Pemuda Raimataus Minta Bupati Malaka Perintahkan Inspektorat Untuk Audit Ulang Desa Raimataus

- Editor

Senin, 24 April 2023 - 06:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malaka-News.matatimor – Net : Misi pemberantasan Korupsi di Kabupaten Malaka belum tuntas dan harud dilanjutkan.

Hal ini bertujuan untuk mencegah, memberantas atau paling tidak mengurangi angka kasus korupsi dana desa di Kabupaten Malaka.

Karena Sesuai dengan Misi Bupati dan Wakil Bupati Malaka terpilih periode 2020/2025, “Malaka Bersih dari Korupsi,” Sepenggal Kalimat ini didukung dengan Misi 100 Hari Kerja.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Misi 100 hari kerja ini tercapai, Namun ada beberapa hal yang dinilai oleh beberapa elemen masyarakat bahwa misi 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Malaka terpilih ini gagal dicapai.

Karena Ada beberapa Kepala Desa di Kabupaten Malaka yang tidak diaudit. Ada pun di Audit, namun hanya audit administrasi sedangkan audit Fisik, tidak dilakukan oleh Instansi terkait.

Demikian Informasi ini dihimpun oleh media News Matatimor pada Senin 24 April 2022.

BACA JUGA  Begini Pernyataan Resmi Kemenkumham Terkait Penerimaan CPNS 2023.

Aryanto Bria, Salah seorang pemuda Desa Raimataus saat dikonfirmasi awak media ini pada 24 April 2023, menerangkan bahwa sejauh ini, Dia Aryanto Menilai ada hal aneh yang sementara dipelihara oleh oknum-oknum tertentu. Dan Keanehan tersebut dilakukan secara Vertikal.

“Keanehan pemerintah kabupaten malaka secara Vertikal,” Tulis Aryanto pada Pesan WhatsAppnya.

Aryanto menilai bahwa pemerintah Kabupaten Malaka Apatis terhadap pengaduan masyarakat desa Raimataus. Padahal menurut Aryanto, Keadaan di Desa Raimataus perlu ada perhatian serius dari pemerintah Kabupaten terkait beberapa persoalan yang sampai hari ini belum kelar.

“Ketika masyarakat mengadu soal penyelewengan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDES), kritik di media soal Korupsi. Tidak ada tanggapan serius oleh pihak terkait,” Terang Aryanto, Pemuda Desa Raimataus yang kerab disapa Galang.

BACA JUGA  Pemuda Minta APH periksa Kades & Pengelola Bumdes Renrua

“Namun ketika masyarakat kritik di media dan menyinggung perasaan pemerintah,” Tambah Galang, “1/2 jam saja, Aparat Penegak Hukum langsung cegat dan mengamankan di kantor polisi.”

Galang pun menandaskan, seharusnya pemerintah kabupaten Malaka berbenah dan harus transparan soal penanganan kasus penyelewengan Dana Desa oleh Kepala Desa terpilih pada periode sebelumnya di Desa Raimataus Kecamatan Malaka Barat.

“Tetapi pemerintah tidak sadar bahwa adanya pengaduan atau kritik soal korupsi itu ulahnya dari pemerintah yang memang tidak transparan terhadap masyarakat dan tidak menjalankan tugas nya sesuai aturan,” Tandas Galang Bria.

  1. Misi Bupati dan Wakil Bupati Terpilih “100 hari kerja, Audit Dana Desa yang ada di kabupaten malaka akan di Audit. Tetapi nyata nya beberapa desa di kabupaten malaka di istimewakan dan bebas dari audit.
  2. Perangkat desa yang di angkat seharus nya melalui penyaringan dan penjaringan. Tetapi nyatanya aturan tinggal aturan.
  3. Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang tidak tau tugas pokoknya sebagai pengawas desa. Tetapi mengapa Surat Keputusan (SK) BPD itu tidak di nonaktifkan.
BACA JUGA  Gubernur NTT Launching BIS "TAYO" Kupang-Dili

“Apa yang saya Uraikan disini ada benarnya karna memang pengalaman saya di desa raimataus seperti itu,” Ketus Galang.

“Oleh karna itu, saya sebagai salah seorang masyarakat desa Raimataus minta dengan hormat kepada Bapak Bupati Malaka agar segera perintahkan Inspektorat untuk adakan pemeriksan ulang di desa Raimataus, kami masyarakat sampaikan ini, karena kami peduli desa raimataus dalam mengingatkan bapak soal misi 100 hari kerja yang berakhir kian gagal,” Pungkas Galang, Tegas.

Penulis : Theo Kiik

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama
Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas
Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup
FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM
Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia
Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:04 WITA

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:54 WITA

Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa

Kamis, 14 Mei 2026 - 23:21 WITA

200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:48 WITA

Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:32 WITA

Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

Misteri Kasih Allah dalam Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:30 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Dari Loh Batu ke Hati Manusia: Karya Roh Kudus di Hari Pentekosta

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:11 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Pesan Paus Leo XIV Untuk Hari Komsos Sedunia ke-60

Minggu, 17 Mei 2026 - 06:10 WITA

error: Content is protected !!