Fatuleu Barat : Beta Di SINI!

Fatuleu Barat, Beta di Sini!

Tahun 2021 kemarin, daerah kami, Desa Poto, yang merupakan Ibu Kota Kecamatan Fatuleu Barat, baru saja keluar dari statusnya sebagai daerah sangat tertinggal. (ini berdasarkan keterangan yang ada dalam hamalan Info Guru & Tenaga Kependidikan)

Adalah suatu keheran, jarak Desa ini dari ibukota kabupaten Kupang di Oelamasi hanya sekitar 45 kilometer, namun Desa ini harus berpredikat sangat tertinggal. Setelah saya cari tahu, ya boleh dibilang letak geografislah yang membuat Desa Poto ini menjadi sangat tertinggal.

Alasan lainnya, ini secara saya loh ya, bukan berdasarkan data statistik dari dinas terkait. (kalau keliru mohon dikoreksi). Ketiadaan listrik dan jaringan telepon maupun internet menjadi alasan berikutnya hingga desa ini harus berstatus sangat tertinggal.

Sementara untuk kesejahteraan hidup masyarakat Desa Poto khususnya, dan Fatuleu Barat pada umumnya, Fatuleu Barat ini, Secara saya lagi (heheheh), tanahnya subur! Negeri berlimpah susu dan madu!

Memang Tongkat, Kayu dan Batu tak sampai jadi tanaman seperti kata Koes Plus, akan tetapi, Kecamatan yang terletak di daerah pesisir ini…..ah tak perlu kujelaskan panjang lebar, datang saja!

Menanam padi di sini, tak harus di sawah yang butuh banyak air. Cukup di ladang, kau bisa panen sampai berton-ton!. Hasil Ikan dari laut? tentu saja, setiap hari kau bisa mendapatkannya di Pantai Barate (beli tapi ya…heheheh). Kalau mau gratis silakan ambil joran dan umpanmu, kau boleh memilih spot pemancingan air tawar atau di laut! Dan saya memilih spot air tawar…hampir tiap kali pancing selalu bawa pulang satu dua ekor untuk lauk. Ada pengalaman yang cukup unik agak mistis dan tentunya menarik saat saya mancing, nanti kuceritakan di postingan yang lain…oh iya saudara bisa lihat-lihat video-video saya saat mancing di channel matatimor story.!

Baca Juga  Atoin Timor Ahunut | Orang Timor Perdana

okay…kita lanjut!………Status sangat tertinggal dari Desa ini semacam sesuatu yang ……yah…..kalau boleh, ini status sangat tertinggal diteruskan saja (diteruskan matamu..ahahahahah). Bagi kami para pendidik / guru, setiap tahunnya kami bisa menerima tunjangan daerah terpencil sebagai akibat dari kesangattertinggalan desa kami ini (saya tidak dapat tunjangan itu loh ya..hhhh)

Ketertinggalan Daerah ini berubah di tahun 2021, di Bulan maret tahun lalu, lubang-lubang untuk tiang listrik mulai digali, proyek pemasangan listrik di Fatuleu Barat ini sempat tertunda karena Bencana Badai Siklon Seroja di tahun lalu. Proyek ini kemudian dilanjutkan kembali, hingga pada akhir tahun kemarin, salah satu desa di Fatuleu Barat yaitu desa Kalali, sudah dialiri listrik PLN. Desa Poto on the way listrik menyala sebentar lagi…!

Tidak hanya listrik, sungai-sungai yang dilintasi Jalan Trans Amfoang di Fatuleu Barat, semuanya dikasih gorong-gorong oleh pemerintah pusat. Gorong-gorong yang dibangun ini cukup memperlancar transportasi di musim hujan, namun tidak sepenuhnya aman bagi warga sekitar, sebab ketika datang banjir, gorong-gorong tersebut disumbat ranting pohon yang dibawa banjir, jadinya ya banjir benaran alias banjir bisa masuk kampung!

Ini….di awal tahun 2022 ini, kami sudah memiliki sebuah pemancar jaringan telepon di Desa Poto. Menara itu berdiri tidak jauh dari Kantor Camat Fatuleu Barat, masih satu komplek dengan Kantor Camat. Kami, yang sebelumnya hanya bisa online kalau ke pantai, kini sudah bisa bernapas lega, pertanda bahagia sebab sudah ada tower di pusat “kota” Kecamatan Fatuleu Barat.

