Utamakan Guru Penggerak Jadi Kepsek, Upaya Peningkatan Kualitas Pendidikan

- Editor

Kamis, 16 Juni 2022 - 11:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Brebes – matatimornews via GTK.KEMDIKBUD, – Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Nunuk Suryani, memberikan penguatan dan penjelasan kepada kepala daerah mengenai Permendikbudristek Nomor 40 Tahun 2021.

Peraturan yang mengatur tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah tersebut, merupakan pengganti Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018. 

“Kami ingin kepala sekolah yang mengganti ini adalah yang benar-benar berkualitas dan mampu membawa sekolah dalam menjalankan program prioritas Merdeka Belajar,” demikian disampaikan Nunuk saat melakukan kunjungan kerja ke Brebes dan Purworejo, pekan lalu.Dalam kesempatan tersebut, Nunuk Suryani mengatakan, Kemendikbudristek ingin dukungan dari Bupati Brebes terkait program pendidikan Guru Penggerak.

BACA JUGA  Menkominfo Ingatkan Peran Pemda Percepat Pemerataan Akses Internet

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

ads

MURAH! Hubungi 08113810024

“Jika ada posisi kepala sekolah yang kosong, kami menyiapkan guru-guru penggerak, yaitu guru berkualitas yangberpusat pada peserta didik,” tuturnya.

Nunuk meyakini, guru yang menjadi lulusan program pendidikan guru penggerak siap untuk diterjunkan menjadi kepala sekolah dan bisa menggerakkan komunitas sekitarnya.

Kunjungan kerja Nunuk ke Brebes disambut oleh Bupati Brebes, Idza Priyanti, di Pendopo Bupati Brebes.

Di hadapan Nunuk dan jajaran pemerintah daerah Brebes, Idza menyatakan mendukung penuh implementasi dari Pemermendikbudristek Nomor 40 Tahun 2021.

Ia menyampaikan, dengan mengajak guru-guru untuk mendaftar dan mengikuti seleksi pendidikan guru penggerak, menjadi upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan menjadi pemimpin pembelajaran yang unggul dan inovatif.

BACA JUGA  Paus Fransiskus Sampikan Belasungkawa Atas Meninggalnya Presiden Iran

Hal senada juga disampaikan Wakil Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, saat menerima kunjungan Nunuk di Kantor Wakil Bupati Purworejo dan didampingi jajaran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Purworejo.

“Kami mendukung penuh program Guru Penggerak, untuk pendidikan berkualitas,” kata Yuli.Masih di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purworejo, Wasit Diono, menjelaskan bahwa Kabupaten Purworejo merupakan salah satu kabupaten yang kekurangan tenaga pendidik, termasuk guru penggerak juga masih terbilang sedikit.

“Sehingga menjadi pekerjaan rumah agar segera kuota guru-guru penggerak di Kabupaten Purworejo bisa meningkat, guna menerapkan Permendikbudristek Nomor 40 Tahun 2021 dan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka,” ujarnya.

BACA JUGA  Dalam Rangka Operasi Ketupat 2023, Kapolres Belu Memantau Langsung Kesiapan Pos Pelayanan dan Pos Pengamanan Lebaran

Salah satu guru penggerak jenjang SD di Kabupaten Purworejo Yuasta Widiana, Guru Penggerak Angkatan 2 dari TK Mardi Putra, Purworejo, menyampaikan bahwa ia merasa sangat diapresiasi akan ide-idenya di sekolah setelah mengikuti program pendidikan guru penggerak.

Walaupun terbilang masih berusia muda, guru penggerak angkatan kedua dengan status sebagai guru honorer, ia mengaku anak-anak didiknya tampak antusias dengan kegiatan yang dilakukan.

“Salah satu yang berubah setelah mengikuti program pendidikan guru penggerak adalah cara belajar yang efektif dan menyenangkan,” katanya. (Wasdi/Arif)

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN
Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti
Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi
Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya
Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama
Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 05:03 WITA

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN

Senin, 29 Juni 2026 - 20:16 WITA

Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:20 WITA

Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Senin, 1 Juni 2026 - 08:49 WITA

Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:04 WITA

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong

Berita Terbaru

Foto oleh matatimor

KOTBAH & RENUNGAN

Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita

Sabtu, 11 Jul 2026 - 11:48 WITA

Grafis oleh matatimor.net

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Kedamaian yang Hilang di Tengah Hidup Sehari-hari

Sabtu, 4 Jul 2026 - 07:54 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Panggilan Menuju Kekudusan dan Ganjaran Melimpah dari Allah

Sabtu, 27 Jun 2026 - 17:33 WITA

error: Content is protected !!