Di Kab. Kupang, Oknum Guru SD diduga Lakukan Kekerasan Sek5ual kepada Dua Siswi

- Editor

Selasa, 9 Desember 2025 - 01:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Nusa Tenggara Timur – matatimor.net — Dunia pendidikan di Kabupaten Kupang kembali tercoreng setelah dua siswi SD Inpres Kiuanak – Kecamatan Kupang Tengah, diduga menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh seorang guru kelas. Kedua korban masing-masing merupakan siswi kelas 4 dan kelas 6.

Kasus ini mencuat setelah orang tua salah satu korban, mendapati anaknya mengalami pendarahan dan perubahan perilaku. Setelah didesak, sang anak akhirnya mengaku bahwa seorang guru memanggilnya ke ruang kelas kosong, menutup pintu, dan melakukan tindakan tidak senonoh berulang kali.

“Anak saya bilang sudah sembilan kali dilakukan. Saya sangat kecewa. Ini sudah merusak masa depan anak,” ujarnya dengan tegas.

BACA JUGA  Tidak Lulus Seleksi Guru PPPK, Kepsek SMPN. Rinbesihat - Belu, Dinilai Bagaikan Kacang Lupa Kulit

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menyebut pelaku memiliki jabatan ganda sebagai guru dan pendeta, sementara istrinya turut mengajar di sekolah yang sama.

Pengakuan orang tua korban dalam Siniar di Kanal Youtube Media Suara Harapan

Kepala Sekolah Benarkan Temuan dan Sudah Melapor ke Dinas

Kepala SD Inpres Kiuana, Jambres A. Latumanase, mengonfirmasi bahwa pihak sekolah telah melakukan pemeriksaan internal setelah melihat adanya tanda-tanda mencurigakan pada anak-anak.

“Benar, dari hasil interogasi guru-guru terhadap siswa, perbuatan itu terbukti terjadi. Ada bukti video pengakuan dua siswa perempuan,” jelasnya.

Jambres menegaskan bahwa sekolah telah mengirim laporan resmi ke Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang untuk memproses administrasi dan memanggil guru yang bersangkutan.

BACA JUGA  Wah, Ada Apa Dengan Warga Negara Timor Leste Ini Sehingga Di Deportasi Imigrasi Kelas II TPI Atambua?

“Kami tidak bisa menutupi kejahatan seperti ini. Ini kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur dan harus ditindak tegas,” ujarnya.

Menurutnya, kejadian tersebut diduga berlangsung pada akhir November, namun korban baru berani berbicara setelah dibimbing guru-guru perempuan yang mencurigai adanya pelecehan.

Kepala Sekolah SD Inpres Kiuana – Jambres A. Latumanase saat di Ruang Siniar Media Suara Harapan untuk klarifikasi

Desakan Kepada Aparat Penegak Hukum

Orang tua korban dan pihak sekolah kini mendesak aparat kepolisian, Dinas Pendidikan, serta Bupati Kupang untuk segera mengambil langkah hukum terhadap pelaku.

“Saya minta pelaku dipindahkan, dipecat, dan diproses hukum. Jangan sampai ada korban lain,” tegas orang tua korban via kanal youtube media suara harapan.

BACA JUGA  Polres Belu Merdekakan Warga 39 Tahun Hidup Tanpa Listrik dan Air Bersih Dengan Syukuran Bersama

Kepala sekolah juga menyoroti pentingnya perlindungan bagi anak dan ketegasan aparat dalam memberantas kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.

“Kita bicara soal masa depan anak bangsa. Kalau tidak cepat ditindak, kasus seperti ini bisa terulang,” katanya.

Catatan Kelam Dunia Pendidikan Kupang

Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan seksual terhadap anak di wilayah NTT. Aktivis pendidikan, orang tua, dan masyarakat berharap proses hukum berjalan transparan, pelaku diberikan sanksi setimpal, dan sekolah memperkuat pengawasan terhadap interaksi guru dengan siswa.

Pendampingan psikologis bagi para korban juga dinilai mendesak agar mereka dapat pulih dan melanjutkan pendidikan tanpa trauma mendalam.

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru
40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan
Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu
Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:56 WITA

Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:46 WITA

40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:50 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Rabu, 30 September 2026 - 11:43 WITA

Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat

Berita Terbaru

Iman & Gereja

Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani

Sabtu, 24 Okt 2026 - 10:31 WITA

Pater Frans Lackner & Rd. Ama Kolo Imam Perdana dari Pulau Sabu

Iman & Gereja

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:52 WITA

error: Content is protected !!