Paus Fransiskus pada Kamis Putih: Hidup itu indah ketika kita saling membantu

- Editor

Kamis, 6 April 2023 - 23:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pada Misa Kamis Putih / Mengenang Perjamuan Tuhan di lembaga pemasyarakatan remaja Casal del Marmo Roma, Paus Fransiskus mengingatkan Umat Katolik tentang bagaimana Kristus, dalam membasuh kaki murid-muridNya, mengajarkan kita pentingnya kerendahan hati dan pelayanan yang lahir dari hati yang mulia.

Pada hari Kamis Putih Paus Fransiskus merayakan Misa Perjamuan Tuhan di lembaga pemasyarakatan remaja Casal del Marmo di mana dia melakukan ritus tradisional pembasuhan kaki dua belas orang muda di sana. 

Dua belas orang pemuda yang dipilih untuk pembasuhan kaki bervariasi umurnya dari 14 hingga 25 tahun. Sepuluh pemuda dan dua pemudi, dua di antaranya berasal dari Sinti, yang lain dari Kroasia, Senegal, Rumania, dan Rusia, mewakili berbagai tradisi kepercayaan.

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

ads

MURAH! Hubungi 08113810024

Pemimpin Gereja Katolik tertinggi dunia ini sebelumnya pernah mengunjungi lembaga Casal del Marmo ini pada tahun 2013, setelah dilantik menjadi paus, Bapa Suci memilih untuk merayakan liturgi Kamis Putih Lembaga Pemasyarakatan yang terletak di pinggiran kota Roma ini.

BACA JUGA  Sigap, Prajurit Kompi Kavaleri KKA Bantu Masyarakat Padamkan api Karhutla

Hati yang mulia untuk semua

Dalam homilinya, Paus memusatkan pikirannya pada Injil liturgi yang menceritakan ketika Yesus, sehari sebelum Sengsara, membasuh kaki murid-muridnya sebagai sikap kerendahan hati dan pelayanan, pembasuhan kaki pada jaman Yesus, hanya akan dilakukan oleh seorang budak. 

Paus menjelaskan bagaimana hidup akan begitu indah jika kita meniru gerakan dan semangat ini dalam kehidupan kita sehari-hari, saling membantu, daripada mengikuti cara-cara duniawi untuk menipu atau memanfaatkan satu sama lain. Saling membantu, bahkan melalui gerakan manusia yang sederhana, muncul dari hati yang mulia, katanya, dan Yesus hari ini ingin mengajar kita dan mendorong kita untuk memiliki “hati yang mulia” ini.

BACA JUGA  Antara CASIS AKPOL dan Pendidikan KITA, MARI BERKACA!

Kita bisa berkecil hati atau malu dengan apa yang ada pada diri kita, kata Paus, tetapi Yesus tahu semua tentang kita dan “mencintai kita apa adanya,” membasuh kaki kita semua. 

Paus mengatakan kita tidak boleh takut dengan kelemahan kita dan yakinlah bahwa Tuhan ingin menemani kita dalam perjalanan kita, “untuk memegang tangan kita sehingga hidup tidak terlalu sulit bagi kita.”

Terpanggil untuk saling membantu

Sebagai penutup, Bapa Suci menjelaskan bahwa gerakan membasuh kaki kedua belas orang muda yang hadir bukan hanya gerakan cerita rakyat, tetapi tanda bagaimana kita harus bersama – saling membantu, saling menunjukkan cinta dan rasa hormat untuk satu sama lain. martabat yang luar biasa dari semua, bahkan dalam kelemahan kita sebagai orang berdosa. 

BACA JUGA  Kejagung Limpahkan Berkas Perkara Ferdy Sambo ke PN Jaksel

Jika kita menerapkan sikap dan semangat pelayanan ini, katanya, kita dapat meringankan begitu banyak ketidakadilan di dunia kita. Dia melanjutkan untuk mengingatkan kita bahwa menganggur, dalam keluarga yang berantakan, berjuang untuk bertahan hidup, mengalah pada kelemahan kita, adalah sesuatu yang dapat terjadi pada kita masing-masing kapan saja. 

Di akhir Misa, Paus memberkati sebuah plakat pengukuhan besar untuk kapel yang didedikasikan untuk Beato Fr. Pino Puglisi, pastor paroki Sisilia terkenal yang dibunuh karena menentang kejahatan terorganisir. Paus menyapa orang-orang muda yang ditahan di lembaga pemasyarakatan dan menerima hadiah salib yang mereka buat. Serta beberapa biskuit dan pasta yang diproduksi oleh orang-orang muda. 

Paus memberi mereka, direktur dan personel Casal del Marmo rosario dan cokelat telur Paskah, sebuah tradisi Italia.

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN
Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti
Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi
Dari Konten ke Pewartaan: Misi Komsos Menjangkau Dunia
Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya
Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa
Pesan Paus Leo XIV Untuk Hari Komsos Sedunia ke-60
Berita ini 24 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 05:03 WITA

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:20 WITA

Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Senin, 1 Juni 2026 - 10:47 WITA

Dari Konten ke Pewartaan: Misi Komsos Menjangkau Dunia

Senin, 1 Juni 2026 - 08:49 WITA

Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:04 WITA

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong

Berita Terbaru

Gambar dokumentasi dan olahan matatimor.net

KOTBAH & RENUNGAN

Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas

Sabtu, 18 Jul 2026 - 09:11 WITA

Gambar dibuat dengan GeminiAI (prompt oleh del neonub)

OPINI

Final Piala Dunia 2026: Takdir Sejarah vs. Kekuatan Devosi

Kamis, 16 Jul 2026 - 06:45 WITA

Foto oleh matatimor

KOTBAH & RENUNGAN

Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita

Sabtu, 11 Jul 2026 - 11:48 WITA

Grafis oleh matatimor.net

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Kedamaian yang Hilang di Tengah Hidup Sehari-hari

Sabtu, 4 Jul 2026 - 07:54 WITA

error: Content is protected !!