Pascagempa Cianjur, Misa Natal dilaksanakan di Tenda Depan Gereja

- Editor

Minggu, 25 Desember 2022 - 15:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MatatimoNews – Lima hari lalu tepat sebulan peristiwa gempa bumi Cianjur, yang membuat warga dirundung kesedihan. Kejadian yang merenggut lebih dari 600 jiwa meninggal dunia dan ribuan rumah rusak itu menyisakan kisah pilu yang membekas dalam ingatan.

Namun raut wajah kesedihan itu tidak nampak. Para warga umat nasrani berbondong-bondong menyambut dengan suka cita perayaan Natal di Kota Cianjur pada Minggu (25/12/2022).

Senyum lebar terpancar dari setiap jemaat yang hadir pada acara perayaan natal di Gereja Santo Petrus, Kota Cianjur, Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara keagamaan itu dilaksanakan dengan menggunakan tenda yang didirikan di depan gereja. Tampak, tenda besar bernuansa biru dan putih berdiri kokoh di halaman depan pintu masuk gereja.

Pemilihan lokasi itu dikarenakan kondisi Gereja Santo Petrus yang mengalami rusak berat pascagempa.

Selain itu, peniadaan kegiatan ibadah di dalem gereja juga untuk menghindari rasa trauma apabila terjadi gempa susulan yang dapat menggangu jalannya ibadah keagamaan.

Petugas keamanan yang terdiri dari unsur TNI-Polri terlihat berjaga di pintu masuk.

Setelah pintu masuk, nampak sejumlah panitia melakukan screening awal berupa pengecekan suhu tubuh, pemberian handsanitizer dan pembagian masker bagi jemaat yang tidak membawa.

Hal ini dilakukan dalam rangka penerapan protokol kesehatan dimasa pandemi COVID-19.

Tanpa mengurangi kekhusyukan acara, warga melaksanakan seluruh rangkaian keagamaan dengan khidmat.

Intan Simarmata selaku ketua panitia natal di Gereja Santo Petrus menuturkan, warga cukup antusias dalam perayaan Natal di tengah kondisi pascagempa.

“Sabtu (24/12/2022) malam sama Minggu (25/12/2022) pagi sepertinya ada 700 warga yang hadir disini. Cukup antusias sekali walaupun situasi seperti ini, warga tetap suka cita untuk bergabung merayakan natal bersama,” kata Intan.

Hal senada juga diungkapkan Supri salah satu jemaat Gereja Santo Petrus. Ia mengaku ingin bangkit setelah kejadian pascagempa.

BACA JUGA  Pengajuan Kuota Guru ASN-PPPK 2022 Meningkat 143 Persen

“Saya sangat optimis terhadap kebangkitan cianjur, toleransi antar umat beragama dalam masa darurat kemarin juga telah menjadi bukti bahwa kita bisa bangkit bersama,” ujar Supri.

Kegiatan itu juga diharapkan menjadi momentum kebangkitan warga cianjur dengan sikap toleransi antarumat beragama dalam menghadapi situasi pascagempa.

Seperti diketahui, masa tanggap darurat kini sudah beralih ke masa transisi pemulihan.

BNPB juga secara konsisten terus mendampingi pemerintah daerah dalam masa tanggap darurat, transisi pemulihan, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.

Foto: dok. BNPB

Lima hari lalu tepat sebulan peristiwa gempa bumi Cianjur, yang membuat warga dirundung kesedihan. Kejadian yang merenggut lebih dari 600 jiwa meninggal dunia dan ribuan rumah rusak itu menyisakan kisah pilu yang membekas dalam ingatan.

Namun raut wajah kesedihan itu tidak nampak. Para warga umat nasrani berbondong-bondong menyambut dengan suka cita perayaan Natal di Kota Cianjur pada Minggu (25/12/2022).

Senyum lebar terpancar dari setiap jemaat yang hadir pada acara perayaan natal di Gereja Santo Petrus, Kota Cianjur, Jawa Barat.

Acara keagamaan itu dilaksanakan dengan menggunakan tenda yang didirikan di depan gereja. Tampak, tenda besar bernuansa biru dan putih berdiri kokoh di halaman depan pintu masuk gereja.

Pemilihan lokasi itu dikarenakan kondisi Gereja Santo Petrus yang mengalami rusak berat pascagempa.

Selain itu, peniadaan kegiatan ibadah di dalem gereja juga untuk menghindari rasa trauma apabila terjadi gempa susulan yang dapat menggangu jalannya ibadah keagamaan.

Petugas keamanan yang terdiri dari unsur TNI-Polri terlihat berjaga di pintu masuk.

Setelah pintu masuk, nampak sejumlah panitia melakukan screening awal berupa pengecekan suhu tubuh, pemberian handsanitizer dan pembagian masker bagi jemaat yang tidak membawa.

BACA JUGA  Awali Operasi, Satgas Ops Bina Kusuma Polres Belu Menemui Pedagang dan Menghimbau Jauhi Penyakit Masyarakat

Hal ini dilakukan dalam rangka penerapan protokol kesehatan dimasa pandemi COVID-19.

