Bangga, Produk UMKM NTT Dikenal Dunia lewat 2nd Sherpa Meeting G20

- Editor

Minggu, 10 Juli 2022 - 06:49 WITA

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Labuan Bajo, InfoPublik  MataTimorNews – Pertemuan kedua atau 2nd Sherpa Meeting Presidensi G20 pada 10-13 Juli 2022 di Labuan Bajo, Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi ajang promosi efektif produk lokal usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) NTT. Pelaku ekonomi kreatif (ekraf) setempat pun antusias dan bangga dengan event internasional itu.

Bagaimana tidak bangga, dalam acara 2nd Sherpa Meeting itu hadir secara fisik 19 negara anggota G20, 9 negara undangan, dan 10 organisasi internasional. Hanya satu negara anggota G20 yang hadir virtual yakni Amerika Serikat (AS).

Pantauan InfoPublik, di sekitar lokasi persidangan utama di Hotel Meruorah Labuan Bajo, digelar pula pameran produk UMKM yang menambah semaraknya acara. Beberapa produk lokal yang dipamerkan di antaranya, kain tenun, cinderatama, kopi arabika Flores dan produk lainnya.

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

MURAH! Hubungi 08113810024

Pemilik Sentra Tenun Ikat Forlavivian, Wati Ontong, menyatakan bahwa pameran itu menjadi salah satu kesempatan untuk memperkenalkan produknya kepada seluruh delegasi G20 dari mancanegara.

“Momen seperti itu menjadi kesempatan kami untuk promosi, sehingga bisa dikenal ke mancanegara,” kata Wati Ontong, saat ditemui InfoPublik di Hotel Meruorah Labuan Bajo, Minggu (10/7/2022).

Menurut Wati, semua produk yang dipamerkan merupakan buatan asli dari penduduk Manggarai Barat (Mabar) di antaranya, kain tenun khas NTT, anyaman, topi, baju, selendang, tas dan lainnya.

Harga produk yang dipasarkan berkisar Rp120 ribu- Rp250 ribu untuk selendang. Sedangkan untuk baju atau kain panjang 4 meter harga berkisar Rp600 ribu- Rp2,5 juta.

Untuk pembuatan satu buah sarung, terang Wati, rata-rata penenun membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Hal itu dikarenakan rata-rata mereka berprofesi sebagai petani, sehingga dibuat dengan memanfaatkan waktu senggang untuk menenun.

“Mereka menggunakan waktu yang tersisa untuk menenun. Itu juga sudah dijadikan lahan pencarian utama mereka, karena permintaan sudah cukup besar,” terang dia.

Menurut dia, event-event besar yang diselenggarakan, khususnya di Labuan Bajo juga menjadi kesempatan pelaku UMKM bangkit akibat pandemi COVID-19.

Ia pun mengakui bahwa Pemerintah Daerah dan Pusat sudah memberikan perhatian yang cukup besar terhadap para pelaku UMKM beruapa pelatihan SDM, pengemasan produk dan lainnya.

“Kami sangat terbantu. Selama ini pemerintah daerah dan pusat juga selalu memberikan pelatihan untuk kami,” kata dia.

Wati Ontong pun berharap Pemerintah terus menyelenggarakan iven- iven serupa di Labuan Bajo agar perekonomian pelaku UMKM lokal bisa terus meningkat.

“Saya berharap iven seperti ini terus dilaksanakan di Labuan Bajo, sehingga kami para pelaku UMKM ada pemasukan dan produk kami dikenal oleh dunia luar,” tutup dia.

Foto: Jhon/InfoPublik

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN
Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti
Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi
Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya
Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama
Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 05:03 WITA

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:20 WITA

Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Senin, 1 Juni 2026 - 08:49 WITA

Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:04 WITA

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:54 WITA

Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas

Sabtu, 18 Jul 2026 - 09:11 WITA

OPINI

Final Piala Dunia 2026: Takdir Sejarah vs. Kekuatan Devosi

Kamis, 16 Jul 2026 - 06:45 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita

Sabtu, 11 Jul 2026 - 11:48 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Kedamaian yang Hilang di Tengah Hidup Sehari-hari

Sabtu, 4 Jul 2026 - 07:54 WITA

error: Content is protected !!
Exit mobile version