Ratusan Anggota THS-THM Hadiri Pemakaman Petrus Naet

- Editor

Jumat, 22 April 2022 - 22:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petrus Naet di Makamkan Secara Organisasi THS-THM Ranting Halilulik

Jenazah Almarhum Petrus Naet (31) diserahkan oleh keluarga kepada Organisasi Tunggal Hati Seminari-Tunggal Hati Maria (THS-THM) Ranting Halilulik, Wilayah Belu Utara-Distrik Keuskupan Atambua untuk dikebumikan secara organisasi melalui upacara pemakaman yang digelar di Dusun Halilulik A, Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu.

Sesuai informasi yang diperoleh, almarhum dikabarkan menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu (20/04/22) akibat kecelakaan laka lantas yang terjadi di wilayah Desa Rinbesihat, Kecamatan Tasifeto Barat (TasBar), Kabupaten Belu-Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pantauan media, prosesi upacara tersebut diawali dengan penyerahan jenazah almarhum secara simbolis oleh keluarga kepada organisasi THS-THM dihadapan hadirin/hadiran yang turut berpartisipasi dalam sidang perkabungan hari ini di rumah duka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, dilakukan upacara pemakaman secara organisasi yang dipimpin langsung oleh salah satu dewan penasehat THS-THM Distrik Keuskupan Atambua, Januario P. V Moreira.

Di sela upacara tersebut, salah satu anggota THS-THM Ranting Halilulik mewakili seluruh peserta upacara membacakan riwayat keorganisasian almarhum serta syair perpisahan.

Usai upacara pemakaman, seluruh anggota THS-THM dan sahabat kenalan mengusung jenazah almarhum menuju Gereja Katholik Halilulik untuk didoakan bersama.

Demikian informasi dihimpun oleh media pada hari ini, Jumat (22/04/22) siang.

BACA JUGA  91 Anggota KPPS Camplong 1 Dilantik

Dewan Penasehat THS-THM Distrik, Januario P. V Moreira melalui amanatnya menyampaikan bahwa, mewakili civitas organisasi THS-THM se-keuskupan Atambua menyampaikan limpah terima kasih kepada pihak keluarga yang sudah memberikan ruang, waktu dan kepercayaan kepada organisasi untuk berkiprah di tempat ini, di bawah tenda dukacita ini guna melangsungkan upacara pemakaman bagi Alm. Petrus Naet.

Dalam kesempatan tersebut, Januario mengatakan bahwa, sebagai manusia yang beriman, kita semua (hadirin, red) tidak tahu kapan ajal menjemput kita.

“Kapan kita mau mati, kita tidak tahu. Dengan cara apa, kita semua pun tidak tahu. Sebab itu adalah rencana dan rancangan Sang Pencipta,” katanya.

Menurut Januario, kematian almarhum ini terjadi secara tiba-tiba, apa yang dialami oleh almarhum sudah berakhir dijemput ajal.

Almarhum diakhir waktunya, mengakhiri kebersamaannya dengan teman-teman dalam setiap waktu, terutama beberapa hari belakangan ini almarhum melaksanakan Novena Kerahiman Ilahi bersama semua anggota THS-THM Halilulik sejak Jumat (16/04/22) yang lalu hingga hari kemarin saat ajal menjemputnya melalui kejadian naas tersebut.

Aejauh ini organisasi THS-THM sudah melakukan Devosi Kerahiman Ilahi kurang lebih puluhan tahun belakangan ini,” tambahnya.

“30 menit sebelum mengalami kecelakaan maut, Almarhum bersama-sama bersama seluruh Anggota THS-THM mengadakan rapat persiapan penutupan kerahiman yang telah disepakati bersama Rm. Febronius Fenat, Pr selaku moderator Ranting Halilulik.