Baca Juga  Peranan Guru Mengintegrasikan Pendidikan Nilai dalam Membangun Karakter Siswa

Jaringannya sudah jadi, saya sempat melakukan live streaming allay di Facebook, untuk memamerkan kepada warga internet bahwasannya kami di Fatuleu Barat pun telah terkoneksi dengan internet!. Namun euforia itu hanya bertahan beberapa jam…he he he….sesudah itu, ya seperti biasa, kadang jadi kadang tak jadi sama sekali.

Internetnya tidak ada, telepon pun belum bisa, meski status jaringan di hp androidmu menunjukan lambang empat ge (4G) full. Ini apa sih?? Anda hanya bisa melakukan komunikasi dengan layanan short message service (SMS) nah..Ini yang bikin kita su sonde tahan lai! Pingin Cepat-cepat terkoneksi! pokoknya apapun jenis towernya, mau Telkomsel Bakti, mau telkomsel tidak berbakti, kami butuh jaringan internet, untuk bisa memperlancar proses pembelajaran di sekolah kami. Kami adalah salah satu sekolah yang berada di pusat “kota kecamatan” tak mestinya tak punya koneksi internet.

Ayo siapapun yang bertanggungjawab akan hal ini, segeralah hadirkan jaringan yang stabil di Kecamatan Kami, jangan memberikan harapan palsu, sebab sebelumnya kami sudah bosan memakan janji-janji manis, yang hanya datang dan pergi begitu saja tanpa kepastian.. he he he…

Namun, jika kebijakan dari atas mengharuskan kami di sini hanya bisa mendapatkan kualitas jaringan begini ya sudah, disyukuri saja, toh masih ada sesama kita di daerah lain yang lebih tertinggal dari kita di Fatuleu Barat.

Yah……jaringannya belum begitu stabil, namun sebagai pendidik saya tetap harus bertahan. Terus Berada di sini, di Fatuleu Barat.

Baca Juga  Sambut Listrik PLN, Warga Fatuleu Barat, Antusias Tebang Pohon Penghalang Jalur Kabel

Harus tetap siap dan setia melayani anak-anak di sana di SMAN 2 Fatuleu Barat dengan hati yang gembira, dengan segala kemampuan dan kekurangan yang melekat pada saya. Tanpa terpengaruh dan menjadikan ketiadaan jaringan internet sebagai alibi untuk suka-suka saya meninggalkan anak-anak didik untuk mengejar kepentinganku sendiri, bikin konten youtube misalnya, hahahahahha. Oh iya…subscribe channel ku ya, nama channel saya : matatimor dan matatimor story.

Saya yakin suatu saat, Fatuleu Barat pun akan menjadi seperti Kota Kecamatan lainnya! Percaya saja perlahan namun itu pasti. Listrik, dan gorong-gorong ini pun, mulai dikerjakan, setelah ada kunjungan dari Gubernur NTT – Bapak Viktor Bungtilu Laiskodat, di tahun 2020 yang lalu. Begitu Bapak VBL balik kanan dari Desa Poto, esoknya Petinggi PLN berkunjung ke sini!…. Itu baru Gubernur, akan ada lagi cerita lain, kalau kemarin bapak Jokowi saat datang ke NTT, lalu sempat singgah ke Fatuleu Barat. Mungkin saja kami dikasih Tower Telkomsel yang “Pakai Masker”, bukan “Telkomsel Bakti”

Oh iya, sekolah kami pun, telah mendapatkan sebuah sumur bor, berkat Pokok Pikiran dari seorang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Kupang Daerah Pemilihan II, Bapak Yohanis Mase dari Partai PDI Perjuangan. Sumurnya sudah keluar air, tinggal diresmikan dan diserahterimakan kepada kami di SMA Negeri 2 Fatuleu Barat. Begitu sudah kaka!

kita sudahi cerita panjang lebar ini, akan kukisahkan lagi di lain waktu, sebab, terlalu panjang saya bercerita, takutnya ada yang jatuh cinta..awkawkakwkakwakwa

jang lupa bahagia!

Beta Fatuleu Barat !`

Berikut Potret dari gawai saya