Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI

- Editor

Sabtu, 26 September 2026 - 10:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paus Leo XIV di UNESCO: Perdamaian dan Martabat Manusia Harus Tetap Menjadi Pusat di Era AI

PARIS, MATATIMOR.NET – Paus Leo XIV menyerukan penguatan kerja sama internasional untuk membangun dunia yang lebih damai dan adil dalam kunjungan bersejarahnya ke Markas UNESCO di Paris, Prancis, Jumat, 25 September 2026.

Kunjungan tersebut merupakan kunjungan pertama Paus Leo XIV ke badan Perserikatan Bangsa-Bangsa di luar Italia. Kunjungan ini juga menjadi kunjungan Paus ke UNESCO setelah Paus Yohanes Paulus II menyampaikan pidato di organisasi tersebut pada 2 Juni 1980.

Di hadapan lebih dari 1.400 peserta yang terdiri atas negara-negara anggota UNESCO, komisi nasional, dan keluarga besar UNESCO, Paus Leo XIV menegaskan kembali pentingnya pendidikan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, komunikasi, dan informasi sebagai sarana membangun perdamaian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perdamaian Dimulai dari Manusia

Dalam pidatonya, Paus Leo XIV mengutip prinsip dasar Konstitusi UNESCO tahun 1945 bahwa karena perang bermula dari pikiran manusia, maka pertahanan terhadap perdamaian juga harus dibangun dalam pikiran manusia.

BACA JUGA  Ini Kata Kades Tasain Soal Media Yang Selalu Meliput dirinya

Menurut Paus, perdamaian tidak dapat hanya bergantung pada perjanjian atau kompromi politik. Perdamaian membutuhkan fondasi keadilan dan tanggung jawab etis.

Pesan tersebut menempatkan manusia sebagai pusat dari usaha membangun perdamaian dunia.

AI Harus Melayani Manusia

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu perhatian utama dalam pertemuan Paus Leo XIV dengan UNESCO.

Paus mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus digunakan untuk melayani manusia dan tidak boleh berubah menjadi instrumen dominasi, eksploitasi, ataupun eksklusi.

AI memang mampu mengolah data dalam jumlah besar, tetapi kemampuan tersebut tidak berarti bahwa mesin dapat menggantikan manusia dalam menjawab pertanyaan mendasar tentang kebenaran dan makna kehidupan.

Karena itu, perkembangan teknologi membutuhkan tanggung jawab etis dengan tetap menempatkan martabat manusia sebagai pusat.

Pandangan tersebut sejalan dengan perhatian UNESCO terhadap perkembangan AI. Direktur Jenderal UNESCO Khaled El-Enany menegaskan bahwa kecerdasan manusia, kemampuan membedakan yang benar dan salah, tanggung jawab moral, kreativitas, serta empati tidak dapat begitu saja digantikan oleh mesin.

BACA JUGA  Lepas 827 Wisudawan, Ini Pesan Rektor UM Kupang

UNESCO juga terus mendorong pengembangan AI yang etis, mudah diakses, adil, dan berkelanjutan.

Pendidikan Tetap Menjadi Kunci

Pesan Paus Leo XIV memiliki relevansi kuat bagi dunia pendidikan.

Di tengah semakin luasnya penggunaan AI dalam proses belajar-mengajar, pendidikan tidak cukup hanya mengajarkan peserta didik bagaimana menggunakan teknologi. Pendidikan juga harus membentuk kemampuan berpikir kritis, melakukan penilaian terhadap informasi, membedakan fakta dan informasi yang keliru, serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Dalam pertemuan tersebut, Paus juga memberikan perhatian khusus terhadap perlindungan anak-anak dan kaum muda di ruang digital.

Ia menyerukan agar kerentanan anak dan kaum muda tidak menjadi peluang untuk eksploitasi. Teknologi, menurut pesan Paus, harus mendukung pertumbuhan, pendidikan, dan relasi mereka sekaligus menjaga kebebasan untuk berpikir dan membedakan.

