Daftar Isi
Terang Kristus di Tengah Masa Prapaskah
Kita telah memasuki Minggu Prapaskah IV. Dalam Liturgi Gereja, hari ini disebut sebagai Minggu Laetare. Gereja mengajak kita untuk bersukacita di tengah masa puasa, pantang, doa, dan amal kasih, karena hari kemenangan Tuhan—Hari Raya Paskah—sudah semakin dekat. Kita bersukacita karena kita diselamatkan oleh Allah di dalam dan melalui Yesus Kristus.
Bacaan-bacaan Liturgi dalam perayaan Ekaristi ini sangat membantu kita untuk merenungkan misteri penderitaan Kristus sekaligus mengantar kita untuk merayakan Paskah-Nya.
Pengurapan Daud Menjadi Raja
Tuhan berkenan memilih Daud, putra Isai dari Betlehem, menjadi Raja Israel. Daud diurapi oleh Samuel untuk menggantikan Saul. Ia dipilih bukan karena kehebatan atau keperkasaannya, melainkan semata-mata karena kesetiaannya kepada Allah. Allah tahu bahwa Daud adalah seorang pendosa, tetapi ia bangkit dari kedosaannya karena iman akan kesetiaan Allah. Kepada Samuel yang mengurapinya, Allah bersabda: “Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Allah melihat hati.”
Yesus Sang Terang Dunia
Kisah Injil tentang penyembuhan orang yang buta sejak lahir menyatakan bahwa Yesus adalah Putera Allah dan Terang Dunia. Mukjizat ini menjadi tanda nyata dari Kabar Gembira yang dibawa Yesus: orang tuli mendengar, orang bisu berbicara, dan orang buta melihat.
Sebagai Terang Dunia, Yesus datang untuk membawa cahaya ke dalam kegelapan. Tergerak oleh belas kasihan, Ia menyembuhkan orang yang buta sejak lahir tersebut. Akhirnya, orang itu tidak hanya dapat melihat secara fisik, tetapi juga mampu melihat Tuhan dan mengikuti-Nya. Yang terpenting, ia mengenal Yesus sebagai Nabi dan Mesias. Pengakuan imannya sungguh nyata: “Tuhan, aku percaya.”
Berbagai Tanggapan atas Mukjizat
Peristiwa penyembuhan ini menimbulkan berbagai reaksi:
- Para Murid: Mereka bertanya, “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya?” Yesus menjawab bahwa hal itu terjadi supaya pekerjaan-pekerjaan Allah dinyatakan di dalam dia.
- Kaum Farisi: Karena Yesus menyembuhkan pada hari Sabat, mereka menuduh-Nya melawan hukum Allah dan menyebut-Nya sebagai pendosa atau nabi palsu.
- Si Buta: Di tengah tekanan, ia tetap teguh mengakui Yesus sebagai orang benar, Nabi, dan Mesias. Yesus membiarkan semua itu terjadi sebagai proses pemurnian iman.
Pesan Iman
Pengalaman iman akan kebaikan Tuhan—seperti mukjizat-mukjizat kecil yang kita alami setiap hari—hendaknya membawa kita pada pengakuan iman yang teguh: “Tuhan, aku percaya.” Amin.
Bacaan Kitab Suci Minggu Prapaskah IV:
- Bacaan I: 1 Sam. 16:1, 6-7, 10-13
- Injil: Yoh. 9:1-41
Editor : Del Neonub
