. DASAR HUKUM PENANGANAN KEMISKINAN

Upaya penanggulangan kemiskinan di Indonesia telah memiliki landasan hukum yang kuat, antara lain:

  1. UU No. 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin.
  2. Keputusan Presiden No. 15 Tahun 2010 tentang Strategi Nasional Penanggulangan Kemiskinan.
  3. Instruksi Presiden No. 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

B. JENIS KEMISKINAN

  1. Kemiskinan Relatif, yaitu kondisi ketertinggalan ekonomi dibandingkan standar hidup masyarakat pada umumnya.
  2. Kemiskinan Absolut/Destitusi (Kemiskinan Ekstrem), yakni ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar hidup secara layak.

C. SUMBER PENYEBAB KEMISKINAN

  1. Kemiskinan Struktural, akibat kebijakan, sistem, dan tata kelola yang tidak adil.
  2. Kemiskinan Natural, dipengaruhi kondisi geografis, keterbatasan sumber daya alam, dan bencana.
  3. Kemiskinan Kultural, yang berkaitan dengan sistem nilai, kebiasaan, dan pola hidup.

D. MASALAH UTAMA KEMISKINAN DI DAERAH

Alfred Zakarias mengidentifikasi berbagai masalah konkret yang dihadapi masyarakat, antara lain:

  1. Keterbatasan sumber daya.
  2. Tingginya angka pengangguran.
  3. Rendahnya pengetahuan dan keterampilan (skill).
  4. Ketergantungan pada pekerjaan sektor informal.
  5. Terbatasnya akses terhadap layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, air bersih, sanitasi, sandang, pangan, papan, dan energi/listrik.
BACA JUGA  Ini 5 Fenomena Alam di Akhir Tahun Hingga Awal 2023 yang Perlu Diwaspadai

E. HAMBATAN DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN

  1. Keterbatasan anggaran/dana.
  2. Keterbatasan kualitas sumber daya manusia.
  3. Penyelewengan, kebocoran anggaran, dan korupsi.
  4. Infrastruktur yang belum memadai.
  5. Minimnya peran serta masyarakat.
  6. Faktor alam dan budaya, termasuk sistem, nilai, dan perilaku sosial.

F. UPAYA STRATEGIS MENURUNKAN KEMISKINAN

Untuk keluar dari lingkaran kemiskinan, Alfred menekankan perlunya langkah-langkah strategis, antara lain:

  1. Meningkatkan akses pendidikan dan pelatihan.
  2. Meningkatkan akses layanan kesehatan.
  3. Pembangunan infrastruktur guna membuka akses layanan dasar dan investasi.
  4. Perluasan kesempatan kerja.
  5. Penguatan dan sinergi program penanggulangan kemiskinan.
  6. Meningkatkan partisipasi masyarakat.
  7. Memperkuat transparansi dan akuntabilitas.
  8. Optimalisasi pengawasan dan pengendalian.
BACA JUGA  Air Mata Petrus Tae Menyambut Kedatangan Kapolres Belu Bersama Ibu-ibu Bhayangkari.

G. PROGRAM-PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Berbagai program nasional dan daerah perlu dioptimalkan, antara lain:

  1. Program Indonesia Sehat (PIS).
  2. Program Indonesia Pintar (PIP).
  3. Program Indonesia Kerja (PIK).
  4. Program Indonesia Maju (PIM) untuk infrastruktur.
  5. Program Bantuan Sosial (Bansos).
  6. Program Pendidikan Gratis dan Beasiswa.
  7. Program Keluarga Harapan (PKH).
  8. Program Bantuan Langsung Tunai (BLT).
  9. Program Jaminan Kesehatan Nasional/Daerah (JKN/Jamkesda).
  10. Program UMKM dan Perumahan.
  11. Program Bantuan Pertanian (sarpras/alsintan, pupuk, benih, dan integrated farming).
  12. Program Sekolah Rakyat.
  13. Program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
  14. Program Padat Karya Desa.
  15. Program Desa Nelayan.

Alfred Zakarias menegaskan bahwa tanpa keberanian melakukan reformasi kebijakan, memperbaiki tata kelola, serta memberantas korupsi, program penanggulangan kemiskinan hanya akan menjadi daftar panjang tanpa dampak nyata.

“Kemiskinan bukan takdir, tetapi akibat dari pilihan kebijakan. Jika negara sungguh hadir, kemiskinan bisa dikurangi secara bermartabat,” pungkasnya.

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”
Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI
Kadis Pendidikan NTT Apresiasi Inovasi MKKS SMA Kabupaten Kupang Hadapi TKA 2026
19 Tim Ramaikan Turnamen Voli Milenial Cup I Desa Kalali
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Rabu, 30 September 2026 - 11:43 WITA

Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat

Rabu, 30 September 2026 - 06:09 WITA

Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait

Senin, 28 September 2026 - 05:09 WITA

Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”

Sabtu, 26 September 2026 - 10:25 WITA

Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI

Berita Terbaru

Gambar Olahan Komisi Komunikasi Sosial Paroki Sta. Helena Camplong

Iman & Gereja

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 3 Okt 2026 - 07:05 WITA

Gambar dihasilkan dengan Kecerdasan Buatan (ChatGPT)

PENDIDIKAN

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!