Homili Minggu Corpus Christi – Hari minggu ke 2, setelah Pentekosta,kita merayakan Hari Raya Corpus Christi -Tubuh dan Darah Kristus, Ekaristi. Ekaristi sangat terkait dengan korban Salib Kristus, yang tak bercela, satu kali untuk selama-lamanya. Dalam korban Ekaristi Kudus, kita kenang dan hadirkan kembali dalam korban persembahan Roti dan anggur, yang diubah saat konsekrasi, menjadi Tubuh dan Darah Kristus santapan rohani kita. Ekaristi kita hadirkan korban Salib Yesus Kristus.
Kita manusia butuh makan. Tubuh kita butuh makan jasmani, dan jiwa kita butuh makanan Rohani. Baik makanan jasmani maupun makanan rohani. Tuhan yang MENJAMIN, karena Tuhan yang pelihara hidup kita. Tidaklah benar bahwa makanan jasmani urusan manusia, dan makanan rohani urusan Tuhan. Tuhan selamatkan kita utuh badan dan jiwa.
Kisah Injil hari ini sebagai satu bukti kuat Tuhan sangat peduli dan sangat tergerak hati oleh belaskasih kepada kita agar kita manusia mati kelaparan. Karena itu Tuhan Yesus perbanyak 5 ketul roti jelai dan 2 ekor ikan untuk memberi makan kepada 5000 orang dan masih ada sisa 12 bakul. Akhir kisah perbanyak roti ini, Yesus beri DiriNya Tubuh dan darahNya untuk santapan hidup kita.
Sejarah keselamatan mencatat bahwa Tuhan pelihara hidup kita dengan memberikan kita: MAKANAN ROTI.
Dalam Perjanjian Lama, ketika Israel dalam pengembaraan di Padang gurun, mereka kehabisan makanan, dan lewat Musa Tuhan beri makanan yang Tuhan turunkan dari surga: ROTI MANNA, artinya Roti dari mana? Mereka makan roti Manna ini kenyang, tetapi kemudian mereka lapar lagi dan mati.
Dalam kitab Kejadian Abraham yang berperang menang terhadap 4 raja kafir dari Timur, terus Melckisedek, raja dan IMAM AGUNG dari Salem, datang menemui Abraham untuk mengucapkan syukur dan selamat atas kemenangan kepada Abraham dengan membawa PERSEMBAHAN ROTI DAN ANGGUR. ROTI DAN ANGGUR INIlah yang kemudian dipilih Kristus sebagai korban syukur dalam korban Ekaristi. Yesus Kristus imam agung seperti Melckisedek untuk selamanya dalam kisah ini juga Abraham memberi 10% dari hasil jarahannya kepada Melckisedek.
Yesus perbanyak 5 ketul roti dan ikan memberi makan kepada 5000 orang. Mereka semua makan sampai kenyang tapi kemudian mereka lapar lagi. Maka keesokan harinya mereka menyebrang mencari Yesus. Ketika bertemu dengan Yesus: kamu mencari aku bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda heran dan kamu percayai, melainkan karena kamu telah makan roti dan kenyang. BEKERJA LAH UNTUK MAKANAN YANG TAHAN UNTUK HIDUP YANG KEKAL.
Kisah perbanyak roti ini, Yesus teruskan ajarannya sampai akhirnya menyebut Diri SEBAGAI ROTI HIDUP. Barangsiapa makan TubuhKu dan minum Darahku ia akan hidup selama lamanya. Sebab Tubuhku benar-benar makanan dan Darahku benar-benar minuman.
Pernyataan ini soal makan daging dan mimun darah, membuat orang-orang Yahudi tidak percaya sebab makan daging dan minum darah satu hal yang tidak biasa.
Dalam perayaan Ekaristi, perjamuan Tuhan, kita menyantap Roti Tubuh Kristus, anggur Darah Kristus yang menjamin hidup yang kekal
PESAN IMAN
- Dalam perayan Ekaristi, kita kenang dan hadirkan kembali korban Salib Kristus dan kita santap Tubuh dan Darah Kristus jaminan hidup yang kekal. Karena itu selalu ada kerinduan untuk hadir dalam perayaan Ekaristi untuk menerima Tubuh Kristus kekuatan Rohani hidup kita.
- Hidup Kristus adalah satu persembahan dan pemberian Diri yang utuh dan tak pernah berkesudahan untuk kita umatNya. Cintailah Yesus seperti Yesus mencintaimu dengan hatinya yang Kudus. Amen.
MINGGU CORPUS CHRISTI
Kej. 14,18-20
Luk. 9,11-17








