Rohku Apa Kerjamu di sana ? | Puisi Rony Bani

- Editor

Rabu, 23 Januari 2019 - 13:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puisi Roni Bani

Heronimus Bani
Mr. Rony Bani

Malam Ini

Aku menerawangkan rohku ke negeri terawang
Di sana aku menerawang bocoran kabar sorgawi
Aku menanti di pintu asa
kiranya kabar sukacita datang di padang Efrata

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aku berharap rohku akan masuk
mendapatkan malak pembawa kabar itu.
Lalu kami bersama dalam dendang
dan tari di altar kemahakuasaan Sang Khalik

Ia menyelinapkah di sorga kekekalan itu?
Ragaku dingin membeku dan kaku.
Tiada kata nan berakta di sekujur kegentaran insan.
Sementara rohku telah sirna dalam alam tiada terkira.

BACA JUGA  Malam - Sebuah Puisi

Aku bertanya dalam kecemasan
berbaur pancaran kengerian.
Roku, apa kerjamu disana?

Ia tak memberi jawab apapun padaku.
Rupanya signal tak sempat dia bawa ketika pergi.
Atau mungkin ia lupa mengisi paket data
pada communication equipmentnya.

Atau dia justru sedang berpura-pura
tidak peduli pada raganya yang dingin membeku di bumi fana.

Bumi terkutuk sembari berberkat
bila berkeringat dan berdarah menggali potensinya.
Aku terbaring di atasnya, menikmati uap dari dalamnya.

Aku bertanya dalam kebimbangan tanpa rona memelas.
Rohku, apa kerjamu disana?

BACA JUGA  Timor, Aku Cinta Padamu

Diam…
Bisu…
Hening…

Tiada sesuatu apapun ia kirimkan sekedar gejala awal.
Tiada penanda alam seperti angin sepoi
bertiup di permukaan bumi menuju pantai.

Tiada nada-nada indah laksana angin
memainkan dedaunan di pepohonan.
Tiada deru bergolak layaknya kecemasan
dalam perut bumi yang hendak dimuntahkan.

Tiada gemuruh bagai gelombang tsunami menggemuruh bergelombang hendak menggulung bukit tertinggi.
Lalu dalam senyapnya malam ini.

Aku berbaring meneduhkan raga beku ini.
Aku memanggil rohku kembali
pada ke dalam raga agar dapat kuolahragakan.
Agar besok aku dapat berpikir jernih
sejernih beningnya tetesan embun sorgawi.

BACA JUGA  Ini Pesan Gubernur NTT Pada Apel Kesadarab ASN

Itulah kabar sukacita yang dikirimkan sang Khalik padaku.
Sementara rohku kembali dengan senyum ramah
dan masuk rumahnya.
Rumah fana berdarah.
Rumah berangka tulang berikatkan sel bertembok daging.
Di bubungannya ada setumpuk lemak
lemah nan lembek penuh sel olah pikir.

Di sana rohku hendak bertahta,
Tapi sang Khalik memerintahkannya untuk mutasi lokasi.
Ia mesti bertahta di benak dan hati
yang tenang sebagai pengontrol kehidupanku.

Sumber : http://www.teresnews.com/2019/01/16/rohku-apa-kerjamu-di-sana/

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belunews.com Terpilih Jadi Sampel Survei BPS Kabupaten Belu
Satgas Pamtas Pos Nunura Gagalkan Dugaan Penyelundupan Solar di Belu
Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru
40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan
Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu
Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:49 WITA

Belunews.com Terpilih Jadi Sampel Survei BPS Kabupaten Belu

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:19 WITA

Satgas Pamtas Pos Nunura Gagalkan Dugaan Penyelundupan Solar di Belu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:46 WITA

40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:50 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Berita Terbaru

Iman & Gereja

Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani

Sabtu, 24 Okt 2026 - 10:31 WITA

Pater Frans Lackner & Rd. Ama Kolo Imam Perdana dari Pulau Sabu

Iman & Gereja

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:52 WITA

error: Content is protected !!