BACA JUGA  BREAKINGNEWS - Heboh,Penemuan Jenazah Bayi yang diduga Hasil dari Hubungan Gelap di Kecamatan Tasbar Belu

Kontribusi terakhir dari almarhum bagi organisasi tercintanya adalah memberi sejumlah uang untuk mencetak gambar St. Agustinus yang akan disumbangkan ke Kapela St. Agustinus Buburlaran sebagai tempat pelaksanaan kegiatan penutupan Devosi Kerahiman Ilahi pada yang akan digelar Minggu (24/04/22) mendatang,” Januario kembali menorehkan kisah hidup almarhum.

Lanjutnya, seolah-olah almarhum melakukan segala sesuatu yang berlandaskan kebaikan itu tidak ada hambatan, dan rintangan yang menghalau. Akan tetapi, ternyata dibalik buah tangan dan niat baiknya terselubung pula salam perpisahan yang tak diketahui oleh siapapun, dia pamit untuk pergi dan tak kunjung pulang.

“Saya yakin jiwa almarhum akan diperkenankan untuk bersukacita dalam surga abadi. Oleh karena itu, kita harus beranikan diri untuk mati demi kristus,” imbuh Janu Moreira.

Di akhir kata, Januario memohon maaf kepada sanak saudara, sekaligus mengajak semua anggota THS-THM dan keluarga yang berkabung untuk mendoakan kepergian almarhum agar diperkenankan untuk menikmati sukacita kekal.

Januario mewakili segenap anggota THS-THM menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga serta hadirin/hadiran yang berkesempatan ikut menyaksikan prosesi upacara tersebut.

“Sebagai manusia lemah dalam melangsungkan hidup setiap hari, pasti ada kesalahan. Ada banyak hal yang sudah kita buat, dan ada pula banyak hal yang tidak kita buat yang menyakiti hati sesama,”tutupnya.

BACA JUGA  KPK Monitor Perbaikan Tata Kelola Pertambangan di NTT

Kesempatan lain, Koordinator THS-THM Ranting Halilulik, Ronal Abi ketika ditemui media ini mengungkapkan bahwa, pihaknya (THS-THM Halilulik, red) mengalami duka yang mendalam ketika mendengar bahwa saudara Piter meninggal akibat kecelakaan.

“Kami merasa kehilangan sosok seorang ayah yang selama ini sudah berbagi rasa bersama kami di Halilulik. Beliau (Kakak Piter) sudah berbuat banyak untuk kami semua. Kami belum bisa balas jasa,” ungkapnya.

Menurut Ronal, kepergian almarhum Piter meninggalkan perih di hati. Sebagai manusia lemah, dan sebagai saudara se-organisasi, pihaknya belum bisa menerima peristiwa ini. Namun semuanya sudah tertulis bahwa kematian itu merupakan sarana menuju hidup yang baru. Manusia boleh merencanakan namun Tuhan berkehendak lain.

Semoga beliau senantiasa menjadi pendoa setia, bagi keluarga besar yang ditinggalkan dan juga bagi organisasi. Dan teruntuk dia yang sudah berada di alam baru, selamat jalan saudaraku, katanya.

Turut hadir dalam upacara tersebut; jajaran penasehat dan pengurus distrik keuskupan Atambua, Pengurus Wilayah Belu Utara serta utusan anggota THS-THM dari beberapa ranting yang berada di wilayah Dekenat Belu Utara dan Nurobo. Jumlah anggota yang hadir mencapai ratusan orang.

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”
Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI
Kadis Pendidikan NTT Apresiasi Inovasi MKKS SMA Kabupaten Kupang Hadapi TKA 2026
19 Tim Ramaikan Turnamen Voli Milenial Cup I Desa Kalali
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Rabu, 30 September 2026 - 11:43 WITA

Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat

Rabu, 30 September 2026 - 06:09 WITA

Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait

Senin, 28 September 2026 - 05:09 WITA

Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”

Sabtu, 26 September 2026 - 10:25 WITA

Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI

Berita Terbaru

Gambar Olahan Komisi Komunikasi Sosial Paroki Sta. Helena Camplong

Iman & Gereja

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 3 Okt 2026 - 07:05 WITA

Gambar dihasilkan dengan Kecerdasan Buatan (ChatGPT)

PENDIDIKAN

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!