Baru Direnovasi, Atap Kantor Bupati Bocor, Ruang Wabup Terendam

Oelamasi – matatimor.net (KI.com) – Walau belum lama direnovasi namun atap Kantor Bupati Kupang kini sudah bocor hingga ruang kerja Wakil Bupati Kupang tergenang air hujan. Terlihat beberapa titik pada ruang kerja Wakil Bupati bocor.

Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe, Selasa (01/03/2022) di ruang kerjanya mengatakan, sebelum atap direhab ruang kerjanya tidak pernah tergenang air hujan. Padahal renovasi kantor Bupati Kupang menelan dana dua miliar lebih.

Jerry Manafe mengatakan, kondisi ruang kerjanya yang demikian telah diinformasikan ke Kepala Bagian Umum Setda Kabupaten Kupang namun hingga kini urung diperbaiki. Bagian Umum sepertinya acuh terhadap kondisi ini.

Ia mengaku heran mengapa terjadi kebocoran atap gedung yang usai direnovasi menggunakan dana miliaran rupiah. Kondisi terkini ruang kerja orang nomor dua itu penuh dengan air hujan. Selain carpet lantai yang hampir terangkat karena genangan air hujan, terlihat wallpaper ruangan itu pun terkelupas akibat rembesan air hujan dan saat hujan terlihat air hujan menetes deras dari atas plafon.

Baca Juga  Bawaslu awasi Verifikasi ulang Partai Ummat

“Saya heran, kita baru saja renovasi atap dengan anggaran kurang lebih 2 miliar, tapi ternyata setelah renovasi bukan lebih baik tetapi kondisi ruang kerja yang semulanya tidak bocor sekarang bocor dan bisa dilihat ada air tergenang di mana-mana,”ucapnya.

Herannya, kondisi ruang kerjanya berbanding terbalik dengan beberapa ruangan lainnya seperti ruang kerja Kabag Umum, beberapa ruangan dilantai bawah diperbaiki termasuk membuat ruangan khusus untuk karaoke.

Wabup Kupang mengkritik keras sikap acuh tak acuh Kabag Umum walaupun sudah diberitakan, namun tetap tidak bergeming memperbaiki ruang kerjanya sampai saat ini.

Baca Juga  Presiden Lantik Laksamana Madya Muhammad Ali Jadi KSAL

Bukan hanya soal kondisi ruang kerja, Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe juga menguliti soal penggunaan uang negara pada bagian umum yang dinilainya tidak sesuai peruntukannya. Salah satu contoh yang dikatakannya soal biaya perjalanan dinas tahun 2022 yang belum dibayarkan tanpa alasan jelas.

Pertanggungjawaban penggunaan APBD 2022 telah usai namun biaya perjalanan dinasnya belum juga dibayarkan hingga bulan Maret 2023 ini. Kerap kali dirinya harus menggunakan uang pribadi untuk biaya melaksanakan tugas ke kecamatan, hal ini seperti terjadi saat keliling kecamatan memantau kegiatan timbang dan ukur balita untuk penurunan prevalensi stunting.

Wabup Jerry Manafe meminta agar bagian umum bekerja profesional dengan membayar SPPD tahun 2022. Jika tidak dibayarkan maka harus menjelaskan secara detail alasan belum pembayaran karena proses di keuangan tidak berjalan dengan baik.

Baca Juga  Paus Fransiskus : Dengan Doa, Iblis Tak Berdaya!

Ia bahkan menegaskan agar Kepala Bagian Umum bekerja profesional, tidak membedakan pelayanan terhadap Bupati dan Wakil Bupati, sebab dalam DPA sudah jelas kebutuhan kepala daerah. Pengelolaan keuangan pada bagian umum dinilainya tidak sesuai peruntukannya.

“Saya rasa teguran seperti ini harus disampaikan agar diperbaiki, pengelolaan keuangan di bagian umum perlu diperhatikan. Saya tidak minta untuk dilebihkan,”ujarnya tegas.

“Kasihan driver dan ajudan. Saya merasa miris, SPPD saya dari tahun kemarin belum dibayar. Bayangkan saya jalan dalam rangka tugas tanpa ada SPPD. Ketika sudah berhadapan dengan masyarakat maka harus tanggulangi sendiri,”terangnya.

Sementara itu, Jhon Sulla Kepala Bagian Umum tidak dapat dihubungi melalui sambungan telepon WhatsApp. Saat dihubungi sebanyak dua kali panggilan WhatsApp Kabag Umum berdering namun tidak direspon. (Jessy).

Tinggalkan Balasan