Khotbah Katolik Minggu Biasa V || RD Ansel Leu

- Editor

Sabtu, 5 Februari 2022 - 13:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ini bukan sebuah panggilan kepada siapa saja yang menjadi pemimpin dalam komunitas Kristiani untuk melaksanakan keinginannya; ini merupakan sebuah undangan untuk melihat jika mereka terkesan dengan suara Guru dan membedakannya dari emosi pribadinya, intuisi dan pikirannya. Bagaimana mereka akan terkesan dengan suaranya?

Beberapa hal yang sangat penting ialah: Mukjizat bukan hasil kemampuan Petrus, akan tetapi oleh karena kata-kata Guru (ay 5).

Apakah kita mengakui bahwa kekuatan kita datang dari Sabda ALLAH yang diberikan kepada kita?

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kita dicobai, untuk percaya akan kekuatan orang lain yang kita percaya kepadanya, seperti uang. Kita masih manusia yang berpikir bahwa sebuah dunia yang baik bisa saja diberikan melalu perang.

BACA JUGA  Sekda Kota Kupang Apresiasi Terselenggaranya Turnamen FutsalKatolik Cup.

Beberapa orang masih mepertanyakan kalimat kematian untuk memberikan masyarakt yang adil. Jika kita berada di antara beberapa orang kita percaya kepada penghakiman Yesus atau akan diri kita sendiri?

Makna utama injil Lukas hendak mengatakan kepada kita semuanya untuk membiarkan para murid-Nya tahu bahwa mereka semua dipanggil untuk menjadi “penjala manusia”.

Karya misi ini diberikan kepada semua umat Kristiani, untuk memperlihatkan sunggguh sangat mungkin untuk untuk mendirikan sebuah komunitas atas pengampunan, saling berbagi hal-hal yang baik, menghormati orang lain.

Kita dipanggil untuk menarik keluar sesama saudara kita yang lagi berada di dalan samudera kejahatan. Keselamatan seperti apa yang diharapkan dari kita untuk diberikan kepada mereka?

Bagaimana kita dapat melayani mereka dengan baik? Dapatkah kita melayani mereka satu per satu?

BACA JUGA  Kotbah Katolik Minggu 02 Oktober 2022, Minggu Biasa XXVII - Paroki Camplong

Ataukah Kita mencoba-coba untuk merubah sistem masyarakat kita saat ini?

TEMA HARI MINGGU INI : DIPANGGIL OLEH TUHAN UNTUK MENYELAMATKAN SEMUA MANUSIA

• Bacaan Pertama dan bacaan Injil menggambarkan tentang dua panggilan, yakni panggilan Yesaya, dipilih sebagai nabi, dan panggilan para rasul, yang dirobah oleh Kristus menjadi perjala manusia.

• Ketika untuk pertama kalinya mendengar panggilan Tuhan, ia menjadi sadar akan kelemahannya. Bagaimana bibirnya yang tidak bersih dapat berbicara tentang nama ALLAH yang Kudus? Petrus ketika dipanggil oleh Yesus untuk menjadi “Penjala manusia,” seperti Yesaya, ia merasa tidak layak. Dan ALLAH memanggil mereka untuk misi-Nya.

BACA JUGA  Kecamatan Kupang Timur, Mulai Menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) Tahap 3.

• Kita semua dipanggil oleh Yesus untuk menjadi nabi seperti Yesaya dan penjala manusia seperti Petrus. Apakah kita sudah lupa bahwa ALLAH akan menyucikan kita dan akan melakukan hal yang indah melalui diri kita?

• Dalam bacaan kedua kita mendapatkan contoh yang lain dari orang yang dipilih ALLAH untuk karya misi. Mereka adalah saksi-saksi akan kebangitan Kristus. Seperti Yesaya dan Petrus, Paulus merasa tidak layak akan panggilan yang datang dari Tuhan. Ia mengenal dirinya tidak sempurna dan tidak layak untuk dinamakan rasul. Meskipun ia merasakan diri sebagai seorang yang berdosa, Paulus menjadi pewarta Injil yang sangat besar.

**KOMISI KOMUNIKASI SOSIAL PAROKI SANTA HELENA CAMPLONG

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belunews.com Terpilih Jadi Sampel Survei BPS Kabupaten Belu
Satgas Pamtas Pos Nunura Gagalkan Dugaan Penyelundupan Solar di Belu
Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru
40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan
Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu
Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:49 WITA

Belunews.com Terpilih Jadi Sampel Survei BPS Kabupaten Belu

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:19 WITA

Satgas Pamtas Pos Nunura Gagalkan Dugaan Penyelundupan Solar di Belu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:46 WITA

40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:50 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Berita Terbaru

Iman & Gereja

Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani

Sabtu, 24 Okt 2026 - 10:31 WITA

Pater Frans Lackner & Rd. Ama Kolo Imam Perdana dari Pulau Sabu

Iman & Gereja

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:52 WITA

error: Content is protected !!