85 Anak PAUD Gugus 1 Fatuleu Barat Diwisuda

- Editor

Senin, 13 Juni 2022 - 12:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fatuleu Barat – Matatimornews. Sebanyak 85 orang Peserta Didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Gugus 1 (Desa Poto & Desa Kalali) – Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang dilepas / diwisuda pada Hari Senin, 13 Juni 2022. Acara pelepasan tersebut dilaksanakan di Gedung GMIT Kanaan Trans Nauen – Dusun III, Desa Poto – Fatuleu Barat.

Hadir dalam acara pelepasan / wisuda ini, Camat Fatuleu Barat, Kandidus Neno, SH, Bunda PAUD Kecamatan Fatuleu Barat, Ibu Maria Delima Kefi, S.Pd, Tokoh Pendidikan Fatuleu Barat, Bapak Johanes Lubalu, A.Ma.Pd., Para Pendeta, Pengelola dan Pendidik Paud dari 7 Paud yang terlibat dalam Acara tersebut, anak-anak peserta wisuda PAUD, para orang tua dan beberapa undangan lainnya.

Camat Fatuleu Barat, Kandidus Neno, SH, dalam sambutannya mengharapkan agar 15 tahun ke depan anak-anak yang hari ini diwisuda di PAUD bisa diwisuda juga sebagai sarjana di perguruan tinggi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

” 15 tahun atau 16 tahun ke depan, semoga 85 anak yang hari ini diwisuda di sini, kembali diwisuda sebagai sarjana di perguruan tinggi” harap kandi

Camat Fatuleu Barat, Kandidus Neno, SH, bersama seorang Peserta Wisuda PAUD

Selanjutnya orang nomor satu di Fatuleu Barat ini, mengajak para orang tua agar senantiasa memberikan dukungan kepada anak-anak dalam mengenyam pendidikan.

BACA JUGA  Polda NTT Ringkus 7 Bandar Judi Online

“biasayanya masalah yang disampaikan dari dunia pendidikan adalah masih PAUD anak-anak aktif sekali, tetapi masuk SD, alpa, masuk SMP alpa, masuk SMA alpa, sehingga bisa buat dia punya bantuan PKH (program keluarga harapan, red) hilang. Untuk itu, bapak mama semua dukung anak-anak kita, untuk boleh melanjutkan ke SD, SMP, SMA, dan akhirnya bisa diwisuda di perguruan tinggi nanti” harapnya.

Di akhir sambutannya Camat Fatuleu Barat ini mengucapkan profisiat kepada 85 orang anak PAUD yang diwisuda.

Sementara itu Tokoh Pendidikan / Perintis Pendirian PAUD di Fatuleu Barat, Bapak Johanes Lubalu yang didaulat untuk memberi sambutan, berkesempatan menguraikan tentang sejarah keberadaan Lembaga PAUD di Fatuleu Barat

Johanis Lubalu, tokoh pendidikan / perintis PAUD di Fatuleu Barat

“cerita sejarah sedikit, dulu pertama PAUD dimulai itu ada 3, saya susah payah untuk mengajak orang tua supaya bawa anaknya ke sekolah PAUD, saya datangi gereja-gereja, mendekatkan diri dengan para pendeta, ternyata ada sambutan hangat dan mulai dibangun lembaga PAUD sampai hari ini di gugus 1 sudah 8 PAUD ” tuturnya

Lebih lanjut Johanes Lubalu, yang adalah Pensiunan Kepala UPTD Dinas Pendidikan di Fatuleu Barat ini mengisahkan suka duka di awal membentuk PAUD di Fatuleu Barat.

BACA JUGA  Satreskrim Polres Belu Melakukan Press Release, Terhadap Tersangka Kasus Pencurian Uang Kotak Derma Di Gereja Katedral Atambua

“awal-awal memang kami agak susah, ada orang tua yang bilang, sudah tidak usah sekolah, tetapi saya terus memberi motivasi kepada para pengelola, dan akhirnya pada waktu itu, kami wisuda pertama tiga PAUD berkumpul” kisanya

Di Akhir sambutannya Johanes juga mengharapkan agar anak-anak bisa melanjutkan pendidikan sampai ke jenjang tertinggi.