Khaled El-Enany: Manusia Harus Tetap Menjadi Pusat

Direktur Jenderal UNESCO Khaled El-Enany dalam sambutannya menekankan bahwa manusia berada di jantung misi UNESCO.

Ia menyebut para siswa, guru, ilmuwan, peneliti, inovator, seniman, pekerja budaya, jurnalis, masyarakat lokal, dan masyarakat adat sebagai bagian penting dari kerja UNESCO.

El-Enany juga menegaskan pentingnya menempatkan hak asasi manusia dan martabat manusia dalam pengembangan serta penggunaan AI.

Pertemuan Paus Leo XIV dan El-Enany melanjutkan dialog antara Takhta Suci dan UNESCO. Keduanya sebelumnya bertemu di Vatikan pada 5 Juni 2026 untuk membahas isu perdamaian, martabat manusia, dan kecerdasan buatan.

BACA JUGA  Warga Binaan Lapas Kelas II.B Atambua Ikuti Pembinaan Kerohanian Dari Penyuluh Kemenag Kabupaten Belu.

Pohon Zaitun untuk Perdamaian

Kunjungan tersebut ditutup dengan simbol perdamaian.

Paus Leo XIV bersama Khaled El-Enany menyiram Olive Tree of Peace (Pohon Zaitun Perdamaian) di Square of Tolerance, UNESCO.

El-Enany kemudian menyerahkan Book of Peace kepada Paus. Buku tersebut berisi pesan-pesan perdamaian dari perwakilan negara-negara anggota UNESCO, keluarga UNESCO, dan berbagai jejaring organisasi di seluruh dunia.

Teknologi Boleh Maju, Manusia Jangan Kehilangan Martabat

Kunjungan Paus Leo XIV ke UNESCO memberikan pesan yang relevan bagi dunia yang sedang memasuki perubahan besar akibat perkembangan kecerdasan buatan.

Kemajuan teknologi membawa peluang besar bagi pendidikan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan kehidupan manusia. Namun, kemajuan tersebut membutuhkan arah dan tanggung jawab.

Pada akhirnya, pertanyaan penting bukan hanya seberapa canggih AI yang dapat diciptakan manusia, tetapi juga manusia seperti apa yang ingin dibentuk melalui kemajuan teknologi tersebut.

Pendidikan, kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi karena itu perlu berjalan bersama dengan penghormatan terhadap martabat manusia.

Matatimor.net | Pendidikan, Kebudayaan, Iman dan Kemanusiaan

Facebook Coment

Penulis : Del Neonub

Editor : Del Neonub

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Renungan Minggu Biasa XXIX: Hak Kaisar dan Hak Allah
Undangan Perjamuan Tuhan dan Kesiapan Hati Kita
Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu
Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya
Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
Berita ini 22 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:11 WITA

Renungan Minggu Biasa XXIX: Hak Kaisar dan Hak Allah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:31 WITA

Undangan Perjamuan Tuhan dan Kesiapan Hati Kita

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:50 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:05 WITA

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Rabu, 30 September 2026 - 11:43 WITA

Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat

Berita Terbaru

Gambar oleh Del Neonub

Iman & Gereja

Renungan Minggu Biasa XXIX: Hak Kaisar dan Hak Allah

Sabtu, 17 Okt 2026 - 10:11 WITA

Foto by Del Neonub

INSPIRASI

Satu Malam di Nauen: Doa, Jamuan, dan Cerita Persaudaraan

Jumat, 16 Okt 2026 - 13:50 WITA

Gambar oleh Komsos Sta. Helena

Iman & Gereja

Undangan Perjamuan Tuhan dan Kesiapan Hati Kita

Sabtu, 10 Okt 2026 - 07:31 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY amankan 1.820 liter solar dalam dua dugaan upaya penyelundupan di perbatasan RI–Timor Leste, Kabupaten Belu, NTT.

BERITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Jumat, 9 Okt 2026 - 09:50 WITA

Gambar Olahan Komisi Komunikasi Sosial Paroki Sta. Helena Camplong

Iman & Gereja

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 3 Okt 2026 - 07:05 WITA

error: Content is protected !!