Menpora: Pemuda Harus Dibekali Pemahaman Antikorupsi

- Editorial Staff

Senin, 10 Oktober 2022 - 20:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, MatatimorNews – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali, secara resmi membuka diklat pencegahan perilaku destruktif tentang pemberantasan korupsi bagi pemuda 2022 secara virtual dari Kemenpora, Senin (10/10/2022). Guna membekali para pemuda mengenai pemahaman antikorupsi.

Kegiatan tersebut mengambil tema Tingkatkan Peran dan Partisipasi Pemuda Dalam Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Menpora Amali mengapresiasi kegiatan tersebut yang diikuti dari berbagai latar belakang pemuda. Sebab, generasi penerus bangsa harus dibekali dengan pemahaman bahaya korupsi. 

“Itu sebabnya harus dimulai sejak awal, kita lakukan langkah-langkah pencegahan termasuk apa yang dilakukan pada kegiatan hari ini. Memberikan pemahaman dan pengetahuan mengenai informasi penting terhadap perilaku dan bahaya korupsi,” kata Menpora Amali.

BACA JUGA  Kabar Gembira! Kemendikdasmen Kucurkan Rp14 Triliun untuk Guru Non-ASN di 2026

Menpora Amali sepakat bahwa generasi muda adalah pewaris atau estafet dalam memimpin bangsa dimasa yang akan datang. Oleh karenanya, Kemenpora memiliki kewajiban untuk menyiapkan generasi penerus sebaik-baiknya.

“Kegiatan ini sangat bagus dan diisi oleh narasumber yang berkompeten dibidangnya. Kita memahami dan sepakat kalau generasi muda adalah penerus, pewaris, dan estafet kepemimpinan bangsa dimasa yang akan datang,” ujar Menpora Amali.

“Kita semua termasuk Kemenpora ingin menyiapkan generasi penerus dengan sebaik-baiknya, dan dengan pemahaman yang baik terhadap hal yang mana membuat bangsa ini maju,” sambung Menpora Amali.

BACA JUGA  Kondisi Jembatan Noebunu Yang Menghubungkan Enam Kecamatan Di TTS Memprihatinkan

Lebih lanjut, Menpora Amali berharap para pemuda yang mengikuti kegiatan ini bisa mendapatkan pemahaman yang baik. Serta juga dapat diimplementasikan ditengah-tengah masyarakat. 

“Memang kegiatan diklat itu tak cukup dalam beberapa hari saja, tapi paling tidak ada upaya untuk menyadarkan kita semua bahwa korupsi adalah tindakan yang bahaya dan merugikan. Melalui kegiatan ini juga paling tidak kita berusaha saling mengingatkan dan dan memberi informasi mengenai bahaya perilaku korupsi,” terang Menpora Amali. 

Disamping itu, Menpora Amali bilang korupsi merupakan tindakan extra ordinary crime. Penangananya juga harus komprehensif.

“Jadi penanganan korupsi bukan hanya tanggung jawab KPK, kejaksaan, dan juga kepolisian saja. Tapi adalah tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat bagaimana kita bisa sama-sama mencegah perilaku korupsi. Tentu ini bukan hal yang mudah, butuh kerja sama yang baik dalam mencegahnya,” jelas Menpora Amali.

BACA JUGA  Babinsa Koramil 1604-02 Camplong ikut Laksanakan Pengamanan Operasi Ketupat Turangga 2023

Disamping itu, Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Faisal Abdullah menyampaikan tujuan dilaksanakan kegiatan ini. Dia berharap pemuda memiliki kemampuan dan kualitas personal dibidang pencegahan perilaku korupsi. 

“Ini juga menyiapkan dan mewujudkan pemuda penggerak yang memiliki wawasan serta pemahaman dan keterampilan dalam bidang pencegahan perilaku destruktif khususnya berkaitan dengan upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi,” pungkas Deputi Faisal.

Foto: Rayki/Humas Kemenpora

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”
Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI
Kadis Pendidikan NTT Apresiasi Inovasi MKKS SMA Kabupaten Kupang Hadapi TKA 2026
19 Tim Ramaikan Turnamen Voli Milenial Cup I Desa Kalali
Saling Menegur dalam Kasih: Jalan Menuju Kesucian Hidup
Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN
Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 13:57 WITA

SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek

Senin, 28 September 2026 - 05:09 WITA

Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”

Sabtu, 26 September 2026 - 10:25 WITA

Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI

Rabu, 23 September 2026 - 22:43 WITA

Kadis Pendidikan NTT Apresiasi Inovasi MKKS SMA Kabupaten Kupang Hadapi TKA 2026

Minggu, 13 September 2026 - 19:37 WITA

19 Tim Ramaikan Turnamen Voli Milenial Cup I Desa Kalali

Berita Terbaru

Iman & Gereja

Bertobat dan Kembali kepada Tuhan: Jalan Menuju Keselamatan

Sabtu, 26 Sep 2026 - 06:25 WITA

error: Content is protected !!