Kotbah Katolik Minggu 25/09/2022 Minggu Biasa XXVI

- Editor

Sabtu, 24 September 2022 - 07:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Rd. Jhon Chris Taus, Paroki Sta. Helena Camplong.

Di hadapan Tuhan, semua kita manusia sama dalam martabat citra Allah. Karena itu Tuhan tidak pernah membedakan orang kaya dan miskin, tuan atau hamba, yang beruntung dan malang.

Memang kita smua orang berdosa. Karena itu kepada kita semua Tuhan menawarkan dan mewartakan kabar gembira keselamatan.

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

ads

MURAH! Hubungi 08113810024

Cara kita menanggapi tawaran kabar gembira keselamatan Allah, sangat menentukan nasib hidup kita kelak. Artinya kita selamat atau tidak tergantung dari sikap iman kita menanggapi kabar gembira keselamatan Allah.

Ingatlah nasihat rasul Yakobus, iman tanpa perbuatan, hakekatnya mati.(Yak.2:17).
Untuk ini semua Yesus menampilkan kepada kita dalam Injil hari ini, 2 orang yang punya kondisi hidupnya di dunia ini dan kelak di akhirat berbeda yakni ORANG KAYA (anonim)dan LASARUS YANG MISKIN.

BACA JUGA  Sejumlah Warga Desa Halimodok di Belu Mendatangi Komisi I DPRD Hingga Mengancam Akan Menyegel Gedung Kantor Desa

Kita tahu ceritanya. Ada seorang yang kaya yang hidupnya berfoya-foya selalu pesta pora dan berpakaian ungu dan kain halus.

Sedangkan LASARUS yang miskin, hidup mengemis, berpakaian kotor, badannya penuh luka borok yang dijilat anjing-anjing, dan setiap hari berbaring di depan pintu org kaya itu, dan ingin mengisi perutnya dengan sisa roti yang jatuh dari meja orang kaya itu, tetapi tidak mendapatkan.

LASARUS sangat menderita. Orang kaya itu TIDAK MEMPEDULIKAN LASARUS YANG MISKIN TIDUR DI DEPAN PINTUNYA.

Dan inilah dosa orang kaya itu yang tidak pergunakan harta kekayaannya untuk membantu sesamanya Lazarus yang sangat menderita, seperti yang dilakukan BENDAHARA YANG TIDAK JUJUR TAPI CERDIK UNTUK SELAMATKAN DIRI DENGAN HARTA KEKAYAANNYA.

BACA JUGA  Surat Gembala Natal 2024 Uskup Agung Kupang

Akhir ceritera ini kemudian matilah Lazarus, dan selang beberapa waktu kemudian matilah juga orang kaya itu, dan ia masuk ke dunia yang paling dalam yang penuh penderitaan.

Dan dari tempat penderitaannya ini ia melihat ke atas LASARUS SEDANG DLM PANGKUAN ABRAHAM.

Ketika melihat Abraham orang kaya itu berseru : bapak Abraham kasihanilah aku suruhlah Lazarus mencelupkan jarinya ke dalam air, dan menyejukkan lidahku, karena aku sangat menderita dalam nyala api ini.

Tetapi Abraham berkata : anak, ingatlah engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan LASARUS sangat buruk.

Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau yang buruk juga di antara kami dan engkau ada jurang pemisah yang sangat dalam.

Selama hidupnya orang kaya itu tidak pergunakan harta kekayannya/mamon untuk membantu Lazarus yang miskin dan menderita maka ORANG KAYA ITU TIDAK DITERIMA DALAM KEMAH ABADI DI SURGA.
Dengan ini Yesus kembali mau ingatkan para muridNya, dan kita semua agar mempergunakan mamon untuk membantu sesama yang menderita, dan sekaligus membantu diri sendiri masuk dalam kemah abadi di surga.

BACA JUGA  Renungan Katolik Minggu 30/10/2022

Maka benarlah ungkapan para Rahib Yahudi di dunia ini, orang-orang kaya memberi makan kepada org2 miskin, tetapi kelak di dunia yang akan datang orang-orang miskin akan memberi makan kepada orang kaya.

Di sekitar kitaTuhan selalu utus orang-orang miskin datang di rumah-rumah kita, maka hendaknya kita selalu pergunakan hati dan apa yang ada pada kita untuk membantu sesama kita yang susah, miskin, dan menderita. Amen
Mggu Biasa XXVI
Amos 6: 1,4-7
Luk. 16: 19-31

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengikuti Yesus: Jalan Salib Menuju Mahkota Kemuliaan
“Siapakah Aku Ini?” – Pengakuan Petrus dan Dasar Iman Gereja
Maria Diangkat ke Surga: Tanda Harapan bagi Umat Beriman
​Doa, Iman, dan Kuasa yang Meredakan Badai Hidup
Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah
Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII
Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas
Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:36 WITA

Mengikuti Yesus: Jalan Salib Menuju Mahkota Kemuliaan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:32 WITA

“Siapakah Aku Ini?” – Pengakuan Petrus dan Dasar Iman Gereja

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 07:36 WITA

Maria Diangkat ke Surga: Tanda Harapan bagi Umat Beriman

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:16 WITA

Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:47 WITA

Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII

Berita Terbaru

BERITA

Saling Menegur dalam Kasih: Jalan Menuju Kesucian Hidup

Sabtu, 5 Sep 2026 - 07:38 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Mengikuti Yesus: Jalan Salib Menuju Mahkota Kemuliaan

Sabtu, 29 Agu 2026 - 10:36 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

“Siapakah Aku Ini?” – Pengakuan Petrus dan Dasar Iman Gereja

Sabtu, 22 Agu 2026 - 20:32 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Maria Diangkat ke Surga: Tanda Harapan bagi Umat Beriman

Sabtu, 15 Agu 2026 - 07:36 WITA

error: Content is protected !!