Paus di Indonesia: ‘Dialog antaragama menumbuhkan rasa saling menghormati’

- Editor

Sabtu, 7 September 2024 - 09:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat bertemu dengan otoritas sipil Indonesia di Jakarta, Paus Fransiskus menjunjung tinggi semboyan negara “Bersatu dalam Keberagaman,” dan menjanjikan upaya Gereja Katolik untuk mendukung dialog antaragama dan kerukunan sipil.

Paus Fransiskus menyampaikan pidato pertamanya di tanah Indonesia pada hari Rabu saat ia bertemu dengan otoritas negara, masyarakat sipil, dan korps diplomatik di istana kepresidenan Istana Negara di Jakarta.

Ia disambut oleh Presiden Joko Widodo, kerumunan anak-anak Indonesia yang mengibarkan bendera Vatikan dan Indonesia, serta beberapa anggota pasukan pengamanan presiden.

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

ads

MURAH! Hubungi 08113810024

Saat menandatangani Buku Kehormatan, Paus menulis dalam bahasa Italia: “Terbenam dalam keindahan tanah ini, tempat pertemuan dan dialog antara berbagai budaya dan agama, saya mendoakan agar masyarakat Indonesia semakin bertumbuh dalam iman, persaudaraan, dan kasih sayang. Tuhan memberkati Indonesia!”

hinneka Tunggal Ika

Dalam sambutannya kepada pemerintah, Paus berterima kasih kepada semua pihak yang menyambutnya di Indonesia. Ia juga menggarisbawahi bahwa keberagaman suku bangsa dan agama di Indonesia dapat disebut sebagai “jalinan pemersatu”, sebagaimana lautan dapat menyatukan ribuan pulau.

BACA JUGA  Paus Fransiskus Sampikan Belasungkawa Atas Meninggalnya Presiden Iran

“Semboyan negara kita, Bhinneka Tunggal Ika (Berbeda-beda tetapi Satu) menggambarkan dengan baik realitas yang beraneka ragam ini, yakni masyarakat yang berbeda-beda bersatu dengan kokoh dalam satu negara,” katanya.

Bapa Suci mencatat bahwa keharmonisan dalam keberagaman mengharuskan setiap orang menganut semangat persaudaraan dalam mencari kebaikan semua orang.

“Keseimbangan yang arif dan cermat ini, antara keragaman budaya dan perbedaan visi ideologi, serta cita-cita yang mempererat persatuan, harus terus dipertahankan terhadap ketidakseimbangan,” katanya.

Karya kerajinan seperti itu, imbuhnya, melibatkan seluruh rakyat Indonesia dan mengajak mereka untuk berjuang menuju kerukunan, keadilan, penghormatan terhadap hak asasi manusia, pembangunan berkelanjutan, dan mengejar perdamaian.

Upaya Gereja untuk memajukan kebaikan bersama

Paus Fransiskus menjanjikan keterlibatan Gereja Katolik dalam mempromosikan dialog antaragama dan membina “kerukunan yang damai dan bermanfaat.”

BACA JUGA  Masuknya Virus Rabies di Soe, Pemerintah Kota Kupang Bentuk Posko Pencegahan dan Posko Terpadu

Dialog antaragama, katanya, dapat membantu menghilangkan prasangka dan menciptakan iklim saling menghormati dan percaya.

“Gereja Katolik,” katanya, “bertugas melayani kepentingan umum dan ingin memperkuat kerja sama dengan lembaga-lembaga publik dan pelaku-pelaku lain dalam masyarakat sipil, mendorong terbentuknya tatanan sosial yang lebih seimbang, dan memastikan penyaluran bantuan sosial yang lebih efisien dan merata.”

Saling menghormati dan keadilan

Paus kemudian menunjukkan bahwa Pembukaan Undang-Undang Dasar Indonesia Tahun 1945 merujuk pada “Tuhan Yang Maha Esa” dan keadilan sosial beberapa kali hanya dalam beberapa baris.

“Kesatuan dalam keberagaman, keadilan sosial, dan berkat Tuhan merupakan prinsip-prinsip dasar yang dimaksudkan untuk mengilhami dan membimbing tatanan sosial,” katanya. “Prinsip-prinsip tersebut dapat diibaratkan sebagai struktur pendukung, dasar yang kokoh untuk membangun rumah.”

BACA JUGA  Cara bikin Youtube dari NOL sampai dapat Gaji

Menyesalkan ketegangan kekerasan yang dapat meletus di negara-negara ketika otoritas sipil memaksakan keseragaman, Paus Fransiskus mengatakan filosofi yang membimbing negara Indonesia adalah “seimbang dan bijaksana.”

Ia teringat kata-kata Paus St. Yohanes Paulus II ketika ia mengunjungi Jakarta pada tahun 1989, yang mengajak pemerintah Indonesia untuk menghormati “kehidupan manusia dan politik semua warga negara” dan mendorong “pertumbuhan persatuan nasional yang berdasarkan toleransi dan rasa hormat terhadap orang lain”.

Perdamaian, tambahnya, “adalah karya keadilan” ( opus justitiae pax ), dan merupakan karya setiap orang.

“Harmoni tercapai,” pungkas Paus Fransiskus, “ketika kita berkomitmen bukan hanya pada kepentingan dan visi kita sendiri, tetapi juga pada kebaikan semua orang, membangun jembatan, membina kesepakatan dan sinergi, menyatukan kekuatan untuk mengalahkan segala bentuk tekanan moral, ekonomi, dan sosial, serta mendorong perdamaian dan kerukunan.”

Facebook Coment

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN
Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti
Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi
Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya
Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama
Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 05:03 WITA

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:20 WITA

Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Senin, 1 Juni 2026 - 08:49 WITA

Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:04 WITA

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:54 WITA

Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa

Berita Terbaru

Gambar dokumentasi dan olahan matatimor.net

KOTBAH & RENUNGAN

Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas

Sabtu, 18 Jul 2026 - 09:11 WITA

Gambar dibuat dengan GeminiAI (prompt oleh del neonub)

OPINI

Final Piala Dunia 2026: Takdir Sejarah vs. Kekuatan Devosi

Kamis, 16 Jul 2026 - 06:45 WITA

Foto oleh matatimor

KOTBAH & RENUNGAN

Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita

Sabtu, 11 Jul 2026 - 11:48 WITA

Grafis oleh matatimor.net

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Kedamaian yang Hilang di Tengah Hidup Sehari-hari

Sabtu, 4 Jul 2026 - 07:54 WITA

error: Content is protected !!