Penikaman Warga Di Belu, Jenazah Korban diarak Hingga Rumah Komplotan Terduga Pelaku dirusak masa

- Editor

Jumat, 28 Oktober 2022 - 09:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belu – Matatimor – Raden salah satu korban penikaman di Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kab. Belu, dijemput lalu diarak oleh keluarga dan kerabat melintasi beberapa rumah yang diduga milik terduga pelaku hingga terjadi perusakan dan pembakaran. Baca : Diduga Oknum Guru di Belu Tikam Warga

Korban yang sebelumnya barada bersama keluarga di tenda persiapan resepsi pernikahan keluarganya harus kehilangan nyawa akibat tusukan pisau dari tangan salah salah satu terduga pelaku yang juga masih ada hubungan keluarga (Sepupu) pada Kamis, 27/10/2022 pukul 19:00.

Peristiwa naas ini menghebohkan seluruh warga di Halilulik, Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu. Pasalnya tempat kejadian penikaman itu adalah tenda acara pernikahan yang akan digelar esok harinya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut informasi yang diperoleh media ini, korban yang ditikam bernama Tomas dan Raden.

BACA JUGA  Ini Pesan Gubernur NTT Pada Apel Kesadarab ASN

Menurut kronologis dari keluarga korban seorang ibu mengatakan, pelaku diduga dalam kondisi mabuk berat dan datang bersama komplotan hingga langsung menikam para korban yang saat itu juga berada dalam tenda yang sedang dipersiapkan untuk resepsi pernikahan pada hari esoknya.

Dikatakannya, sebelum kejadian penikaman, ada seorang pria datang ke tenda pesta lalu menggeber motornya.

Aksinya itu mengganggu orang-orang yang sedang berdoa di dalam tenda sehingga menegur pria tersebut.

“Pertama ada satu laki-laki yang datang gas motor di depan tenda pesta. Saat itu orang sementara berdoa jadi dia gas sempat orang tegur,” ungkap ibu ini.

Pria yang diduga oknum guru itu tidak puas karena ditegur akhirnya pergi memanggil komplotannya untuk datang ke lokasi.

Melihat kedatangan pelaku, salah satu korban bernama Thomas keluar dari tenda dan menegur mereka agar tidak perlu ribut dengan mengatakan bahwa masih hubungan kakak beradik.

BACA JUGA  Ini Yang Dilakukan Tiga Komonitas di NTT Terhadap Korban Bencana Longsor di Kabupaten Belu

“Thomas pun keluar dan tegur mengapa begitu kita adik kakak. Belum habis omong langsung tikam di pinggang sebanyak 1 kali. Tak lama kemudian Raden yang tidak tahu apa-apa baru mau jalan keluar langsung tikam di dada sebanyak 1 kali,” kata ibu ini.

Usai menikam para korban, pelaku kabur meninggalkan lokasi namun sempat menelpon calon pengantin perempuan dengan mengatakan akan kabur ke Kalimantan

“Setelah tikam, pelaku ancam lewat lewat telefon kepada pengantin perempuan bilang saya sudah tikam mereka lapor polisi palingan saya lari ke Kalimantan,” kata ibu menirukan ucapan pelaku.

Kedua korban tersebut lalu diantar ke Rumah Sakit Marianum Halilulik lalu dirujuk ke rumah sakit Umum Atambua namun dalam perjalanan korban atas nama Raden akhirnya meninggal dunia.

BACA JUGA  Tega, RSUD Atambua diduga tolak Pasien Darurat

Mendegar kabar duka ini, lalu keluarga dan kerabat korban lalu menjemput jenasah hingga sekitaran halilulik lalu jenasah korban diturunkan dari ambulans untuk diarak.

Merasa kesal dan emosi akhirnya masa yang menjemput jenasah korban, lalu melampari dan merusak 8 unit rumah dan yang 1 unit dibakar bagian belakang hingga kaca jendela dan kursi meja juga ikut dirusak masa.

Hingga berita ini diturunkan rumah-rumah yang dirusak dijaga ketat oleh personel Brimob dan anggota Kepolisian lainnya di lokasi kejadian.

Para pemilik rumahpun terpaksa harus mengungsi dan meninggalkan rumah mereka dan dijaga oleh personil Brimob bersenjata lengkap para penghuni takut akan terjadi serangan lanjutan masa dari keluarga korban.

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belunews.com Terpilih Jadi Sampel Survei BPS Kabupaten Belu
Satgas Pamtas Pos Nunura Gagalkan Dugaan Penyelundupan Solar di Belu
Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru
40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan
Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu
Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:49 WITA

Belunews.com Terpilih Jadi Sampel Survei BPS Kabupaten Belu

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:19 WITA

Satgas Pamtas Pos Nunura Gagalkan Dugaan Penyelundupan Solar di Belu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:46 WITA

40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:50 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Berita Terbaru

Iman & Gereja

Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani

Sabtu, 24 Okt 2026 - 10:31 WITA

Pater Frans Lackner & Rd. Ama Kolo Imam Perdana dari Pulau Sabu

Iman & Gereja

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:52 WITA

error: Content is protected !!