Kupang, 5 November 2025 — Setelah beberapa hari mengalami pemadaman bergilir, sistem kelistrikan di Pulau Timor kini kembali normal. General Manager PLN NTT, F. Eko Sulistyono menjelaskan bahwa gangguan terjadi akibat kerusakan tak terduga pada dua unit utama PLTU Timor, yang menjadi tulang punggung pasokan listrik di wilayah ini.
Menurut Eko, sistem kelistrikan Pulau Timor sebenarnya memiliki daya cukup besar sekitar 200 megawatt (MW), dengan beban puncak hanya 131 MW. Namun, dua unit utama PLTU Timor mengalami gangguan teknis beruntun sehingga berdampak pada distribusi listrik di beberapa wilayah.
Berikut kronologi kejadian yang disampaikan PLN:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
- 31 Oktober 2025: PLTU Timor Unit 1 padam akibat gangguan pada sensor suhu turbin dan boiler.
- 3 November dini hari: Unit 2 mengalami padam karena kerusakan pada trafo bantu (Unit Auxiliary Transformer/UAT). Unit ini sempat kembali beroperasi siang harinya.
- Malam hari, 3 November: Unit 2 kembali padam setelah terdeteksi arus tanah di trafo yang sama, menyebabkan pemadaman bergilir di beberapa wilayah Pulau Timor.
PLN mengerahkan tim teknis untuk melakukan perbaikan darurat selama beberapa hari.
Kabar baiknya, pada Selasa malam, 4 November 2025 pukul 20.35 WITA, PLTU Timor Unit 1 berhasil dipulihkan dan sistem kelistrikan kembali normal.
“Tim kami bekerja tanpa henti untuk memulihkan sistem. Saat ini listrik di Pulau Timor sudah kembali normal, dan kami terus berupaya agar sistem semakin andal,” ujar Eko.
Masyarakat di berbagai wilayah pun mulai merasakan pemulihan layanan listrik secara menyeluruh sejak Rabu pagi. Pemerintah daerah dan masyarakat menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas PLN yang telah bekerja siang dan malam untuk memastikan listrik kembali menyala.
Dengan pemulihan ini, diharapkan sistem kelistrikan Pulau Timor semakin stabil sehingga aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik dapat berjalan lancar tanpa gangguan.( Tim)







