Taman Fronteira Garden Atambua Menjadi Saksi Bisu, Tiga Orang Pemuda Meruda Paksa Seorang Anak Dibawah Umur

- Editor

Senin, 13 Maret 2023 - 22:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Atambua, News.Matatimor – Net : Polres Belu berhasil mengamankan empat orang tersangka persetubuhan anak dibawah umur yang berinisial MLKG alias Mawar (16) yang terjadi di Taman Fronteira garden Atambua, Keluaran Tulamalae, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Diketahui, keempat tersangka tersebut bernama, Gregorius Bere alias Goris (19), Nofianus Hendik Alias Jovi (19), MLA alias Dorus (16), dan Oktovianus Moruk alias Okto (23). Keempatnya ditahan karena menyetubuhi anak di bawah umur (mawar).

“ saat kita terima laporan pada hari jumat 17 Februari 2023 sekitar pukul pukul 13.00 wita.” Ungkap Kapolres Belu melalui kasie Humas Polres Belu, IPTU I Ketut Karnawa, SH dalam press release di Mako Polres, senin 13 Maret 2023.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

BACA JUGA  Blusukan Ke Lapas Atambua, Ini Pesan Kakanwil NTT Bagi ASN Lapas

Dijelaskan Karnawa, persetubuhan yang dilakukan para tersangka terjadi kamis, 16 Februari 2023 sekitar pukul 22.00 wita.

Tempat kejadiannya, Lanjut Karnawa, di taman Fronteira garden Atambua tepatnya samping Gor Saluran air, kelurahan tulamalae, Kecamatan Atambua Barat.

Berikut kronologis kejadiannya :

awalnya pada hari kamis, 16 Februari 2023 sekitar pukul 20.30 wita, keempat tersangka ini sedang duduk bersama di kediamannya Okto Moruk di Raibasin, Tasifeto Timur.
Tiba – tiba, lanjut Karnawa, korban mawar (16) mengirim pesan via inbox facebook dan mengatakan bahwa dirinya (korban) sedang tersesat di dekat Gor Atambua, sehingga meminta tolong kepada tersangka okto moruk yang merupakan pacar dari korban Mawar untuk menjemputnya.

Dengan demikian, tersangka Okto Moruk mengajak ketiga tersangka lainnya untuk pergi ke Atambua untuk menemui korban Mawar. Saat dalam perjalan tersangka Okto Moruk mengatakan kepada ketiga tersangka lainnya bahwa mawar ini bisa di Pakai (Berhubungan badan).

BACA JUGA  Penikaman Warga Di Belu, Jenazah Korban diarak Hingga Rumah Komplotan Terduga Pelaku dirusak masa

Kemudian, Lanjut Karnawa, Sesampai di taman fronteira Garden Atambua tersangka Okto menurunkan ketiga tersangka lainnya di tempat itu, lalu tersangka okto menjemput korban Mawar di dekat Gor Atambua.

“ dia (Okto moruk) yang jemput korban mawar dan dibawahlah korban ke taman fronteira garden atambua. Saat itu, mereka bercerita,” terangnya.

Berselang lima menit kemudian, sambung Karnawa, tersangka Okto Moruk beralasan untuk pergi membeli rokok, namun sebelum tersangka pergi ia mengatakan kepada ketiga tersangka lainnya dalam bahasa tetum yang tidak dimengerti oleh korban “ Emi Halo Ba Hau Lae” yang arti “ kalian buat saja saya tidak”.

Dari kode itu, jelasnya, ketiga tersangka lainnya yang merupakan teman dekat tersangka Okto Moruk langsung melancarkan aksi persetubuhannya secara bergelirian. Yang mendapatkan kesempatan pertama, Gregorius Bere, kedua, Nofianus Hendik dan yang terakhir anak dengan Inisial MLA alias Dorus.

BACA JUGA  Bawaslu awasi Verifikasi ulang Partai Ummat

“ setelah mereka menyetubuhan korban Mawar barulah tersangka Okto Moruk datang dan menjemput ketiga tersangkanya dan meninggalkan korban Mawar di lokasi kejadian seorang diri” Terangnya.

Atas peristiwa itu, keempat tersangka di kenakan pasal 81 ayat 2 UU nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan atas PERPPU nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlinda Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 e KUHPidana jo pasal 56 ayat 1 ke 2 eKUHPidana jo UU nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan anak.

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”
Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI
Kadis Pendidikan NTT Apresiasi Inovasi MKKS SMA Kabupaten Kupang Hadapi TKA 2026
19 Tim Ramaikan Turnamen Voli Milenial Cup I Desa Kalali
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Rabu, 30 September 2026 - 11:43 WITA

Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat

Rabu, 30 September 2026 - 06:09 WITA

Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait

Senin, 28 September 2026 - 05:09 WITA

Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”

Sabtu, 26 September 2026 - 10:25 WITA

Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI

Berita Terbaru

Gambar Olahan Komisi Komunikasi Sosial Paroki Sta. Helena Camplong

Iman & Gereja

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 3 Okt 2026 - 07:05 WITA

Gambar dihasilkan dengan Kecerdasan Buatan (ChatGPT)

PENDIDIKAN

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!