Selain Mendukung Trobosan, Andreas Seran Berikan Atensi Kasus Korupsi untuk Kapolres Belu

- Editor

Jumat, 22 September 2023 - 06:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Atambua, News.Matatimor-Net : Kurang lebih enam bulan memegang tambuk kepemimpinan sebagai Kapolres Belu, AKBP, Richo Nataldo Devallas Simanjuntak banyak terobosan yang dilakukannya tanpa mengenal batasan waktu yang ada.

Melihat hal itu Andreas Seran selaku salah satu tokoh masyarakat Desa Leuntolu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu mengapresiasi apa yang telah dilakukan Kapolres, selain itu Andreas mengharapkan Atensi khusus dari Kapolres terutama dalam hal Kasus Korupsi yang ada.

” saya baik secara pribadi maupun masyarakat sangat mendukung penuh terobosan bapak Kapolres Belu,tapi saya juga memberikan atensi buat Kapolres Belu soal Dugaan banyaknya kasus korupsi yang ada di Kabupaten Belu,” ungkap Andreas Seran, saat diwawancara di Kediamannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lanjutnya, ” tolong bapak kapolres untuk meluangkan waktu khusus untuk menindak lanjut laporan dugan korupsi oleh oknum-oknum yang mengambil uang rakyat,” pintanya

BACA JUGA  Dibuka Sampai akhir Maret, Ini Cara Daftar Implementasi Kurikulum Merdeka bagi Satuan Pendidikan

Dikatakan Andreas, setiap kali ada bantuan dari pemerintah pusat untuk masyarakat kecil tetapi baik oknum pemerintah Desa, Pemerintah Kabupaten dengan caranya masing mengambil hak rakyat kecil secara tidak sah.

Tidak hanya itu, lanjut Andreas, banyak persoalan – persoalan yang kini sudah masuk sampai Inspektorat Kabupaten Belu bahkan di Tipikor Polres Belu namun penanganannya mandek.

” Saya yakin dan percaya bahwa terlalu banyak kasus di Inspektorat, ketika kita tanya jawabannya sudah selesai padahal mandek,”tuturnya.

Anehnya lagi, Tegas Andreas, ketika pihak inspektorat langsung turun dan lakukan audit di lapangan namum pulang diam.

” ketika kita tanya SOP yang dipakai inspektorat itu seperti apa, ko kasusnya bertahun – tahun namun tidak ada kejelasanya,”tanyanya.

BACA JUGA  Manusia NTT Harus Dibangun Dengan Pengetahuan Yang Tinggi

Tambahnya, ” persoalan itu yang menjadi tanda tanya bagi kami masyarakat. Seharusnya, hadirnya mereka untuk membantu masyarakat kecil, tapi ko membuat masyarakat tambah susah. Bagaimana kita mengatasi kemiskinan, kerjanya saja seperti itu,” pungkasnys.

Menurut Andreas, bagaimana bisa mengatasi kemiskinan yang ada di kabupaten Belu,sementara banyak oknum Koruptor merajarela.

” untuk itu, kami mohon bapak kapolres luangkan waktu sedikit untuk membantu masyarakat kecil dengan mengungkapnya dugaan kasus korupsi di Kabupaten Belu, baik di tingkat Desa maupun tingkat Kabupaten,”pintannya.

Anehnya, tambah Andreas, yang menjadi hak masyarakat diambil oleh oknum-oknum ini untuk berfoya-foya dan itu bisa dilihat.

“Banyak hal yang kami kendala, kami laporan berulang kali, mereka juga turun berulang kali tapi anehnya kasusnya hilang begitu saja. Padahal sudah ada surat rekomendasi, tapi ko bisa hilang kasusnya,”singgungnya.

BACA JUGA  Seru! Partai Final Bola Voli OMK Paroki Oelami

Dikatakannya, Dikasih waktu dua bulan untuk mengembalikan hasil temuan tapi kasusnya bisa sampai bertahun-tahun.

” untuk itu, kami minta tolong untuk bapak kapolres sisihkan waktu sedikit untuk melihat banyaknya dugaan kasus korupsi di Kabupaten Belu ini,”ujarnya.

Tambah Andreas, masih banyak kemiskinan di Kabupaten Belu ini disebabkan adanya banyak dugaan kasus korupsi yang masih tersumbat. Sehingga para oknum-oknum ini masih leluasa dengan caranya untuk mengambil hak rakyat kecil.

” semoga Bapak kapolres bisa tergerak hati untuk melihat persoalan ini, Banyak kasus dugaan korupsi yang dilaporkan masyarakat tapi hasilnya nol,” tutupnya.

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia
Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim
Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar
Komisi X DPR Usul Gaji Minimal Guru Rp 5 Juta, Bonnie Triyana: Anggaran Kita Cukup
Starlink Masuk Desa: SMPN 1 Fatuleu Barat Libas Kendala Sinyal saat TKA
Cegah Kebocoran Data, Kemendikdasmen Luncurkan Program Bug Bounty 2026
Atambua Menyala! Festival Obor Perdamaian 2026: Pesan Toleransi dari Tapal Batas untuk Dunia
Kasus Dana BOS SMAN 3 Kupang: Menanti Gelar Perkara Penetapan Tersangka
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 13:55 WITA

Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia

Kamis, 16 April 2026 - 08:35 WITA

Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim

Selasa, 14 April 2026 - 13:15 WITA

Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar

Selasa, 14 April 2026 - 05:02 WITA

Komisi X DPR Usul Gaji Minimal Guru Rp 5 Juta, Bonnie Triyana: Anggaran Kita Cukup

Rabu, 8 April 2026 - 13:41 WITA

Cegah Kebocoran Data, Kemendikdasmen Luncurkan Program Bug Bounty 2026

Berita Terbaru

Desain Oleh: Tim Kreatif matatimor.net

MATA BERITA

Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia

Minggu, 19 Apr 2026 - 13:55 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Tuhan dalam Keseharian

Sabtu, 18 Apr 2026 - 06:16 WITA

Indografis oleh matatimor.net

MATA BERITA

Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim

Kamis, 16 Apr 2026 - 08:35 WITA

Indografis by matatimor.net

MATA BERITA

Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar

Selasa, 14 Apr 2026 - 13:15 WITA

error: Content is protected !!