Soal Masalah 19 Miliar Antara BPJS Dan RSUD Naibonat, Selvie Kadju Bilang Saya Mohon Maaf.

- Editor

Selasa, 18 Juni 2019 - 15:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Voicetimor.comKab.Kupang|NTT: Kepala BPJS Kabupaten Kupang Selvie Kadju akhirnya menyampaikan permohonan maaf kepada pihak Rumah Sakit Umum Naibonat pasalnya informasi yang di sampaikannya pada saat melakukan pertemuan bersama Wakil Bupati Kupang  Jerry Manafe pekan lalu 14/06/19 diakuinya salah.
Permohonan maaf ini disampaikannya pada saat mencocokan data antara pihak rumah sakit dan BPJS di ruangan wakil bupati Kupang Jerry Manafe Senin 17/06/19.
Menurutnya dana 19 miliar yang dibayarkan ke rumah sakit itu bukan semata – mata terhitung di tahun 2018 saja namun pembayaran yang di lakukan kepada RSUD Naibonat itu mulai dari tahun 2015 hingga 2019. Sehingga totalnya mecapai 19 miliar.
“saya mohon maaf yang sebesar- besarnya karena data yang saya sampaikan itu salah. semua ini karena terjadinya miss komunikasi antara saya dan  Pihak Rumah sakit” sesalnya.
Selvie menjelaskan  sebenarnya untuk tahun 2018 pembayaran yang di lakukan BPJS  kepada RSUD Naibonat baik itu rawat inap tetap, dan rawat jalan tetap hanya mencapai Rp 4.572.861.724 (empat miliar lima ratus tujuh puluh dua juta delapan ratus enam puluh satu ribu tujuh ratus dua puluh empat rupiah) dan bukan 19 miliar sebagai mana yang dia sampaikan pada pekan lalu tersebut. Untuk itu dia mohon untuk dimaafkan.
Menanggapi hal tersebut  Direktur Rumah Sakit Umum Naibonat  dr.Erol Nenobais membenarkan jika sesuai dengan data yang di cocokan antara pihak BPJS dan Rumah Sakit memang terjadi kesalahan informasi.
Menurut Nenobais khusus untuk tahun 2018 pihak rumah sakit hanya menargetkan 9 miliar pada tahun 2018 namun karena terjadi devisit sehingga pihaknya menurunkan target menjadi 6 miliar dan ternyata yang dicapai hanya 4,5 miliar lebih.

BACA JUGA  Program Swasembada Pangan dan Misi Pemberantasan Korupsi Bupati Malaka Gagal, PMKRI Malaka Angkat Bicara
“pada tahun 2018 target kami hanya 9 miliar namun karena terjadi devisit maka target kami hanya 6 miliar dan hasilnya juga hanya 4,5 miliar lebih dan tidak capai target”

Soal tudingan kepala dinas dr. Robert Amheka kepada dirinya mengenai adanya laporan jika dia sering mengambil uang secara langsung dari Loket tanpa prosedural,  dr.Erol dengan tegas membantah tudingan tersebut. menurutnya dia selaku direktur tidak pernah melakukan hal itu.

BACA JUGA  Pemerintah Fokus pada Empat Sektor Strategis dalam Akselerasi Transformasi Digital

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“saya tegaskan bahwa pembayaran di rumah sakit tercatat secara Online dan langsung  ke rekening. Baik itu rekening BPJS, JK3, dan Taspen. uanga dari pasien tidak pernah di simpan di loket.jadi apa yang ditudingkan oleh kadis  itu tidak beralasan.” sesalnya.

Sementara Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe dalam kesempatan itu meminta kepada Pihak BPJS kabupaten Kupang untuk lebih berhati hati menyampaikan informasi sehingga tidak menimbulkan polemik seperti pekan lalu. Dia juga mengharapkan agar ke depan pelayanan di RSUD dan BPJS bisa terjalin dengan baik sehingga tidak terjadi miss komunikasi seperti sedia kala.

BACA JUGA  PBVSI Kab. Kupang Gelar Penataran Wasit Bola Voli di Fatuleu Barat
” jadi sudah jelas ya, bahwa tidak ada salah satu pihak yang “putar balek”( bohong) atau  menggelapkan keuangan negara  baik itu dari pihak RSUD dan Juga BPJS jadi saya pikir sudah clear” ucapnya.

Dia juga berjanji untuk terus melakukan pemantauan pelayanan bagi masyarakat yang dilayani mengunakan BPJS dan JK3 baik itu di RSUD Naibonat, RSUD W.Z Yohanes Kupang dan RSU Siloam yang menjadi sasaran rujukan pasien.

Selain itu, Manafe juga menagih janji Kepala dinas Kabupaten Kupang Robert Amheka untuk menempatkan tenaga kesehatan PPIP baik itu honor dan PNS di  rumah sakit Rujukan semisal RSUD W.Z  Prof. Yohanes Kupang  dan RSU.Siloam Kupang sehingga bisa memantau dan menerima aduan masyarakat terkait dengan pelayanan rumah sakit khusus  pasien BPJS dan JK3. **Man##
 
Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”
Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI
Kadis Pendidikan NTT Apresiasi Inovasi MKKS SMA Kabupaten Kupang Hadapi TKA 2026
19 Tim Ramaikan Turnamen Voli Milenial Cup I Desa Kalali
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Rabu, 30 September 2026 - 11:43 WITA

Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat

Rabu, 30 September 2026 - 06:09 WITA

Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait

Senin, 28 September 2026 - 05:09 WITA

Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”

Sabtu, 26 September 2026 - 10:25 WITA

Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI

Berita Terbaru

Gambar Olahan Komisi Komunikasi Sosial Paroki Sta. Helena Camplong

Iman & Gereja

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 3 Okt 2026 - 07:05 WITA

Gambar dihasilkan dengan Kecerdasan Buatan (ChatGPT)

PENDIDIKAN

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!