Tanpa terasa, kita sudah berada pada Minggu ke-3 Adventus. Liturgi menyebutnya Minggu Gaudete et Laetare, Minggu Gembira dan Sukacita. Bacaan-bacaan Kitab Suci dan doa-doa dalam misa ini penuh dengan dua kata ini: gembira dan sukacita.
Kita bergembira dan bersukacita karena Tuhan sendiri segera datang menyelamatkan kita dengan melakukan hal-hal besar dalam diri Yesus Kristus. Kedatangan Tuhan adalah saat pembebasan kita sebagai umat-Nya.
Ketika Israel, bangsa terpilih, berada dalam pembuangan Babel, mereka mengalami banyak cobaan: penderitaan, sakit, ketidakpastian hidup, dan keputusasaan. Mereka hanya menggantungkan harapan mereka di pohon gandarusa, sambil berharap pulang ke negeri mereka, Sion (lagu Rivers of Babylon).
Dalam keadaan ini, Yesaya tampil membawa kabar sukacita bahwa saat pembebasan sudah dekat dan Tuhan sendiri segera datang menyelamatkan mereka, sebab mereka akan melihat kemuliaan Tuhan yang besar. Inilah dasar harapan dan sukacita yang besar. Bahkan alam pun turut bersukacita menyambut kedatangan Tuhan:
Padang gurun dan tanah kering akan bergirang,
padang belantara akan bersorak-sorai dan berbunga,
menyambut kemuliaan Tuhan, semarak Allah kita.
Israel yang patah semangat bangkit kembali dengan harapan baru:
kuatkan tangan yang lemah, teguhkan lutut yang goyah, sebab lihatlah, Allahmu datang penuh kuasa dan ganjaran.
Allah sendiri akan menghapus segala penderitaanmu: orang buta melihat, orang tuli mendengar, orang bisu berbicara, orang lumpuh melompat bagaikan kijang, bahkan orang mati dibangkitkan.
Betapa Allah Mahakuasa dan Mahabaik bagi Israel.
Yohanes Pembaptis
Yohanes Pembaptis, yang sudah berada di dalam penjara, menyuruh murid-muridnya pergi kepada Yesus untuk bertanya, supaya mereka tahu siapakah Yesus itu. Yesus tidak menjawab dengan menyebut siapa diri-Nya, tetapi menunjuk pada apa yang telah Ia lakukan sebagai bukti nyata kehadiran Kerajaan Allah.
Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan, dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.
Inilah kabar gembira Injil yang memberi harapan baru.
Sesungguhnya pernyataan Yesus ini sudah dinubuatkan oleh Yesaya ketika ia menghibur orang Israel di Babel. Maka, apa yang dinubuatkan oleh Yesaya kini terpenuhi secara sempurna dalam diri Yesus. Yesus adalah Penyelamat yang datang untuk menghadirkan Kerajaan Allah, kerajaan keselamatan di tengah-tengah kita, yang kita nantikan kedatangannya pada hari Natal nanti.
Pesan Iman
- Perayaan Natal sudah dekat. Siapkan waktu untuk Tuhan, siapkan hati yang pantas bagi Tuhan.
- Bergembira dan bersukacitalah selalu; Tuhan pasti datang membawa kabar sukacita bagi kita. Amin.
Minggu Adventus III
Yes. 35:1–6,10
Yak. 5:7–10
Mat. 11:2–11
Editor : Del Neonub








