Tinjau Bencana Longsor di Lutharato, Wabup Belu Tegaskan Pemerintah Segera Kirim Logistik

BERITA61 Dilihat

Lamaknen Selatan, matatimor.net – 35 warga Dusun Haulata, Desa Lutharato, Kecamatan Lamaknen Selatan mengungsi akibat permukiman mereka tertimbun longsor. Longsor di Haulata akibat guyuran hujan deras dan angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Belu hampir seminggu.

Longsor yang memporak – porandakan 28 rumah warga Desa Lutharato itu baru terjadi pada pukul 06.37 wita pagi, Senin (27/2/2023). Warga pun langsung diungsikan di rumah-rumah tetangga. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Menyikapi peristiwa ini, Wabup Belu bersama jajaran segera mendatangi lokasi bencana longsor di Desa Lutharato. Untuk menuju lokasi longsor, Wabup Belu mengendarai sepeda motor dengan dikawal warga dan saat menemui warga pengungsi, Wabup Belu Aloysius meminta mereka untuk bersabar dan berdoa agar bencana ini cepat berlalu.

Baca Juga  Lirik Lagu PULU BI Timo, Ciptaan Bupati Kupang, Bapak Ayub Titu Eki

Ia tiba dilokasi bencana pukul 12.00 Wita, Wabup Belu didampingi Kaban Kesbangpol, Apolinaris M. Susar, Camat Lamaknen Selatan, B. M. Bele dan Staf Camat Lamaknen Selatan, Danpos Serda Faldy Akbar dan Anggota dan Kabid Dinas Sosial Kabupaten Belu.

Di sela-sela peninjauan bencana longsor, Wakil Bupati Belu, Aloysius Haleserens mengungkapkan keprihatinan kepada warga Desa Lutharato yang mengalami musibah.

“Pemerintah akan memperhatikan saudara-saudari kita yang mengalami musibah akibat bencana alam tanah lonsor. Kurang lebih 28 rumah hancur total. 34 Kk yang terdampak sudah diungsikan ke tetangga yang terdekat. Bagi mereka yang kena musibah, pemerintah akan menangani dalam waktu yang secepatnya,”imbuhnya.

Dirinya menegaskan, hal utama yang segera diupayakan pemerintah adalah makanan, obat-obatan, dan kebutuhan air bersih.

Baca Juga  Enam Peranan Media Sosial Dalam Mengubah Dunia

“Termasuk kondisi kesehatan warga segera kita tangani, tim medis dalam hal ini dokter sudah berada dilokasi dan berbaur bersama unsur TNI-Polri untuk membantu warga yang kena musibah bencana alam. Pemerintah setempat juga telah memberikan bantuan sementara untuk mengatasi situasi saat ini,”tambahnya.

Wabup Belu mengharapkan, semua pihak yang kini berada dilokasi bencana agar tetap memberikan perhatian dan memperioritaskan logistik makanan, obat-obatan dan air bersih.

“Untuk pemukiman bagi warga terdampak, kita akan melihat lokasi yang cocok dan sesuai. Hal lain yang harus mendapat perhatian adalah akses jalan terputus, mengingat mobilisasi bantuan ke lokasi bencana,”jelasnya.

Kendati terkendala akses ke lokasi bencana, ungkap Wabup Aloysius bahwa bantuan yang disalurkan akan dilakukan secara estafet.

Baca Juga  Malam - Sebuah Puisi

“Dari Atambua menuju Sisi Fauberal, baru kemudian menuju ke Dusun Haulafa Desa Lutharato yang terdampak bencana. Mobilisasi logistik akan dibantu oleh aparat TNI-Polri. Mudah-mudahan, besok alat berat sudah ada dilokasi untuk menimbun kembali jalan yang patah, supaya bisa di lalui kendaraan untuk melayani masyarakat yang terdampak,”ungkapnya.

Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat tetap siaga dan segera meninggalkan lokasi-lokasi yang mulai terancam longsor, ke lokasi pemukiman yang aman.

“Sementara waktu keadaan cuaca seperti ini. Jangan paksakan ke kebun sebelum cuaca membaik. Kemudian jangan membiarkan diri dalam kondisi sakit dan harus inisiatif ke tempat posko kesehatan, yang sudah ada di pos TNI,”sebutnya. (Prokopimbelu/eyv)

Tinggalkan Balasan