“anak-anak 85 orang ini harus dikerjar sampai mencapai sarjana, seperti moto yang sudah saya tetapkan, satu keluarga satu sarjana, sekarang ini sekolah dari PAUD sampai SMA sudah dekat-dekat di tiris rumah, manfaatkan kesempatan ini untuk terus sekolah sampai jenjang paling tinggi” harapnya.

Bunda Paud Fatuleu Barat : jangan ada dusta di antara kita

Bunda PAUD Kecamatan Fatuleu Barat, Maria Delima Kefi, S,Pd. dalam Kesempatannya sebelum melakukan seremoni perpindahan tali toga, menyampaikan ungkapan terimakasih kepada para pengelola 7 PAUD yang hari ini ikut dalam acara wisuda tersebut.

Bunda PAUD Fatuleu Barat, saat memindahkan tali toga salah Seorang Peserta Wisuda PAUD di Fatuleu Barat (foto : Del Neonub)

“untuk para pengelola, selama ini, kita di group, saya selalu memberikan sindiran halus bahwa jangan ada dusta di antara kita, untuk itu pada kesempatan ini saya mohon maaf kepada para pengelola, bukannya saya tidak percaya, akan tetapi hari ini menjadi bukti bahwa mereka tidak mendustai kami, mereka telah melaksanakan apa yang seharusnya menjadi tugas mereka” ungkapnya diikuti tepuk tangan dari para hadirin.

BACA JUGA  Lepas 827 Wisudawan, Ini Pesan Rektor UM Kupang

Kepada para orang tua, Bunda PAUD Kecamatan Fatuleu Barat, berpesan agar para orang tua dapat memperhatikan dan betul-betul bertanggung jawab terhadap proses pendidikan anak.

“Bapak Ibu Orang tua, sesudah mereka dilepas dari PAUD, sebentar lagi agar orang tua segera mendaftarkan anak-anak ke jenjang SD. Tolong perhatikan anak-anak dengan baik. Pagi sebelum ke sekolah pastikan anak makan pagi, agar nanti saat ada di sekolah, anak-anak bisa menerima pembelajaran dengan semangat.” tutupnya.

Disaksikan media ini, Acara dimulai pukul 10.00 WITA, dan berlansung cukup meriah.

Dimulai dengan penjemputan rombongan pejabat di gerbang gereja, para pejabat disambut dengan tarian oleh anak-anak PAUD, dan pengalungan selendang.

Selanjutnya, sambutan-sambutan, diselingi dengan penampilan anak-anak PAUD peserta wisuda, ada yang menyanyi, membaca puisi, menari, dan membawakan pantun.

Tujuh PAUD Peserta Wisuda : PAUD Pniel Oelob, PAUD Imanuel Kalali, PAUD Mawar Saron Bonatama, PAUD Oemathonis Bonatama, PAUD Betel Oelusapi, PAUD Mawar Sion Nekasen, PAUD Kristen Kanaan Nauen (dn)

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama
Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas
Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup
FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM
Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia
Ancaman El Nino 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan Ekstrim
Proyek Revitalisasi Sekolah di NTT, Anggaran Capai Rp589 Miliar
Komisi X DPR Usul Gaji Minimal Guru Rp 5 Juta, Bonnie Triyana: Anggaran Kita Cukup
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 23:21 WITA

200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:48 WITA

Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:32 WITA

Yesus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup

Kamis, 23 April 2026 - 06:32 WITA

FLS3N Kupang Barat Jadi Ajang Bakat Siswa dan Promosi UMKM

Minggu, 19 April 2026 - 13:55 WITA

Menkomdigi: Adopsi AI Berpotensi Sumbang 3,67 Persen PDB Indonesia

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

Pesan Paus Leo XIV Untuk Hari Komsos Sedunia ke-60

Minggu, 17 Mei 2026 - 06:10 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Bahasa, Doa, dan Komunikasi: Jalan Menuju Persatuan dalam Kristus

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:58 WITA

OPINI

OPINI: Koperasi di NTT, Menyejahterakan? ATAU?

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:49 WITA

error: Content is protected !!