Menko PMK: Insiden Kanjuruhan adalah Bencana Sosial

- Editor

Senin, 10 Oktober 2022 - 06:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, MatatimorNews – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta tragedi Kanjuruhan dijadikan bahan evaluasi oleh seluruh pihak untuk berbenah.

Hal tersebut dikatakannya saat mengunjungi rumah keluarga korban tragedi Kanjuruhan di Dusun Krajan, Desa Kota Anyar, Kabupaten Probolinggo dan Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo pada Minggu (9/10/2022).

“Sudah waktunya kita untuk bebenah, meningkatkan profesionalisme di dunia persepakbolaan. Termasuk di dalam penyelenggaraan, tata kelola, sarana prasarana pendukung, termasuk sistem pengamanan,” kata Menko Muhadjir.

BACA JUGA  Pelaku UMKM dan Masyarakat Sekitar Kota Atambua Sangat Antusias Dengan Adanya Bazar Polres Belu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia pun berharap sistem pengamanan menjadi perhatian untuk bisa mematuhi sesuai standar FIFA, sehingga mencegah terjadinya pelanggaran dalam menerapkan prosedur keamanan yang dapat berakibat fatal.

Menurut Menko Muhadjir tragedi Kanjuruhan tersebut merupakan “bencana sosial”. Pemerintah sudah melakukan tahap mitigasi, mulai dari mengidentifikasi korban yang dirawat maupun meninggal dunia, hingga diserahkan kepada keluarga.

BACA JUGA  Ini dia Menteri yang ditunjuk jadi Plt. Menpora

Semua biaya perawatan korban dan pengantaran jenazah ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.

“Jadi seluruh pengobatan gratis. Termasuk untuk yang masih takut berobat, takut bayar, datang segera ke rumah sakit sebelum cederanya berkepanjangan,” kata Menko Muhadjir.

Pemerintah saat ini juga sedang mengidentifikasi siapa saja korban yang meninggal dunia merupakan tulang punggung keluarganya. Agar dapat diberikan bantuan sosial untuk mencegah timbulnya keluarga miskin baru.

BACA JUGA  Bupati Malaka Mutasi Tenaga Auditor Inspektorat Tanpa Kajian Logis-Analisis

Sebagai tambahan informasi, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 131 orang. Dari total korban tersebut, 90 orang di antaranya  laki-laki dan 40 orang perempuan. Kebanyakan korban adalah remaja rentang usia 12-24 tahun.

Foto: Kemenko PMK

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belunews.com Terpilih Jadi Sampel Survei BPS Kabupaten Belu
Satgas Pamtas Pos Nunura Gagalkan Dugaan Penyelundupan Solar di Belu
Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru
40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan
Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu
Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:49 WITA

Belunews.com Terpilih Jadi Sampel Survei BPS Kabupaten Belu

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:19 WITA

Satgas Pamtas Pos Nunura Gagalkan Dugaan Penyelundupan Solar di Belu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:46 WITA

40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:50 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Berita Terbaru

Iman & Gereja

Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani

Sabtu, 24 Okt 2026 - 10:31 WITA

Pater Frans Lackner & Rd. Ama Kolo Imam Perdana dari Pulau Sabu

Iman & Gereja

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:52 WITA

error: Content is protected !!