Salib: Dari Hukuman Menjadi Tanda Cinta

Pesta Salib Suci: Makna Salib Kristus bagi Iman Kita

- Editor

Sabtu, 13 September 2025 - 00:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesta Salib Suci: Makna Salib Kristus bagi Iman Kita

Setiap tanggal 14 September, Liturgi Gereja Katolik merayakan Pesta Salib Suci.

Perayaan ini berawal dari penemuan Salib Asli Kristus oleh Santa Helena, ibu dari Kaisar Konstantinus. Sejarah Gereja mencatat bahwa setelah penemuan Salib Kristus ini, Santa Helena mendirikan sebuah Basilika Besar di atas makam Yesus. Basilika tersebut diberkati dengan liturgi yang meriah dan agung pada tanggal 13–14 September 335, yang dihadiri banyak uskup setelah Konsili Tirus.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tradisi ini kemudian diperingati setiap tahun di Yerusalem, lalu dibawa keluar menuju Konstantinopel (Istanbul) pada abad ke-7. Sejak saat itu, tanggal 14 September ditetapkan dalam Liturgi Gereja Katolik sebagai Pesta Wajib Salib Suci.

BACA JUGA  Renungan Harian Katolik 28 Juli 2023

Merenungkan Makna Salib Kristus

Salib pada awalnya hanyalah kayu palang yang digunakan bangsa Yahudi untuk menghukum para penjahat kelas berat dengan cara digantung. Yesus akhirnya dihukum mati di salib karena dianggap sebagai penjahat besar—Ia dituduh menyesatkan banyak orang dengan mengajarkan bahwa diri-Nya adalah Putra Allah. Meski tuduhan itu benar adanya—Yesus memang Putra Allah—Ia tetap disalibkan di Golgota di antara dua penyamun.

Kitab Bilangan (21:4-9) mengisahkan bangsa Israel yang tidak setia dalam perjalanan ke Tanah Terjanji. Tuhan menghukum mereka dengan ular tedung berbisa, sehingga banyak yang mati. Setelah mereka bertobat, Allah memerintahkan Musa membuat ular perunggu dan meninggikannya di sebuah tiang. Setiap orang yang dipagut ular dan memandang ular perunggu itu, akan selamat.

BACA JUGA  Relasi Tanpa Nutrisi: Bahaya Keapatisan dalam Cinta dan Iman

Injil Yohanes (3:13-17) kembali mengingatkan kisah ini melalui dialog Yesus dengan Nikodemus:

“Seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Putra Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya memperoleh hidup kekal.”

Yesus memang harus ditinggikan di kayu salib, agar siapa pun yang percaya kepada-Nya memperoleh keselamatan. Salib adalah tempat suci, tempat Yesus mengorbankan diri-Nya. Maka, setiap orang yang memandang salib dengan iman akan diselamatkan.

BACA JUGA  Kotbah Katolik Minggu 06 Oktober 2024

Pesan Iman

  1. Penderitaan dan pengorbanan Yesus di salib membawa keselamatan bagi kita.
  2. Salib menjadi tanda pengenal khas bagi setiap orang Kristen.
    Maka, setiap orang yang mengenakan salib Kristus dipanggil untuk berani bersaksi tentang Yesus Kristus yang tersalib, kapan pun, di mana pun, dan dalam situasi apa pun.

Bacaan Liturgi

Bilangan 21:4-9

Yohanes 3:13-17

Minggu Biasa XXIV – Pesta Salib Suci

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Undangan Perjamuan Tuhan dan Kesiapan Hati Kita
Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya
Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”
Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI
Bertobat dan Kembali kepada Tuhan: Jalan Menuju Keselamatan
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:31 WITA

Undangan Perjamuan Tuhan dan Kesiapan Hati Kita

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:05 WITA

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Rabu, 30 September 2026 - 06:09 WITA

Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait

Senin, 28 September 2026 - 05:09 WITA

Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”

Berita Terbaru

Gambar oleh Komsos Sta. Helena

Iman & Gereja

Undangan Perjamuan Tuhan dan Kesiapan Hati Kita

Sabtu, 10 Okt 2026 - 07:31 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY amankan 1.820 liter solar dalam dua dugaan upaya penyelundupan di perbatasan RI–Timor Leste, Kabupaten Belu, NTT.

BERITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Jumat, 9 Okt 2026 - 09:50 WITA

Gambar Olahan Komisi Komunikasi Sosial Paroki Sta. Helena Camplong

Iman & Gereja

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 3 Okt 2026 - 07:05 WITA

Gambar dihasilkan dengan Kecerdasan Buatan (ChatGPT)

PENDIDIKAN

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!