Kita telah memasuki Minggu Paskah IV. Pada Minggu Paskah IV, bacaan Injil untuk semua tahun liturgi (A, B, dan C) selalu mengangkat tema tentang Yesus Gembala yang Baik. Yesus sendiri menyebut diri-Nya sebagai Gembala yang Baik dalam hubungannya dengan kawanan domba gembalaan-Nya. Yesus adalah gembala yang baik bagi kita, kawanan domba-Nya.
Dalam bahasa Latin, gembala berarti Pastor. Yesus Gembala yang Baik diterjemahkan sebagai Jesus est Pastor Bonus. Gambaran ikoniknya adalah Yesus yang sedang membopong seekor anak domba. Karena arti gembala adalah pastor, maka Gereja menetapkan Minggu Paskah IV sebagai Minggu Panggilan, yaitu panggilan untuk menjadi imam/pastor, frater, bruder, dan suster—sebuah jalan panggilan khusus untuk mengikuti Yesus.
Yesus Gembala yang Baik memberikan gambaran tentang profil seorang gembala atau pastor yang ideal:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
- Melalui Pintu: Gembala yang baik masuk ke kandang domba harus melalui pintu. Barangsiapa yang tidak masuk melalui pintu, ia adalah perampok dan pencuri.
- Mengenal Domba: Gembala yang baik mengenal domba-dombanya. Ia memanggil setiap dombanya dengan namanya masing-masing.
- Setia Menuntun: Gembala yang baik setia menuntun kawanan dombanya. Ia selalu berjalan di depan, menuntun domba-dombanya dengan hati-hati ke padang rumput yang hijau dan ke air yang tenang.
Yesus menegaskan hal ini karena dalam masyarakat Yahudi, terdapat perbedaan antara gembala pemilik domba (gembala yang baik) dengan gembala upahan.
Selain ketiga hal tersebut, Yesus juga menyebut diri-Nya sebagai Pintu bagi domba-domba-Nya. Setiap kawanan domba yang masuk ke kandang harus melalui pintu tersebut. Yesus menegaskan: “Siapa saja yang masuk melalui Aku (Pintu), ia akan selamat.” Sebab hanya melalui Dia, orang akan sampai kepada Bapa. Yesus datang untuk memberikan hidup bagi kita, sedangkan pencuri dan perampok datang hanya untuk mencuri dan membinasakan. Yesus kembali menegaskan: “Aku datang supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yohanes 10:10).
Dengan demikian, segala hal yang dipaparkan Yesus ini melekat dalam diri-Nya sebagai Gembala yang Baik. Hal ini tentu juga menjadi syarat bagi setiap orang yang ingin mengikuti Yesus sebagai gembala kawanan umat Allah dalam Gereja.
Tugas penggembalaan kawanan umat Allah ini harus tetap berlangsung sampai akhir zaman. Pada titik inilah, Gereja menerima panggilan untuk melanjutkan karya penggembalaan tersebut. Kita semua dipanggil untuk ikut serta dalam karya ini. Secara khusus, ada mereka yang mempersembahkan hidup dan karya mereka dalam hidup panggilan menjadi imam, bruder, frater, dan suster. Setiap Minggu Panggilan, kita mendoakan hidup dan karya mereka.
Sepanjang zaman, selalu ada keluhan mengenai jumlah pekerja yang sangat terbatas. Namun, kebun anggur ini adalah milik Tuhan, dan Tuhan punya cara sendiri untuk mengatasi serta mencukupinya. Yesus sendiri pernah bersabda bahwa panen memang banyak, tetapi pekerjanya sedikit.
Di sisi lain, kita semua dipanggil untuk tugas penggembalaan ini demi mewujudkan visi karya keselamatan Allah, yakni kehidupan yang berkelimpahan. Maka, setiap tugas pelayanan dalam Gereja, sekecil apa pun itu, lakukanlah dalam semangat Yesus Gembala yang Baik yang menyerahkan hidup-Nya demi keselamatan kita, domba kawanan-Nya.
Amin.
Referensi Liturgi Minggu Paskah IV (Minggu Panggilan):
- Bacaan I: Kisah Para Rasul 2:14, 36-41
- Bacaan II: 1 Petrus 2:20-25
- Injil: Yohanes 10:1-10
Penulis : Rm. Chris Taus
Editor : Del
Sumber Berita: Komsos Paroki Camplong







