Kita sudah berada pada Minggu Paskah VI, minggu terakhir sebelum Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga, saat Yesus kembali kepada Allah Bapa-Nya. Yesus mengasihi murid-murid-Nya sampai pada kesudahannya.
Karena itu, dalam wejangan terakhir sebelum wafat-Nya, Yesus sudah berbicara banyak sebagai pesan wasiat-Nya. Tidak saja tentang kematian-Nya dan perintah cinta kasih, tetapi juga tentang apa yang akan terjadi setelah kebangkitan-Nya dari alam maut. Yaitu, bahwa setelah semuanya selesai, Yesus akan kembali kepada Bapa-Nya yang ditandai dengan kenaikan-Nya ke surga, ke Rumah Bapa.
Hari Minggu lalu, Yesus menyampaikan bahwa Dia pergi untuk menyediakan tempat, supaya di mana pun Dia berada, di situ pun kita berada. Yesus ingin agar kita selalu tinggal bersama-Nya dan Dia bersama dengan kita—sebuah kerinduan yang sangat indah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hari Minggu ini, Yesus kembali menegaskan bahwa Ia kembali ke Rumah Bapa untuk meminta kepada Bapa-Nya: Penolong yang lain, yaitu Roh Kebenaran. Ini adalah pernyataan Yesus: “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, yaitu Roh Kebenaran, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya; sebab Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu.”
Roh Kebenaran ini adalah Roh Yesus sendiri yang akan menyertai para murid, Gereja, dan kita semua. Yang berkarya setelah Yesus naik ke surga ialah Roh Kebenaran yang tetap menyertai kita sampai akhir zaman. Semangat para rasul dalam melanjutkan karya Yesus sampai akhir zaman adalah semangat Roh Kebenaran yang terus membakar tanpa menghanguskan.
Buah-buah karya Roh Kebenaran yang nyata dalam karya para Rasul adalah:
- Kesatuan Baru: Para rasul, Gereja, dan kita tidak hidup sebagai yatim piatu. Kita tetap hidup dalam kesatuan yang baru dengan Yesus yang hadir dalam wujud Roh Kebenaran. Roh inilah yang tetap berkarya dalam seluruh waktu peziarahan hidup menuju Rumah Bapa.
- Kepemimpinan dalam Kebenaran: Para rasul, Gereja, dan kita akan tetap menyaksikan seluruh karya Roh Kebenaran yang memimpin kita dalam seluruh kebenaran. Yesus yang penuh kasih karunia dan kebenaran akan dianugerahkan kepada setiap orang yang percaya.
- Kesatuan dengan Bapa: Akhirnya para rasul, Gereja, dan kita menyadari secara penuh bahwa Yesus dan Bapa adalah satu. Dengan kematian-Nya, Yesus tidak lenyap, melainkan hidup dalam kesatuan dengan Allah Bapa. Pada titik ini, kematian bukanlah kebinasaan, tetapi hanya sebuah perubahan, yakni tubuh yang fana diubah menjadi tubuh yang mulia.
Pesan Iman:
- Meski Yesus kembali kepada Allah Bapa-Nya, Yesus tetap menyertai kita dalam Roh Kebenaran sampai akhir zaman.
- Kematian Yesus tidak membuat-Nya hilang lenyap, tetapi Yesus tetap hidup bersatu dengan Allah Bapa.
- Setiap kematian bukan merupakan kehancuran dan kebinasaan, melainkan hidup kita hanyalah diubah: hidup yang fana diubah menjadi hidup kekal, dan tubuh yang fana diubah menjadi tubuh yang mulia. Amin.
MINGGU PASKA VI
- Bacaan I: Kisah Para Rasul 8:5-8, 14-17
- Bacaan II: 1 Petrus 3:15-18
- Injil: Yohanes 14:15-21
Penulis : Rm. Chris Taus
Editor : Del
Sumber Berita: Komsos Paroki Camplong