Tanpa mengurangi kekhusyukan acara, warga melaksanakan seluruh rangkaian keagamaan dengan khidmat.

Intan Simarmata selaku ketua panitia natal di Gereja Santo Petrus menuturkan, warga cukup antusias dalam perayaan Natal di tengah kondisi pascagempa.

“Sabtu (24/12/2022) malam sama Minggu (25/12/2022) pagi sepertinya ada 700 warga yang hadir disini. Cukup antusias sekali walaupun situasi seperti ini, warga tetap suka cita untuk bergabung merayakan natal bersama,” kata Intan.

Hal senada juga diungkapkan Supri salah satu jemaat Gereja Santo Petrus. Ia mengaku ingin bangkit setelah kejadian pascagempa.

“Saya sangat optimis terhadap kebangkitan cianjur, toleransi antar umat beragama dalam masa darurat kemarin juga telah menjadi bukti bahwa kita bisa bangkit bersama,” ujar Supri.

Kegiatan itu juga diharapkan menjadi momentum kebangkitan warga cianjur dengan sikap toleransi antarumat beragama dalam menghadapi situasi pascagempa.

Seperti diketahui, masa tanggap darurat kini sudah beralih ke masa transisi pemulihan.

BNPB juga secara konsisten terus mendampingi pemerintah daerah dalam masa tanggap darurat, transisi pemulihan, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.

Foto: dok. BNPB

Lima hari lalu tepat sebulan peristiwa gempa bumi Cianjur, yang membuat warga dirundung kesedihan. Kejadian yang merenggut lebih dari 600 jiwa meninggal dunia dan ribuan rumah rusak itu menyisakan kisah pilu yang membekas dalam ingatan.

Namun raut wajah kesedihan itu tidak nampak. Para warga umat Katolik berbondong-bondong menyambut dengan suka cita perayaan Natal di Kota Cianjur pada Minggu (25/12/2022).

Senyum lebar terpancar dari setiap jemaat yang hadir pada acara perayaan natal di Gereja Santo Petrus, Kota Cianjur, Jawa Barat.

Acara keagamaan itu dilaksanakan dengan menggunakan tenda yang didirikan di depan gereja. Tampak, tenda besar bernuansa biru dan putih berdiri kokoh di halaman depan pintu masuk gereja.

BACA JUGA  200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama

Pemilihan lokasi itu dikarenakan kondisi Gereja Santo Petrus yang mengalami rusak berat pascagempa.

Selain itu, peniadaan kegiatan ibadah di dalem gereja juga untuk menghindari rasa trauma apabila terjadi gempa susulan yang dapat menggangu jalannya ibadah keagamaan.

Petugas keamanan yang terdiri dari unsur TNI-Polri terlihat berjaga di pintu masuk.

Setelah pintu masuk, nampak sejumlah panitia melakukan screening awal berupa pengecekan suhu tubuh, pemberian handsanitizer dan pembagian masker bagi jemaat yang tidak membawa.

Hal ini dilakukan dalam rangka penerapan protokol kesehatan dimasa pandemi COVID-19.

Tanpa mengurangi kekhusyukan acara, warga melaksanakan seluruh rangkaian keagamaan dengan khidmat.

Intan Simarmata selaku ketua panitia natal di Gereja Santo Petrus menuturkan, warga cukup antusias dalam perayaan Natal di tengah kondisi pascagempa.

“Sabtu (24/12/2022) malam sama Minggu (25/12/2022) pagi sepertinya ada 700 warga yang hadir disini. Cukup antusias sekali walaupun situasi seperti ini, warga tetap suka cita untuk bergabung merayakan natal bersama,” kata Intan.

Hal senada juga diungkapkan Supri salah satu jemaat Gereja Santo Petrus. Ia mengaku ingin bangkit setelah kejadian pascagempa.

“Saya sangat optimis terhadap kebangkitan cianjur, toleransi antar umat beragama dalam masa darurat kemarin juga telah menjadi bukti bahwa kita bisa bangkit bersama,” ujar Supri.

Kegiatan itu juga diharapkan menjadi momentum kebangkitan warga cianjur dengan sikap toleransi antarumat beragama dalam menghadapi situasi pascagempa.

Seperti diketahui, masa tanggap darurat kini sudah beralih ke masa transisi pemulihan.

BNPB juga secara konsisten terus mendampingi pemerintah daerah dalam masa tanggap darurat, transisi pemulihan, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.

Foto: dok. BNPB

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya
Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”
Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI
Bertobat dan Kembali kepada Tuhan: Jalan Menuju Keselamatan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:05 WITA

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Rabu, 30 September 2026 - 11:43 WITA

Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat

Rabu, 30 September 2026 - 06:09 WITA

Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait

Senin, 28 September 2026 - 05:09 WITA

Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”

Berita Terbaru

Gambar Olahan Komisi Komunikasi Sosial Paroki Sta. Helena Camplong

Iman & Gereja

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 3 Okt 2026 - 07:05 WITA

Gambar dihasilkan dengan Kecerdasan Buatan (ChatGPT)

PENDIDIKAN

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!