Diduga, Oknum Guru di Belu Tikam 2 Warga, Satunya Tewas

Diduga Oknum Guru Menikam dua Warga di Belu Hingga salah Satunya Tewas.

Seorang terduga pelaku penikaman di Belu yang berprofesi sebagai guru melakukan penikaman terhadap dua orang warga Halilulik, pada Kamis 27 Oktober 2022 malam.

Peristiwa naas ini menghebohkan seluruh warga di Halilulik, Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu.

Pasalnya tempat kejadian penikaman itu adalah tenda acara pernikahan yang akan digelar esok harinya.

Dilansir dari media vagansa.com, ratusan warga Halilulik memadati Rumah Sakit Marianum Halilulik guna melihat kedua korban penikaman.

Tak hanya warga, Kapolsek Tasifeto Barat bersama anggotanya juga datang Rumah sakit Marianum Halilulik.

Menurut informasi yang diperoleh media ini bahwa korban yang ditikam bernama Tomas dan Raden.

Baca Juga  Viral Remaja SMP Berdansa, Menko PMK Sebut Bakat Istimewa yang Perlu Arahan

Kedua korban tersebut diantar ke Rumah Sakit Marianum Halilulik lalu dirujuk ke rumah sakit Umum Atambua namun dalam perjalanan korban atas nama Raden akhirnya meninggal dunia.

Menurut kronologis dari keluarga korban seorang ibu yang tak diketahui namanya mengatakan, pelaku diduga dalam kondisi mabuk berat dan datang bersama komplotan hingga langsung menikam para korban.

Dikatakannya, sebelum kejadian penikaman, ada seorang pria datang ke tenda pesta lalu menggeber motornya. Aksinya itu mengganggu orang-orang yang sedang berdoa di dalam tenda sehingga menegur pria tersebut.

“Pertama ada satu laki-laki yang datang gas motor di depan tenda pesta. Saat itu orang sementara berdoa jadi dia gas sempat orang tegur,” ungkap ibu ini.

Baca Juga  36 Anggota Panwascam di Belu dilantik

Pria yang diduga oknum guru itu tidak puas karena ditegur akhirnya pergi memanggil komplotannya untuk datang ke lokasi.

Melihat kedatangan pelaku, salah satu korban bernama Thomas keluar dari tenda dan menegur mereka agar tidak perlu ribut dengan mengatakan bahwa masih hubungan kakak beradik.

“Thomas pun keluar dan tegur mengapa begitu kita adik kakak. Belum habis omong langsung tikam di pinggang sebanyak 1 kali. Tak lama kemudian Raden yang tidak tahu apa-apa baru mau jalan keluar langsung tikam di dada sebanyak 1 kali,” kata ibu ini.

Usai menikam para korban, pelaku kabur meninggalkan lokasi namun sempat menelpon calon pengantin perempuan dengan mengatakan akan kabur ke Kalimantan Setelah tikam, pelaku ancam lewat lewat telefon kepada pengantin perempuan bilang saya sudah tikam mereka lapor polisi palingan saya lari ke Kalimantan,” kata ibu menirukan ucapan pelaku.

Baca Juga  Kecamatan Kupang Timur, Mulai Menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) Tahap 3.

Hingga berita ini ditulis, media ini belum sempat konfirmasi pihak kepolisian Polsek Tasifeto Barat terkait keberadaan para pelaku tersebut.