Ubahlah Hatimu! – Kotbah Katolik Minggu Adventus II, 04 Desember 2022

- Editor

Sabtu, 3 Desember 2022 - 12:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

            Rasul Paulus menulis surat kepada  orang Kristen  di Roma. Mengapa ia menulis surat ini kepada mereka di Roma? Karena mereka sedang hidup dalam pertikaian, pertengkaran. Mengapa ada pertikaian? Karena orang Kristian mengelompokkan diri dalam dua kelompok orang. Kelompok orang “kuat” dan kelompok orang “lemah”. Kelompok orang lemah  hidup menurut peraturan agama. Mereka berdoa banyak. Mereka berpuasa, beramal, dan bahkan matiraga, seperti menyangkal diri dan bahkan “menyiksa diri”, untuk menyerupai Yesus yang menderita, sengsara.  Sedangkan kelompok yang lain adalah kelompok “Kuat’,  lebih modern. Mereka tidak peduli dengan hal-hal kecil dalam urusan agama. Mereka hanya memperhatikan satu hal saja, ialah percaya kepada Kristus.

            Kedua kemlompok ini saling mempersalahakan satu dengan yang lain. Kelompok “lemah” mengadili kelompok “kuat” dengan tuduhan bahwa mereka tidak beriman dan sebaliknya kelompok “kuat” menilai kelompok “lemah” sebagai kurang pintar, tidak berpendidikan dan kolot.

BACA JUGA  Renungan Katolik Minggu Prapaskah I - Rm. Chris Taus, Pr.

Suasan pertikaian  ini masih hidup di antara umat di paroki kita. Karena kesombonga, keangkuhan, maka sering umat terpecah-belah.

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

ads

MURAH! Hubungi 08113810024

3.Bertobatlah sebab Kerajaan Allah sudah dekat!” (Mat  3: 2)

            Kita tidak tahu Kerajaan Allah itu bentuknya seperti apa? Kerajaan Allah itu abstrak, uncountable, tidak dapat dapat diindrai; aromanya seperti masakah apa? Warnanya sepeti warna apa? Bunyinya seperti bunyi apa? Kasar-lembutnya seperti kulit apa atau kulit siapa? Namun Kerajaan Allah dibandingkan dengan beberapa raja dan kerajaan yang hidup pada zaman sebelum dan pada zaman Yesus. Raja-raja yang tidak setia, tidak adil yang memerintah Kerajaan Israel. Maka mereka mengharapkan Allah untuk merubah segala sesuatu, baik raja, kerajaan dan masyarakatnya.

            Maka Yohanes Pembaptis  memberitakan contoh dengan gaya hidupnya dan seruan-seruannya sebagai teguran dan protes terhadap gaya hidup para pemimpin, baik raja-raja maupun para pemimpin agama, dengan mengatakan; “Berobatlah dan berikanlah dirimu untuk dibaptis”, maka kalian akan diterima di dalam Kerajaan Baru.

BACA JUGA  Pintu Surga Terbuka bagi yang Tekun dan Setia

            Apa makna pembaptisan? Melepaskan hidup lama dan kenakan yang hidup baru. Dengan simbol dicelupkan ke dalam air – hidup lama hilang dan Ketika keluar dari dalam air baptis, baptisan telah mengenakan hidup baru. Ritus ini diambil dari ritus masyararkat pada zaman itu. Para budak setelah dicelupkan ke dalam air dan Ketika keluar mereka dinyatakan menjadi orang bebas. Jadi pembaptisan adalah ritus pembebas dari ikatan dosa  ke kehidupan orang bebas.

            Undangan Yohanes Pembaptis untuk bertobat mendapatkan dua tanggapan;

Pertama,Orang biasa (ay 5-6) meminta dan menangis untuk mendapatkan pembaptisan. Kedua, orang-orang farisi dan saduki, sebagai pemimpin umat yang berkuasa dan bahkan kaya tidak siapauntuk mengubah hati dan hidupnya. Maka Yohanes Pembatis menegur mereka dengan sangat kerar, “Hai kamu keturun ular beludak/berbisa”. Kalian seperti pohon buah-buahan yang tidak menghasilkan buah.

BACA JUGA  Kotbah Katolik Minggu Pentakosta

            Kata-kata Yohanes Pebaptis juga masih berlaku untuk kita pada zaman ini. Hanya bagi orang yang mau bertobat, Tuhan akan datang dan menjadi bagian dan bahkan hidupnya. Jadi tidak ada pilihan lain selain daripada kita harus bertobat. Hanya orang yang “bertobat” dari dosa-dosanya, akan dapat  bertumbuh dalam iman. “Bertobatlah dan percyalahak kepada Kristus’, jawaban Petrus kepada orang yang menjadi pengikut Kristus pada hari Pentekosta pertama di Kota yerusalem. Jadi sangatlah tidak cukup dengan dicatatkan nama kita pada buku induk pembaptisan jika kita tidak bertobat dan mebersihkan hati dan hidup kita. Makan Tubuh Krisuts dan minum Darah Kristus tanpa mengaku dosa sama dengan mengobati luka tanpa lebih dahulu dibersihkan. Sampai kapanpun luka itu tidak akan sembuh.  

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengampuni Tanpa Batas: Jalan Menuju Damai dan Belaskasih Allah
Mengikuti Yesus: Jalan Salib Menuju Mahkota Kemuliaan
“Siapakah Aku Ini?” – Pengakuan Petrus dan Dasar Iman Gereja
Maria Diangkat ke Surga: Tanda Harapan bagi Umat Beriman
​Doa, Iman, dan Kuasa yang Meredakan Badai Hidup
Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah
Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII
Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 08:08 WITA

Mengampuni Tanpa Batas: Jalan Menuju Damai dan Belaskasih Allah

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:36 WITA

Mengikuti Yesus: Jalan Salib Menuju Mahkota Kemuliaan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 07:36 WITA

Maria Diangkat ke Surga: Tanda Harapan bagi Umat Beriman

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:01 WITA

​Doa, Iman, dan Kuasa yang Meredakan Badai Hidup

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:16 WITA

Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah

Berita Terbaru

BERITA

19 Tim Ramaikan Turnamen Voli Milenial Cup I Desa Kalali

Minggu, 13 Sep 2026 - 19:37 WITA

Iman & Gereja

Mengampuni Tanpa Batas: Jalan Menuju Damai dan Belaskasih Allah

Sabtu, 12 Sep 2026 - 08:08 WITA

BERITA

Saling Menegur dalam Kasih: Jalan Menuju Kesucian Hidup

Sabtu, 5 Sep 2026 - 07:38 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Mengikuti Yesus: Jalan Salib Menuju Mahkota Kemuliaan

Sabtu, 29 Agu 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!