Merdeka Seutuhnya : Bukan hanya lepas dari penjajah! – Kotbah Hari Raya Kemerdekaan

- Editor

Jumat, 15 Agustus 2025 - 23:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Merdeka Seutuhnya : Bukan hanya lepas dari penjajah!

Kotbah Hari Raya Kemerdekaan oleh Rm. Chris Taus, Pr – Paroki Sta. Helena Lili – Camplong

Semua bangsa ingin merdeka. Karena itu kemerdekaan adalah hak segala bangsa.

Bangsa Indonesia, saat menyatakan kemerdekaannya, menegaskan dalam Pembukaan UUD ’45: penjajahan di bumi, harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan keadilan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun seringkali kemerdekaan diartikan secara sempit saja, yaitu kemerdekaan hanya bersifat: fisik, historis, teritorial, yakni bebas dari penjajah dan kekuasaan asing, dan berdiri sendiri sebagai satu bangsa, yang merdeka, berdaulat adil dan makmur.

BACA JUGA  Harta Duniawi sebagai Sarana, Bukan Tujuan

Bangsa Indonesia telah merdeka sekita tahun, sejak 17 Agustus 1945. Dalam konteks ini baik. Tetapi dalam konteks rencana Allah, kita belum cukup dan sempurna. Karena Allah tidak saja memandang yang lahirnya tetapi yang batinnya. Kemerdekaan, menurut Allah, bukan saja pembebasan wilayah dari kekuasaan asing, tetapi kemerdekaan manusia sebagai citra Kemerdekaan Allah mencakup manusia seutuhnya, yakni lahir dan batinnya. Kemerdekaan politik atau wilayah, bagi Allah bukan tujuan, tetapi menjadi daya, untuk memperoleh kemerdekaan manusia yang utuh.

Kemerdekaan yang utuh ini harus terus diperjuangkan, karena tidak pernah akan selesai. Dan karena itu dunia ini, bangsa ini menjadi Medan juang bagi manusia untuk mencapai kemerdekaan yang utuh sempurna dan jika demikian, maka tugas kita setelah memperoleh kemerdekaan politik, tugas dan tanggungjawab selanjutnya memperjuangkan kemerdekaan: mental spiritual, moral dan kemerdekaan batin. Maka musuh kita bukan lagi penjajah asing tetapi mentalitas kita, yaitu mentalitas buruk dan jelek, perusak, dan sumber yang berada di baliknya ialah: SETAN. Ini jauh lebih berbahaya dan runut dari pada mengusir penjajah asing. Kita semua, siapa saja, setiap warga negara dituntut untuk membasmi musuh bebuyutan ini.

BACA JUGA  Kotbah Katolik Hari Minggu Biasa XIX

Untuk hal yang ini, kita ditegur oleh Sabda Tuhan dalam bacaan-bacaan Hari Merdeka ini:

Para penguasa/pemerintah: jangan terpengaruh oleh nafsu kuasa, uang, keserakahan. Untuk Rakyat: taatlah kepada para penguasa, berlaku baik terhadap sesama, dan akhirnya untuk smua warga negara/siapa saja. Hendaknya sadar akan kewajiban sebagai warga negara yang baik, dan warga umat yang baik. Beri kepada kaisar, yang menjadi hak Kaisar, dan kepada Allah yang menjadi hak Allah.

BACA JUGA  Ekaristi Kudus: Roti Hidup Penjamin Kehidupan Kekal

PESAN IMAN:

Apakah kita sudah merdeka? Bila masih ada korupsi yang semakin menjadi-jadi, politik kotor yang memecah belah, ketidakadilan, hak-hak rakyat diperkosa, sikap intoleran,dst. Ini menjadi tanda bahwa kita belum merdeka sepenuhnya.

Perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus.

Sirakh,10,1-8

Mat,22,15-21

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya
Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”
Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI
Bertobat dan Kembali kepada Tuhan: Jalan Menuju Keselamatan
Ketika Kemurahan Hati Tuhan Dianggap Tidak Adil: Renungan Minggu Biasa XXV
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:05 WITA

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Rabu, 30 September 2026 - 11:43 WITA

Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat

Senin, 28 September 2026 - 05:09 WITA

Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”

Sabtu, 26 September 2026 - 10:25 WITA

Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI

Berita Terbaru

Satgas Yonarhanud 14/PWY amankan 1.820 liter solar dalam dua dugaan upaya penyelundupan di perbatasan RI–Timor Leste, Kabupaten Belu, NTT.

BERITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Jumat, 9 Okt 2026 - 09:50 WITA

Gambar Olahan Komisi Komunikasi Sosial Paroki Sta. Helena Camplong

Iman & Gereja

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 3 Okt 2026 - 07:05 WITA

Gambar dihasilkan dengan Kecerdasan Buatan (ChatGPT)

PENDIDIKAN

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!