Paulus mengatatakan bahwa siapa saja yang memiliki iman seperti ini percaya akan kesia-siaan (ay 2). Ia mengingatkan jemaat di Korentus akan pengakuan iman yang diwartakan oleh seluruh komunitas,” … bahwa Kristus wafat untuk dosa – dosa kita sesuai dengan Kitab Suci “ (ay 3-4).
Setelah Paulus menyampaikan “kepercayaan” ini, Paulus menulis enam kesempatan ketika Yesus Kristus yang bangkit menampakan diri-Nya kepada Petrus, kepada keduabelasan, kepada lebih dari 500 orang, kepada Yohanes, kepada semua rasul dan akhirnya kepada dirinya sendiri.
Apakah ini sebuah rencana dari kebangkitan? Apakah “kesaksian-kesaksian” akan kebangkitan seperti kesaksian dalam sebuah pengadilan hukum yang menyampaikan pengadilan tentang apa yang akan terjadi?
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kebangkitan adalah sesuatu yang mendapat tempat dalam Sabda ALLAH dan dan di dalam hati kita. Apakah yang hendak kita katakan secara pasti bahwa rasul, pertama-tama terkejut, menngungkapkan ketakutan mereka dan menjamin bahwa Yesus tetap hidup, meskipun demikian sebelumnya mereka diancam dengan kematian.
Para rasul tidak tiba-tiba percaya begitu saja akan kebangkitn Kristus? Melalui Kitab Suci dan dengan penerangan Roh Kudus, mereka dibiarkan untuk percaya akan Kebangkitan Yesus kristus sedikit demi sedikit. Dengan mengatakan kepada kita tentang pengalaman mereka, Paulus mengundang kita untuk mengikuti mereka dan mengambil Tulisan-tulisan suci tentang Firman ALLAH, untuk membuka hati kita terhadap cahaya Roh Kudus. Kita sekarang akan mengenal pengalaman dari kesaksian-kesaksian pertama mereka tentang kebangkitan.
3. Injil (Luk 5: 1-11)
Pada suatu hari Yesus mengajar di pantai danau Galilea. Orang banyak mendesak-Nya dari berbagai arah, maka ia masuk ke dalam perahu Simon dan mengajari banyak orang dari dalam perahu. Ketika ia selesai mengajar, ia menyuruh Simon untuk bertolak ke air yang lebih dalam dan menebarkan jalanya untuk menangkap ikan.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya







