Karena Kita Semua Orang yang Berdosa Adalah Anak KesayanganNya – Kotbah Minggu Laetare

- Editor

Sabtu, 29 Maret 2025 - 01:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kotbah Katolik Minggu Laetare - Minggu, 30 Maret 2025 (komsos Sta. Helena)

Kotbah Katolik Minggu Laetare - Minggu, 30 Maret 2025 (komsos Sta. Helena)

Kotbah Katolik Minggu Prapaskah IV – Oleh. Rm. Chris Taus, Pr – Paroki Sta. Helena Lili – Camplong

Kita sudah berada pada minggu prapaskah IV. Yesus melanjutkan ajaranNya perihal: dosa, belaskasih dan pengampunan dalam perumpamaan. Perumpamaan tentang: Anak yang hilang. Kita tahu ceritera berikut.

Singkat ceritera: ada seorang bapak punya 2 orang anak laki-laki. Yang bungsu minta bagi warisan bapaknya lalu pergi ke negeri yang jauh, hidup berfoya-foya dan boros, dan akhirnya ia hidup susah. Ia menyesal dengan perbuatannya, lalu ingin pulang kembali ke bapaknya. Lalu menjadi pekerja di bapaknya. Bapaknya yang selalu penuh belaskasih, ketika melihat anaknya yang hilang itu pulang, ia berlari menemuinya, menciumnya dengan penuh sukacita.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

BACA JUGA  Renungan Katolik Minggu 17 Juli 2022 || Minggu Biasa XVI

Perumpamaan anak yang hilang ini adalah perumpamaan yang paling: indah, menggembirakan,dan menggugah hati padahal sebelum ini. Ada perumpamaan tentang: domba yang hilang, dan dirham yang hilang. Perumpaan anak yang hilang menggambarkan seorang bapak yang penuh belaskasih dan pengampunan kepada 2 orang anaknya. Bapak itu murah hati dan pengertian, sehingga ia rela membagikan harta warisannya dengan anak yang bungsu/yang hilang. Tetapi kasih sayang dan belaskasih kepada anak bungsu ini tidak pernah hilang. Setiap saat ia selalu ingat anaknya, dan matanya dan hatinya selalu mencari tanda kepulangan anak yang hilang. Maka ketika ia melihat dari jauh anaknya yang hilang itu kembali, ia BERLARI MENDAPATKANNYA DAN MEMELUK NYA dan MENCIUMNYA dan mengenakan sepatu, jubah yang terbaik dan cincin. Kemudian mengadakan pesta besar sebab anakku telah hilang kudapati lagi, dan telah mati tetapi hidup kembali (Luk,15,24).

BACA JUGA  Renungan Katolik Rabu 02 November 2022

Perumpamaan anak yang hilang ini, sangat menggembirakan hati kita bhw Allah Bapa yang penuh belaskasih, maharahim dan maha pengampun TIDAK RELA, kita umatNya binasa karena kedukaan dosa, TETAPI MENYELAMATKANNYA dengan mengutus PuteraNya mati di salib untuk menyelamatkan kita.

Inilah kabar sukacita iman sepanjang jaman. Karena itu minggu Prapaskah 4, disebut mgggu Laetare, minggu sukacita, karena kita terus mengalami Allah sebagai Seorang Bapa yang penuh belaskasih dan pengampun seperti pengalaman anak hilang yang kembali bertobat.

Israel dalam ziarah di padang gurun yang menantang, karena mereka menggerutu terhadap Allah yang setia, Allah mengantar mereka sampai tanah Terjanji dan sebelum mereka masuk tanah Terjanji mereka merayakan Paska pertama di Gilgal, mengenang pembebasan mereka dari Mesir dan persiapan untuk masuk tanah Terjanji. Roti tak beragi hasil tanah olahan sendiri, mereka perselisihkan sebagai tanda syukur kepada Allah yang setia dan penuh belaskasih.

BACA JUGA  Homili Minggu - Hari Raya Sto. Petrus dan Paulus

PESAN IMAN:

  1. Perumpamaan tentang anak yang hilang menggambarkan kepada kita bahwa ada kegembiraan besar di surga karena satu orang berdosa yang bertobat.
  2. Perayaan Pekan Suci semakin dekat. Allah sebagai Bapa selalu mengundang kita untuk kembali ke rumah Bapa karena kita semua orang berdosa adalah anak kesayangan. Nikmatilah kebahagiaan dalam pelukan KASIH SAYANG BAPA. AMEN


MINGGU PRAPASKAH 4/ MINGGU LAETARE
Yos,5,9,10-12
Luk,15,1-3,11-32

Facebook Coment

Penulis : Rm. Chris Taus, Pr.

Editor : Del Neonub _ Komsos Sta. Helena

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Undangan Perjamuan Tuhan dan Kesiapan Hati Kita
Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya
Bertobat dan Kembali kepada Tuhan: Jalan Menuju Keselamatan
Ketika Kemurahan Hati Tuhan Dianggap Tidak Adil: Renungan Minggu Biasa XXV
Mengampuni Tanpa Batas: Jalan Menuju Damai dan Belaskasih Allah
Mengikuti Yesus: Jalan Salib Menuju Mahkota Kemuliaan
“Siapakah Aku Ini?” – Pengakuan Petrus dan Dasar Iman Gereja
Maria Diangkat ke Surga: Tanda Harapan bagi Umat Beriman
Berita ini 92 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:31 WITA

Undangan Perjamuan Tuhan dan Kesiapan Hati Kita

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:05 WITA

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 26 September 2026 - 06:25 WITA

Bertobat dan Kembali kepada Tuhan: Jalan Menuju Keselamatan

Sabtu, 19 September 2026 - 13:12 WITA

Ketika Kemurahan Hati Tuhan Dianggap Tidak Adil: Renungan Minggu Biasa XXV

Sabtu, 12 September 2026 - 08:08 WITA

Mengampuni Tanpa Batas: Jalan Menuju Damai dan Belaskasih Allah

Berita Terbaru

Gambar oleh Komsos Sta. Helena

Iman & Gereja

Undangan Perjamuan Tuhan dan Kesiapan Hati Kita

Sabtu, 10 Okt 2026 - 07:31 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY amankan 1.820 liter solar dalam dua dugaan upaya penyelundupan di perbatasan RI–Timor Leste, Kabupaten Belu, NTT.

BERITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Jumat, 9 Okt 2026 - 09:50 WITA

Gambar Olahan Komisi Komunikasi Sosial Paroki Sta. Helena Camplong

Iman & Gereja

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 3 Okt 2026 - 07:05 WITA

Gambar dihasilkan dengan Kecerdasan Buatan (ChatGPT)

PENDIDIKAN

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!