Bangga, Produk UMKM NTT Dikenal Dunia lewat 2nd Sherpa Meeting G20

- Editor

Minggu, 10 Juli 2022 - 06:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuan Bajo, InfoPublik – MataTimorNews – Pertemuan kedua atau 2nd Sherpa Meeting Presidensi G20 pada 10-13 Juli 2022 di Labuan Bajo, Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi ajang promosi efektif produk lokal usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) NTT. Pelaku ekonomi kreatif (ekraf) setempat pun antusias dan bangga dengan event internasional itu.

Bagaimana tidak bangga, dalam acara 2nd Sherpa Meeting itu hadir secara fisik 19 negara anggota G20, 9 negara undangan, dan 10 organisasi internasional. Hanya satu negara anggota G20 yang hadir virtual yakni Amerika Serikat (AS).

Pantauan InfoPublik, di sekitar lokasi persidangan utama di Hotel Meruorah Labuan Bajo, digelar pula pameran produk UMKM yang menambah semaraknya acara. Beberapa produk lokal yang dipamerkan di antaranya, kain tenun, cinderatama, kopi arabika Flores dan produk lainnya.

BACA JUGA  Mengaku Wartawan Victory News, Oknum Karyawan Koperasi Kopdit Swasti Sari di Belu Halangi Peliputan Wartawan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemilik Sentra Tenun Ikat Forlavivian, Wati Ontong, menyatakan bahwa pameran itu menjadi salah satu kesempatan untuk memperkenalkan produknya kepada seluruh delegasi G20 dari mancanegara.

“Momen seperti itu menjadi kesempatan kami untuk promosi, sehingga bisa dikenal ke mancanegara,” kata Wati Ontong, saat ditemui InfoPublik di Hotel Meruorah Labuan Bajo, Minggu (10/7/2022).

Menurut Wati, semua produk yang dipamerkan merupakan buatan asli dari penduduk Manggarai Barat (Mabar) di antaranya, kain tenun khas NTT, anyaman, topi, baju, selendang, tas dan lainnya.

BACA JUGA  Timor, Aku Cinta Padamu

Harga produk yang dipasarkan berkisar Rp120 ribu- Rp250 ribu untuk selendang. Sedangkan untuk baju atau kain panjang 4 meter harga berkisar Rp600 ribu- Rp2,5 juta.

Untuk pembuatan satu buah sarung, terang Wati, rata-rata penenun membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Hal itu dikarenakan rata-rata mereka berprofesi sebagai petani, sehingga dibuat dengan memanfaatkan waktu senggang untuk menenun.

“Mereka menggunakan waktu yang tersisa untuk menenun. Itu juga sudah dijadikan lahan pencarian utama mereka, karena permintaan sudah cukup besar,” terang dia.

Menurut dia, event-event besar yang diselenggarakan, khususnya di Labuan Bajo juga menjadi kesempatan pelaku UMKM bangkit akibat pandemi COVID-19.

BACA JUGA  Lolos Verifikasi, KPU Tetapkan Partai Ummat Jadi Peserta Pemilu 2024

Ia pun mengakui bahwa Pemerintah Daerah dan Pusat sudah memberikan perhatian yang cukup besar terhadap para pelaku UMKM beruapa pelatihan SDM, pengemasan produk dan lainnya.

“Kami sangat terbantu. Selama ini pemerintah daerah dan pusat juga selalu memberikan pelatihan untuk kami,” kata dia.

Wati Ontong pun berharap Pemerintah terus menyelenggarakan iven- iven serupa di Labuan Bajo agar perekonomian pelaku UMKM lokal bisa terus meningkat.

“Saya berharap iven seperti ini terus dilaksanakan di Labuan Bajo, sehingga kami para pelaku UMKM ada pemasukan dan produk kami dikenal oleh dunia luar,” tutup dia.

Foto: Jhon/InfoPublik

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”
Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI
Kadis Pendidikan NTT Apresiasi Inovasi MKKS SMA Kabupaten Kupang Hadapi TKA 2026
19 Tim Ramaikan Turnamen Voli Milenial Cup I Desa Kalali
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Rabu, 30 September 2026 - 11:43 WITA

Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat

Rabu, 30 September 2026 - 06:09 WITA

Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait

Senin, 28 September 2026 - 05:09 WITA

Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”

Sabtu, 26 September 2026 - 10:25 WITA

Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI

Berita Terbaru

Gambar Olahan Komisi Komunikasi Sosial Paroki Sta. Helena Camplong

Iman & Gereja

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 3 Okt 2026 - 07:05 WITA

Gambar dihasilkan dengan Kecerdasan Buatan (ChatGPT)

PENDIDIKAN

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!