Material Berserakan, Hingga Sejumlah Rumah Bagi Korban Bencana Seroja di Kabupaten Belu Mangkrak.

- Editor

Kamis, 23 Maret 2023 - 04:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Atambua, 23/03/2023 News.Matatimor – Net :
Bukan saja mangkrak, namun sejumlah material bangunan berserakan seolah-olah tanpa ada pengawasan dan pendampingan terhadap para pekerja.

Ketika tiba dilokasi perumahan pada selasa, 21/03/2023, awak media menemukan sejumlah material bangunan berupa, batu, pasir, batako dan belasan sak semen berserakan tanpa ada lagi aktifitas apapun dilokasi.

Bahkan sejumlah rumah stimulan bagi warga korban bencana seroja yang terjadi di tahun 2021 silam, salah satunya di wilayah Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu hingga ini saat belum di huni akibat mangkrak.

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

ads

MURAH! Hubungi 08113810024

Sesuai pantauan awak media di beberapa lokasi yang berbeda, ternyata ada juga bangunan rumah yang belum dihuni akibat belum selesai dikerjakan bahkan material bangunan seperti batu, pasir maupun batako bahkan belasan sak semen terbuang dalam keadaan membatu di sekitaran lokasi bangunan

BACA JUGA  Ringkasan Materi Bahasa Indonesia Kelas 10 Semester 1 dan 2

Dari jumlah 21 unit rumah baik itu baik kerusakan berat, sedang maupun ringan yang seharusnya sudah di selesaikan ternyata hingga kini ada yang belum dihuni, akibat ditinggalkan tukang atau pekerja.

Salah satu penerima manfaat yang sedang menata rumah bantuan tersebut, yang juga sebelumnya berdomisili di RT 007, Dusun Motamaro, Desa Tasain, kepada media ini menjelaskan jika rumah yang sedang ditempatinya belum selesai namun akan di swadayakan sendiri untuk diselesaikan

Saya punya rumah tinggal lantai saja dan masih ada juga beberapa semen di toko pak goris (salah satu toko penyedia bahan berupa batu dan pasir) yang akan saya pakai untuk buatkan lantai, dan juga wc. Ujar David Kiak.

Pada kesempatan yang sama, ketika ditanya soal material yang berserakan, dirinya mengaku tidak tahu sama sekali.

BACA JUGA  Peresmian Gereja St. Antonius Dari Padua Kelapa Lima di Hadiri Penjabat Walikota Kupang

Semen dengan batako yang sudah rusak ini, saya juga tidak tau kenapa buang-buang saja begini, pada hal rumah-rumah ini ada yang belum ada lantai dan wc (toilet) belum selesai kerja. Tambah David

Pemilik toko Sinar Niaga yang berdomisili di Labur, Desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk diketahui sebagai penyedia material, saat dikomfirmasi, dirinya mengaku, jika yang menyediakan bahan atau material bukan saja dari tokonya melainkan ada juga toko lain sebagai penyedia.

“Nanti koordinasi dgn dinas saja. Karena yg kerja ada bebarapa orang” jawabnya

Selanjutnya ditanya kebenaran dirinya apakah sebagai penyedia? Lalu ia mengaku hanya sebatas mengantar material dari tokonya.

“Minta maaf kk. Yg kerja masyarakat. Sy hanya antar barang sa. Tambah pemilik toko yang sering disapa bos Loris.

BACA JUGA  Presiden Jokowi Hadiri Muktamar Muhammadiyah dan Tinjau Tol IKB di Kaltim

Dengan singkat, dirinya juga berpesan agar awak media langsung saja berurusan dengan dinas untuk lebih jelas.

“Nanti kk cek di dinas sa spy lebih jelas..”tutupnya

Namun sesuai pantauan dilokasi, ada 7 unit rumah yang sudah dibangun tepatnya di Dusun Naba, Desa Tasain baru 1 Unit yang dihuni sedangkan sisanya tanpa penghuni sama sekali.

Bahkan disekitaran lokasi tercecer 13 sak semen,batu, pasir, juga batako yang rata-rata rusak dan tidak terpakai.

Usai dari lokasi, media ini mencoba menemui mantan Kepala Desa Tasain, Amandus Koa Mesakh namun tidak berhasil karena dirinya sedang tidak berada di rumah.

Hal yang sama dengan Ketua BPD Desa Tasain yang saat itupun dirinya sedang tidak berada di rumah hingga berita ini diterbitkan.

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN
Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti
Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi
Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya
Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama
Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 05:03 WITA

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN

Senin, 29 Juni 2026 - 20:16 WITA

Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:20 WITA

Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Senin, 1 Juni 2026 - 08:49 WITA

Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:04 WITA

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong

Berita Terbaru

Foto oleh matatimor

KOTBAH & RENUNGAN

Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita

Sabtu, 11 Jul 2026 - 11:48 WITA

Grafis oleh matatimor.net

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Kedamaian yang Hilang di Tengah Hidup Sehari-hari

Sabtu, 4 Jul 2026 - 07:54 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Panggilan Menuju Kekudusan dan Ganjaran Melimpah dari Allah

Sabtu, 27 Jun 2026 - 17:33 WITA

error: Content is protected !!