Kotbah Katolik Minggu, 28/08/2022, Minggu Biasa XXII

- Editor

Sabtu, 27 Agustus 2022 - 05:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kotbah Katolik Minggu, 28/08/2022, Minggu Biasa XXII oleh RD. Jhon Chris Taus, Paroki Santa Helena Camplong

Di tengah kesibukan keseharianNya, berkeliling mewartakan Injil kabar gembira Kerajaan Allah, Yesus juga masih meyempatkan Diri menghadiri undangan-undangan pesta, seperti pesta perkawinan dan pesta perjamuan lainnya.

Yesus tidak sekadar menghadiri pesta itu, tetapi Yesus memperhatikan apa saja yang terjadi dalam pesta itu, dan kemudian Yesus mengambilnya sebagai pelajaran perumpamaan untuk menyampaikan ajaranNya tentang Kerajaan Allah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Contohnya pesta perjamuan yang diselenggarakan oleh seorang Farisi dalam kisah Injil hari mgggu ini.
Yesus memperhatikan tamu-tamu yang datang, dan bagaimana tamu-tamu itu berusaha untuk menduduki tempat-tempat terhormat.

Melihat ini Yesus menyampaikan ajaranNya dalam perumpamaan tentang pesta Perjamuan PERKAWINAN. Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah engkau duduk di tempat terhormat, sebab mungkin orang itu telah mengundang seseorang yang lebih terhormat dari padamu, supaya orang itu jangan datang kepadamu dan berkata kepadamu : BERILAH TEMPAT INI KEPADA ORANG ITU, lalu engkau harus dengan malu pergi duduk di tempat yang paling rendah.

BACA JUGA  Paus Leo XIV : AI Harus membantu Bukan MENGHALANGI

Tetapi apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang rendah. Mungkin tuan rumah akan datang kepadamu : sahabat, silakan duduk di depan, dengan demikian engkau akan menerima hormat, di depan semua tamu yang lain itu.
Ceritera perumpamaan ini langsung dimengerti oleh orang-orang Yahudi. Karena adat tata sopan santun Yahudi, memberi tempat terhormat, untuk ORANG-ORANG terhormat. Jadi sama juga dengan adat sopan santun kita.
Yesus mengangkat perumpamaan ini untuk mengajarkan bagaimana Allah memberi tempat kehormatan bagi orang yang rendah hati.
Dengan ini Yesus mau mengingatkan dan menyentil orang-orang Yahudi, Karena orang-rang Yahudi selalu merasa diri bangga dan merasa diri lebih terhormat sebagai bangsa terpilih dari smua bangsa-bangsa lain.

BACA JUGA  Menggenapi Bukan Meniadakan: Esensi Ajaran Yesus tentang Taurat

Mereka juga merasa bahwa MEREKALAH YG PALING TERHORMAT DALAM KERAJAAN ALLAH…SEDANGKAN BANGSA BANGSA LAIN BERADA DI LUAR KERAJAAN ALLAH…MEREKA MERASA..MEREKA PEMILIK KERAJAAN ALLAH BERKAT IMAN ABRAHAM BAPAK BANGSA MEREKA…dengan demikian mereka juga menempatkan diri lebih tinggi dan lebih terhormat dari bangsa-bangsa lain.

Tetapi Tuhan punya sikap dan penilaian lain yakni Tuhan berkenan dan mencintai orang yang rendah hati Maka kerajaan Allah akan diambil dari tangan bangsa terpilih Israel yg anggap diri lbh terhormat dan akan diberikan kepada bangsa-bangsa lain yang menghasilkan buah-buah kerendahan hati.

Lihat saja Yesus sendiri taat dan rendah hati sampai mati di kayu Salib. Tetapi hanya melalui Salib Yesus ditinggikan dan dimuliakan. Kerendahan hati selalu menganggap orang lain lebih penting dari dirinya sendiri.

BACA JUGA  Kotbah Katolik Minggu 23 Oktober 2022, Minggu Biasa XXX

Kitab Putera Sirakh mengingatkan kita bahwa : kerendahan hati menjadi dasar dari kebesaran dan kehormatan seseorang. Orang yang rendah hati tidak pernah akan malu mengakui keterbatasannya, Karena orang yang rendah hati dicintai Allah dan sesama.

Maka jadilah orang-orang yang rendah hati, karena kerajaan surga milik orang-orang yang rendah hati…(Sir. 3:18).
Kalau demikian maka : benarlah sabda Yesus ini;
– yang meninggikan diri, akan direndahkan
– yang merendahkan diri akan ditinggikan
– yang terakhir akan menjadi yang terdahulu, dan sebaliknya.
Bersikaplah rendah hati, Karena Allah berkenan kepadamu : gemukkan sikap rendah hati, dan kuruskah sifat-sifat sombong, angkuh dan anggap remeh orang lain…Amen


Minggu Biasa XXII
Putera Sirakh 3 :17-18, 28-29
Luk. 14 : 1,7-14

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Janji Roh Kebenaran: Penyertaan Allah yang Kekal
Yesus Sang Gembala Baik dan Minggu Panggilan
Menemukan Tuhan dalam Keseharian
Belajar dari Thomas: Saat Keraguan Bertemu dengan Kerahiman Tuhan
Memasuki Pekan Suci: Menelusuri Jejak Yesus di Minggu Palma
Yesus Sang Sumber Kehidupan: Kebangkitan Lazarus
Minggu Laetare: Sukacita Karena Keselamatan Sudah Dekat.
Yesus: Sang Air Hidup Kotbah Minggu Prapaskah III
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:58 WITA

Janji Roh Kebenaran: Penyertaan Allah yang Kekal

Sabtu, 25 April 2026 - 16:52 WITA

Yesus Sang Gembala Baik dan Minggu Panggilan

Jumat, 10 April 2026 - 23:06 WITA

Belajar dari Thomas: Saat Keraguan Bertemu dengan Kerahiman Tuhan

Jumat, 27 Maret 2026 - 23:52 WITA

Memasuki Pekan Suci: Menelusuri Jejak Yesus di Minggu Palma

Sabtu, 21 Maret 2026 - 06:48 WITA

Yesus Sang Sumber Kehidupan: Kebangkitan Lazarus

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

Janji Roh Kebenaran: Penyertaan Allah yang Kekal

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:58 WITA

Kotbah Katolik Minggu Paskah V - Gambar Komsos Paroki Camplong

MATA BERITA

Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:32 WITA

Kotbah Minggu Paskah IV - Hari Minggu Panggilan, Gambar: redaksi matatimor

KOTBAH & RENUNGAN

Yesus Sang Gembala Baik dan Minggu Panggilan

Sabtu, 25 Apr 2026 - 16:52 WITA

MATA BERITA

FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM

Kamis, 23 Apr 2026 - 06:32 WITA

Desain Oleh: Tim Kreatif matatimor.net

MATA BERITA

Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia

Minggu, 19 Apr 2026 - 13:55 WITA

error: Content is protected !!