Kadis PUPR Kabupaten Belu : Anggaran Untuk Rumah Layak Huni di Tahun 2023 Tidak Ada

- Editor

Selasa, 28 Maret 2023 - 14:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Atambua, News.Matatimor – Net : Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dinilai merupakan salah satu program pro rakyat.

Program BSPS tersebut merupakan meningkatkan kualitas rumah masyarakat yang sebelumnya tidak layak huni menjadi lebih layak huni  dengan dana stimulan dari pemerintah.

Namun, program yang dinilai pro rakyat tersebut di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) khusus di tahun 2023 tidak disediakan anggaran, akan diusulkan lagi oleh Dinas PUPR pada 2024 mendatang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini membawa harapan yang pupus bagi Yasinta Lawa, Korban kebakaran Rumah di dusun Halifunan, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur yang selama 2 tahun hidupnya terkatung-katung.

Entahlah keadaan ini akan berlangsung sampai kapan? Mengingat saat ini, Yasinta bersama anak dan cucunya hanya menumpang di rumah kosong tetangga yang sedang berada di rantauan.

Yasinta sudah berpindah rumah untuk yang ke tiga kalinya, rumah yang dihuni itu telah di tempati oleh pemilik, sehingga lagi-lagi Wanita tua ini harus mengharapkan belas kasih sesama untuk bisa menolongnya.

Korban yang hari-harinya bekerja sebagai buru dan bertani ini, harus bekerja keras tanpa mengenal lelah untuk menjadi tulang punggung bagi anak dan cucunya walaupun hidupnya hanya menumpang di rumah kosong tetangga.

BACA JUGA  Untuk Mendukung Program Kota Tanpa Kumuh, Pj Walkot Kupang Ajak Semua Pihak Terlibat Aktif

Bukan hanya Yasinta yang berada di Tasifeto Timur, namun hal yang sama juga bagi Hoar (90) tahun, Wanita lanjut Usia yang hidup sebatang kara di Gubuk Reot, tepatnya di Dusun Lianain, Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu

Bertahun – tahun hidup di gubuk reot yang sungguh amat tidak layak, wanita lanjut usia (Lansia) ini hidup sebatang kara bahkan untuk makan sehari-hari hanya berharap pada tetangga yang berbelas kasih.

Sementara Putri semata wayangnya yang sudah menikahpun mengalami buta dan untuk keperluan sehari – harinyapun hanya bergantung pada suami atau menantu dari wanita lanjut usia yang juga memiliki 3 orang anak.

Merespon hal ini, Plt.Dinas PUPR Kabupaten Belu, S. Vinsen Dalung di ruang kerjanya menyampaikan jika anggaran untuk rumah tidak layak huni di tahun 2023 ini tidak ada.

” anggaran untuk rumah tidak layak huni (Rutilahu) khusus 2023 ini tidak ada.Ungkap Vinsen

Waktu saya mulai bertugas di Dinas PUPR dibulan Februari kemarin setelah kita lihat ternyata tidak ada anggaran,” ungkap Kepala Dinas PUPR Kabupateb Belu, S.Vinsen Dalung kepada media, senin 27/03/23 kemarin.

BACA JUGA  Paus Fransiskus pada Kamis Putih: Hidup itu indah ketika kita saling membantu

Dikatakanya, tidak mungkin pihaknya melakukan intervensi dalam kebijakan, pasalanya dalam tahun 2023 tidak ada anggarannya.

Maka solusinya, lanjut Vinsen, program tersebut akan diusulkan pada tahun 2024 mendatang.

” kita akan usulkan pada tahun 2024 medatang. Semoga usulan kita pada 2024 mendatang bisa di akomodir,”ujarnya.

Berdasarkan data, terang dia, untuk rumah tidak layak huni (Rutilahu) di Kabupaten Belu masih cukup banyak. Terkhusus, bagi masyarakat atau kepala keluarga yang secara pendapatan ekonominya sangat dibawah standar.

Karena untuk program Rutilahu, sambung dia, ada dua program yakni, rehab dengan sebesar anggaran 25 juta dan bangun baru sebesar anggaran 50 juta.

” dari rehab dan bangun baru, yang kita berikan kepada penerima manfaat dalam bentuk bahan bangunan dengan sistem swadaya yakni mereka (penerima manfaat) menanggung sebagian,. Itu akan kita intervensi pada 2024 mendatang,”jelasnya.

Ditegaskan dia, kreteria utama yang harus diperhatikan oleh penerima manfaat adalah kepemilikan lahan. Pasalnya, perumah layak huni ini, diberikan kepada mereka yang memiliki lahan.

BACA JUGA  Jaksa Agung Instruksikan Jajarannya Agar Penanganan Aduan Penyelewengan DD Jangan Sampai Berulang Tahun

” hal ini yang menjadi persoalan utama yang dimiliki mereka, karena sejauh ini masih banyak masyarakat yang belum memiliki lahan.Karena warga miskin ekstrim itu sejauh ini tidak memiliki lahan. Tidak mungkin kita bangun di dilahan orang,” ujarnya.

Selain itu, tegas dia, untuk masyarakat yang tidak memilik lahan, tidak akan menerima rumah layak huni itu. Karena syaratnya harus punya lahan.

” misalnya, kalau dia bangun di lahan orang, suatu saat pemilik lahan klaim suruh bongkar maka masalah juga.ini yang sering terjadi dilapangan seperti itu. Makanya, kita utamakan kepada mereka yang memiliki lahan agar tidak menimbulkan masalah dikemudian hari,” pungkasnya.

Pada prinsipnya, ungkap Vinsen, pihaknya memiliki kepedulian untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program pro rakyat tersebut. Namun, disisi lain, dibatasi dari sisi regulasinya.

Pada 2024 mendatang, terang Vinsen, pihaknya akan mengusulkan program ini ke Badan Perencanaan, ketika di asistensi maka selanjutnya akan masuk di Legislatif.

” kita berharap di legislatif nanti bisa diakomodir, tapi akan dilihat dari sisi anggarannya juga,” tutupnya.

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”
Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI
Kadis Pendidikan NTT Apresiasi Inovasi MKKS SMA Kabupaten Kupang Hadapi TKA 2026
19 Tim Ramaikan Turnamen Voli Milenial Cup I Desa Kalali
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Rabu, 30 September 2026 - 11:43 WITA

Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat

Rabu, 30 September 2026 - 06:09 WITA

Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait

Senin, 28 September 2026 - 05:09 WITA

Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”

Sabtu, 26 September 2026 - 10:25 WITA

Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI

Berita Terbaru

Gambar Olahan Komisi Komunikasi Sosial Paroki Sta. Helena Camplong

Iman & Gereja

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 3 Okt 2026 - 07:05 WITA

Gambar dihasilkan dengan Kecerdasan Buatan (ChatGPT)

PENDIDIKAN

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!