Rasul Paulus menulis surat kepada orang Kristen di Roma. Mengapa ia menulis surat ini kepada mereka di Roma? Karena mereka sedang hidup dalam pertikaian, pertengkaran. Mengapa ada pertikaian? Karena orang Kristian mengelompokkan diri dalam dua kelompok orang. Kelompok orang “kuat” dan kelompok orang “lemah”. Kelompok orang lemah hidup menurut peraturan agama. Mereka berdoa banyak. Mereka berpuasa, beramal, dan bahkan matiraga, seperti menyangkal diri dan bahkan “menyiksa diri”, untuk menyerupai Yesus yang menderita, sengsara. Sedangkan kelompok yang lain adalah kelompok “Kuat’, lebih modern. Mereka tidak peduli dengan hal-hal kecil dalam urusan agama. Mereka hanya memperhatikan satu hal saja, ialah percaya kepada Kristus.
Kedua kemlompok ini saling mempersalahakan satu dengan yang lain. Kelompok “lemah” mengadili kelompok “kuat” dengan tuduhan bahwa mereka tidak beriman dan sebaliknya kelompok “kuat” menilai kelompok “lemah” sebagai kurang pintar, tidak berpendidikan dan kolot.
Suasan pertikaian ini masih hidup di antara umat di paroki kita. Karena kesombonga, keangkuhan, maka sering umat terpecah-belah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
3.Bertobatlah sebab Kerajaan Allah sudah dekat!” (Mat 3: 2)
Kita tidak tahu Kerajaan Allah itu bentuknya seperti apa? Kerajaan Allah itu abstrak, uncountable, tidak dapat dapat diindrai; aromanya seperti masakah apa? Warnanya sepeti warna apa? Bunyinya seperti bunyi apa? Kasar-lembutnya seperti kulit apa atau kulit siapa? Namun Kerajaan Allah dibandingkan dengan beberapa raja dan kerajaan yang hidup pada zaman sebelum dan pada zaman Yesus. Raja-raja yang tidak setia, tidak adil yang memerintah Kerajaan Israel. Maka mereka mengharapkan Allah untuk merubah segala sesuatu, baik raja, kerajaan dan masyarakatnya.
Maka Yohanes Pembaptis memberitakan contoh dengan gaya hidupnya dan seruan-seruannya sebagai teguran dan protes terhadap gaya hidup para pemimpin, baik raja-raja maupun para pemimpin agama, dengan mengatakan; “Berobatlah dan berikanlah dirimu untuk dibaptis”, maka kalian akan diterima di dalam Kerajaan Baru.
Apa makna pembaptisan? Melepaskan hidup lama dan kenakan yang hidup baru. Dengan simbol dicelupkan ke dalam air – hidup lama hilang dan Ketika keluar dari dalam air baptis, baptisan telah mengenakan hidup baru. Ritus ini diambil dari ritus masyararkat pada zaman itu. Para budak setelah dicelupkan ke dalam air dan Ketika keluar mereka dinyatakan menjadi orang bebas. Jadi pembaptisan adalah ritus pembebas dari ikatan dosa ke kehidupan orang bebas.
Undangan Yohanes Pembaptis untuk bertobat mendapatkan dua tanggapan;
Pertama,Orang biasa (ay 5-6) meminta dan menangis untuk mendapatkan pembaptisan. Kedua, orang-orang farisi dan saduki, sebagai pemimpin umat yang berkuasa dan bahkan kaya tidak siapauntuk mengubah hati dan hidupnya. Maka Yohanes Pembatis menegur mereka dengan sangat kerar, “Hai kamu keturun ular beludak/berbisa”. Kalian seperti pohon buah-buahan yang tidak menghasilkan buah.
Kata-kata Yohanes Pebaptis juga masih berlaku untuk kita pada zaman ini. Hanya bagi orang yang mau bertobat, Tuhan akan datang dan menjadi bagian dan bahkan hidupnya. Jadi tidak ada pilihan lain selain daripada kita harus bertobat. Hanya orang yang “bertobat” dari dosa-dosanya, akan dapat bertumbuh dalam iman. “Bertobatlah dan percyalahak kepada Kristus’, jawaban Petrus kepada orang yang menjadi pengikut Kristus pada hari Pentekosta pertama di Kota yerusalem. Jadi sangatlah tidak cukup dengan dicatatkan nama kita pada buku induk pembaptisan jika kita tidak bertobat dan mebersihkan hati dan hidup kita. Makan Tubuh Krisuts dan minum Darah Kristus tanpa mengaku dosa sama dengan mengobati luka tanpa lebih dahulu dibersihkan. Sampai kapanpun luka itu tidak akan sembuh.
Halaman : 1 2