Ini Pernyataan Lengkap Kabid Bansos Dinsos yang dianggap Merugikan Pihak Kantor Pos

- Editor

Kamis, 8 Desember 2022 - 07:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala PT.Pos Cabang Haliluk Merasa Pernyataan Kabid Dinsos Merugikan Pihaknya.

Pembagian Bantuan Langsung Tunai kepada para penerima manfaat di Desa Leuntolu, berlangsung di aula Kantor Desa Leuntolu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Selasa 08/12/2022. Peserta penerima bantuan langsung tunai (BLT) BBM, Sembako dan PKH memadati aula Kantor Desa Leuntolu sejak pagi, Kecamatan Raimanuk Kabupaten Belu, pada selasa 08/12/22.

Dalam pembagian itu, tidak semua masyarakat mendapatkan haknya. Ada warga yang sudah mengapatkan bantuan dan kembali, sedangkan ada yang tidak bisa menerima.

HaL ini membuat para Peserta penerima bantuan langsung tunai (BLT) BBM, sembako dan Peserta keluarga harapan (PKH) bertanya-tanya kenapa merak tidak layak menerima.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

AKsi adu mulut dan saling bertengkar antara warga dengan pendamping dari dinsos dan pegawai PT.Pos yang sedang melakukan pembagian pun terjadi.

Menyikapi persoalan itu Kepala Dinas Sosial Kabupaten Belu Sabina Mau Taek melalui kepala bidang penyaluran bansos Rony Salem kepada media ini di ruang kerjanya bahwa terkait data KPM sudah ada validasi data melalui seluruh Kelurahan dan desa di Kabupaten Belu.

BACA JUGA  KPK Monitor Perbaikan Tata Kelola Pertambangan di NTT

Data KPM Dinas Sosial itu adalah hasil kerja sama dinas sosial dan kepala kelurahan maupun kepala desa.

“Untuk diketahui KPM yang harus benar-benar layak menerima bansos itu mereka yang berpenghasilan Rp.500.000/bulan namun yang ada seperti veteran, pensiunan, perangkat desa dan pengusaha itu dianggap ekonominya sudah mapan karena penghasilannya rata-rata di atas Rp.500.000 dan itu dianggap tidak layak menerima bansos tersebut” tegas Rony.

Lanjutnya “kita akui masih ada kekurangan walaupun kita sudah verivikasi data ini terakhir pada tahun 2018 namun di bulan Juli sampai Agustus, Dinas Sosial telah melakukan musyawarah desa dan kelurahan untuk membersihkan data-data yang ada dan menyempurnakan kembali melalui musdes maupun muskel tersebut yang dituangkan dalam berita acara yang juga di tanda tangan oleh perwakilan dari dusun maupun RT/RW termasuk juga kepala desa dan lurah. Dan jika kita mau jujur pakai 14 kriteria yang ada maka sudah banyak terjadi kesalahan di Kabupaten Belu ini yaitu banyak yang sudah mampu tetapi masih terima bansos namun urusan sosial ini kita berada di persimpangan antar regulasi dan hati nurani”

BACA JUGA  Berikut Ikrar Damai Partai Politik Se-Kabupaten Belu Menyongsong Pemilihan Umum Tahun 2024.

Rony pun menyampaikan bahwa di bulan Juli sampai Agustus sudah ada validasi data melalui musdes maupun muskel dan itu tidak sepihak oleh dinsos

“Di bulan Juli dan Agustus itu kita tidak bekerja sepihak dalam hal ini kita minta camat agar menyampaikan kepada desa maupun lurah untuk mengirim data-data ini, tetapi kita sudah lakukan secara terbuka untuk validasi data melalui musdes maupun muskel namun BNBA yang turun dari pusat masih tetap belum ada perubahan Ia pun menyampaikan jika pihak PT.Pos seharusnya ketika menerima BNBA seharusnya datang ke dinsos untuk sama-sama verivikasi hasil final closingnya bisa disinkrongkan dengan data yang kita terima dari desa maupun kelurahan.

“Namun dari pihak PT. Pos tidak memberi ruang untuk kita bisa lakukan verivikasi sehingga kejadian di lapangan ya begitu” ungkap Rony

Menurutnya PT.Pos tidak tau kondisi dan keadaan di lapangan seperti apa.

BACA JUGA  Sosialisasi Pergub NTT soal Iuran Pendidikan, “Pergub Ini Harus Menjadi Cermin Bersama!”

“Sesungguhnya PT.Pos koordinasi dengan kita dinas sosial untuk verivikasi tetapi di sini kita tidak menyalahi PT.Pos namun jika mereka (PT.Pos.red) memberikan data BNBA itu untuk kita verivikasi sesuai data musdes maupun muskel maka tentu hal ini tidak terjadi.

“Terkait sebagian veteran maupun pengusaha lain yang sudah terima dan pulang sedangkan sebagian yang belum terima dan melakukan protes itu kami dari dinsos belum terima informasi dari pihak pendampin desa kami yang ada di lapangan” tutupnya

Menanggapi pernyataan Kabid penyaluran bansos dinas sosial kabupaten belu Rony Salem mengenai

“Namun PT.Pos memberi ruang diskusi untuk kita bisa verivikasi namun hal ini tidak dilakukan sehingga kejadian di lapangan ya begitu”

Menurut Kepala PT.Pos Cabang Halilulik Taufik Adam pernyataan kabid terkait tidak memberi ruang diskusi itu merugikan pihaknya Taufikpun merasa tidak puas dengan judul berita yang menyebutkan “Dinilai PT.Pos Atambua tak beri ruang diskusi ke Dinsos,pembagian BLT di desa leuntolu kacau balau”.

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru
40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan
Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu
Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:56 WITA

Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:46 WITA

40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:50 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Rabu, 30 September 2026 - 11:43 WITA

Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat

Berita Terbaru

Pater Frans Lackner & Rd. Ama Kolo Imam Perdana dari Pulau Sabu

Iman & Gereja

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:52 WITA

Gambar oleh Del Neonub

Iman & Gereja

Renungan Minggu Biasa XXIX: Hak Kaisar dan Hak Allah

Sabtu, 17 Okt 2026 - 10:11 WITA

error: Content is protected !!