Jumat Curhat di Dusun Terpencil, Kapolres Belu Temui Warga Yang 39 Tahun Hidup Tanpa Akses Listrik dan Air Bersih

- Redaktur

Jumat, 25 Agustus 2023 - 08:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Atambua, News.Matatimor-Net : Dalam upaya menciptakan kondisi wilayah desa yang aman, harmonis dan kondusif serta terwujudnya suatu komunikasi yang baik antara masyarakat dan Polri, Kapolres Belu, AKBP Richo Nataldo Devallas Simanjuntak, S.I.K, kembali menggelar program jumat curhat di wilayah kabupaten Belu, jumat (25/08/2023).

Didampingi Wakapolres, KOMPOL I Putu Surawan, S.IP serta sejumlah pejabat utama, Brigadir dan ASN Polri, Kapolres Belu turun ke desa terpencil tepatnya di dusun Tukunu, desa Mandeu, kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu,

Mengambil titik star di Mapolres Belu pukul 07.00 wita , Kapolres Belu bersama rombongan menggunakan kendaraan dinas menyusuri wilayah kota Atambua, kecamatan Tasifeto Barat hingga tiba di Dusun Tukunu, desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sepanjang perjalanan, Kapolres Belu dan rombongan kerap menemui jalan berlubang dan bebatuan di sepanjang perjalananan menuju dusun terpencil Tukunu.

BACA JUGA  BMKG Proyeksikan Peningkatan Curah Hujan selama Nataru 2022-2023

Meskipun menemui medan menantang, tak menghalangi Kapolres Belu dan rombongan dalam melaksanakan silaturahmi sekaligus mendengar keluh kesah masyarakat seputar kehidupan sehari-hari maupun dalam hal kamtibmas.

Kehadiran anggota kepolisian pagi tadi di daerah perbukitan ini sedikit mengagetkan warga yang tidak menyangka tempatnya didatangi oleh ratusan anggota Polres Belu yang kompak mengenakan pakaian olahraga hitam putih.

Kegiatan apel di luar markas yang dilakukan untuk kedua kalinya oleh Polres Belu ini diawali dengan apel pagi yang dipimpin langsung Kapolres Belu dengan komandan apel, Kasat Narkoba, AKP Syamsul Arifin, SH.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Belu mengatakan, tujuan dilaksanakannya apel pagi di salah satu daerah terisolir ini adalah untuk mendekatkan Polri dengan masyarakat sekaligus melihat dari dekat permasalahan yang dialami oleh masyarakat.

BACA JUGA  Startup hingga Investor Diajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Digital Bangsa

Selain itu, kehadiran dirinya di dusun tersebut untuk secara langsung mendengar kesulitan dan mencari jalan keluar untuk warga dusun Tukunu yang 39 tahun hidup tanpa listrik dan susahnya mendapatkan air bersih.

“Pagi hari ini kita datang di lokasi yang bisa dibilang lokasi yang jarang didatangi orang. Dusun ini berdiri sudah lama dan dihuni oleh penduduk lokal. Saya mengajak rekan-rekan datang kesini untuk melihat, mendengar, permasalahan ataupun kesulitan hidup mereka. Apa yang bisa kita perbuat untuk mereka, kita perbuat sesuai dengan kemampuan yang punya”ungkap Kapolres Belu.

“Di kampung yang bisa dikatakan terisolir ini, rekan-rekan bisa melihat jalan yang rusak, 39 tahun hidup tanpa listrik dan butuh 800-900 meter dengan medan tanjakan untuk mendapatkan air bersih. Tapi ditengah kesulitan mereka masih mau bersyukur jadi rekan-rekan harus bersyukur dengan hidup yang sudah punya pekerjaan dan bisa menikmati semua fasilitas yang ada. Jadi selesai apel ini, mari kita semua berbaur dengan masyarakat, cari tahu permasalahannya Apa yang bisa kita perbuat untuk mereka, kita perbuat sesuai dengan kemampuan yang punya”lanjut Kapolres Belu.

BACA JUGA  Kemendes PDTT-KPK Bentuk 10 Desa Anti Korupsi

Usai apel pagi, Kapolres Belu bersama Wakapolres Belu serta seluruh Perwira dan anggota yang hadir, menyapa, berbaur dan mendengar keluh kesah masyarakat dalam program jumat curhat yang berlangsung di halaman milik salah satu warga di dusun Tukunu, desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk.

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim
Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar
Komisi X DPR Usul Gaji Minimal Guru Rp 5 Juta, Bonnie Triyana: Anggaran Kita Cukup
Starlink Masuk Desa: SMPN 1 Fatuleu Barat Libas Kendala Sinyal saat TKA
Cegah Kebocoran Data, Kemendikdasmen Luncurkan Program Bug Bounty 2026
Atambua Menyala! Festival Obor Perdamaian 2026: Pesan Toleransi dari Tapal Batas untuk Dunia
Kasus Dana BOS SMAN 3 Kupang: Menanti Gelar Perkara Penetapan Tersangka
Rayakan Valentine, Legislator PSI Ajak Siswa & Warga Fatuleu Barat Tanam Pohon
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 08:35 WITA

Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim

Selasa, 14 April 2026 - 13:15 WITA

Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar

Selasa, 14 April 2026 - 05:02 WITA

Komisi X DPR Usul Gaji Minimal Guru Rp 5 Juta, Bonnie Triyana: Anggaran Kita Cukup

Sabtu, 11 April 2026 - 00:05 WITA

Starlink Masuk Desa: SMPN 1 Fatuleu Barat Libas Kendala Sinyal saat TKA

Minggu, 29 Maret 2026 - 06:01 WITA

Atambua Menyala! Festival Obor Perdamaian 2026: Pesan Toleransi dari Tapal Batas untuk Dunia

Berita Terbaru

Indografis oleh matatimor.net

MATA BERITA

Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim

Kamis, 16 Apr 2026 - 08:35 WITA

Indografis by matatimor.net

MATA BERITA

Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar

Selasa, 14 Apr 2026 - 13:15 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Belajar dari Thomas: Saat Keraguan Bertemu dengan Kerahiman Tuhan

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:06 WITA

error: Content is protected !!