Kuasa Hukum MA Putera Dapatalu Mengaku Kecewa dengan Penyidik Polres Belu, Ini Kasusnya

- Editor

Jumat, 23 Desember 2022 - 03:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuasa Hukum MA.Putera Dapatalu Mengaku Kecewa dengan Penyidik Polres Belu, Berikut kasusnya.

Tak kunjung ada hasil dari laporan klienya Bendelina M.Kupa dengan nomor : LP / 188 / VIII/RES /.7.4/2022/SPKT /POLRES BELU//POLDA NTT tentang dugaan pengrusakan Pipa Embung yang terjadi di Desa Tukuneno Kecamatan Atambua Barat, Provinsi NTT.

Kuasa Hukum Bendelina M. Kapu, Putra Dapatalu, SH mengaku kecewa dengan kinerja penyidik atas laporan kliennya yang tak kunjung ada kejelasan.

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

ads

MURAH! Hubungi 08113810024

Dilansir dari media Cahayaindonesia,
Menurut Dapatalu, penyidik tidak antusias dengan laporan yang telah dilayangkan 4 bulan lalu dari kliennya.

“Kami menilai tidak ada gunanya melapor, polisi tidak ada keseriusan menangani laporan kami. Kita kan sudah beberapa kali konfirmasi, karena telah 4 bulan kami melaporkan. Apa yang menjadi dasar sehingga laporan kami statusnya mandek di penyelidikan,” ungkapnya kepada media ini, Jumat 23 Desember Pagi.

BACA JUGA  Beri Contoh, Guru SD INPRES Camplong 2 & SMPN 5 FATULEU jadi Petugas Upacara

Alasan penyidik, kata Dapatalu, laporan kliennya harus menambah saksi. “Kalau menurut kacamata kami sebagai penasehat hukum pelapor sudah cukup terlapor ditetapkan sebagai tersangka atas alat bukti dan keterangan saksi. Alasan kami, dengan adanya laporan korban sudah diperiksa, saksi-saksi korban juga sudah diperiksa ditambah lagi pelaku sudah mengakui perbuatannya,” ungkapnya.

Ia justru menyayangkan surat Klarifikasi yang dikeluarkan oleh Penyidik Polres Belu, dan diberikan kepada korban tertanggal 21 Desember 2022 tentang Klarifikasi biasa. “anehnya Pak Kasat Reskrim yang saya konfirmasi Via WA justru Pak Kasat tidak tahu soal penyidik mengeluarkan surat undangan klarifikasi. Ada apa sebenarnya? Tetapi lebih dari itu, apa yang harus diklarifikasi karena semua sudah jelas dan terpenuhi unsur pidananya,” tandasnya.

BACA JUGA  Presiden: Terima Kasih Pers Nasional atas Kontribusinya untuk Bangsa dan Negara

Surat Klarifikasi yang dikeluarkan oleh Penyidik Polres Belu, dan diberikan kepada korban tertanggal 21 Desember 2022 tentang Klarifikasi biasa.

Putera menambahkan, bahwa itu klarifikasi sebenarnya tidak ada lagi karena saksi sudah memberikan keterangan sesuai dengan kejadian. Barang bukti sudah terpenuhi, tersangka pun sudah mengakui perbuatan mereka. Lalu apalagi yang harus diklarifikasi? tanya Dapatalu.

Ia menilai, kasus ini sebenarnya ringan karena saksi sudah menjelaskan sesuai apa yang mereka lihat dan Terlapor yang diperiksa pun sudah mengakui perbuatannya di depan penyidik. Tetapi penyidik menilai itu masih kurang sehingga Penyidik meminta korban untuk menambah saksi yang berikut.

BACA JUGA  Dua Orang WNA Asal Timor Leste Ditangkap Oleh Petugas PLBN Wini

Meski demikian, Dapatalu menerima permintaan Penyidik untuk menambah saksi mata yang melihat peristiwa tersebut. “kita periksa saksi lagi di hari Jumat lusa nanti,” jelasnya.

Ia berharap kasus ini bisa diungkapkan sehingga ada efek jerah bagi terlapor yang saat ini masih berkeliaran dengan bebas. “Jika kasus ini tidak secepatnya selesai maka saya akan layangkan somasi ke Kapolda NTT,” jelasnya.

Sementara Penyidik Polres Belu belum berhasil dikonfirmasi hingga berita ini diturunkan.

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN
Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti
Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi
Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya
Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama
Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 05:03 WITA

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN

Senin, 29 Juni 2026 - 20:16 WITA

Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:20 WITA

Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Senin, 1 Juni 2026 - 08:49 WITA

Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:04 WITA

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong

Berita Terbaru

Foto oleh matatimor

KOTBAH & RENUNGAN

Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita

Sabtu, 11 Jul 2026 - 11:48 WITA

Grafis oleh matatimor.net

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Kedamaian yang Hilang di Tengah Hidup Sehari-hari

Sabtu, 4 Jul 2026 - 07:54 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Panggilan Menuju Kekudusan dan Ganjaran Melimpah dari Allah

Sabtu, 27 Jun 2026 - 17:33 WITA

error: Content is protected !!