Update Terkini, Jumlah Korban Bencana Alam di Kabupaten Belu Yang Mengalami Dampak Cuaca Ekstrim Hingga Meninggal Dunia

- Editor

Senin, 6 Maret 2023 - 16:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Atambua, News.Matatimor – Net : Dampak dari cuaca ekstrim yang melanda di wilayah Nusa Tenggara Timur sehingga mengakibatkan sebanyak 1,621 korban bencana alam yang terjadi sejak awal Januari hingga saat ini, Senin 06/03/2023

Akibat dari kondisi itu sehingga Pemerintah Daerah ( PEMDA) Kabupaten Belu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menetapakan tanggap darurat Bencana untuk wilayah Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste itu.

Pasalnya, korban dari dampak bencana hampir terjadi di 12 Kecamatan yang ada di Kabupaten Belu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Belu, Vincent K.Laka, ST ketika ditemui awak News.Matatimor – Net di ruang kerjanya, menyampaikan proses penanganan dan kondisi terkini terkait jumlah korban dan proses penanganan korban bencana alam yang melanda wilayah Kabupaten Belu.

BACA JUGA  Biar Tidak Nunggak Pajak, Bea Balik Nama Kendaraan Bekas Mau Dihapus

“ kita menetapakan kondisi Kabupaten Belu saat ini tanggap darurat sejak 28 Februari hingga 13 Maret mendatang nanti. Kalau kita lihat kondisinya bertambah maka tentu kita akan maju lagi perpanjang status tanggap darurat ini.” Ungkap Eng Laka.

Dijelaskan Eng Laka, untuk sementara data yang diterima oleh Pos Komando Operasi dari lapangan kurang lebih warga yang terdampak bencana akibat cuaca ekstrim ini berjumlah 1.621 orang (korban), data tersebut terhimpun dari 12 kecamatan di wilayah Kabupaten Belu yang terkena bencana.

“ itu data korban secara umum yang kita terima dari kurang lebih 12 Kecamatan yang terdampak bencana alam ini.” Terangnya.

Namun, jelas Pria yang selalu identik dengan Topi Koboynya itu, dari kondisi dampak bencana ini yang paling berat adalah dua Kecamatan di Kabupaten Belu, yakni Kecamatan Lamaknen dan Lamaknen Selatan. Karena kedua Kecamatan tersebut banyak korban hingga fasilitas umum pun lumpuh secara total.

BACA JUGA  Hadiri Internasional Expo di PLBN Motaain, Bupati Belu : Ekspor Saat ini Didominasi Alat Pertanian & Hortikultura

Tidak hanya itu, terangnya, akses jalan menujuh ke dua Kecamatan itu lumpuh total, dikarenakan ada beberapa ruas jalan utama yang putus total, baik itu jalan nasional, maupun jalan Kabupaten. Melihat kondisi itu, lanjutnya, pihaknya yang berkoordinasi dengan instansi terkait sudah membangun dapur umum di lokasi bencana itu tersebut.

“ saat ini kita sudah bangun dapur umum, untuk memberi makan kepada para korban bencana satu hari tiga kali makan,” ujarnya.

Ditanya soal logistik, lanjut Eng Laka, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Belu agar bisa mengeluarkan stock beras yang ada di Bulog untuk segera didistribusikan ke lokasi bencana.

BACA JUGA  Permudah Akses, Presiden Resmikan Tiga Pelabuhan di Wakatobi

“ kita juga menerima bantuan dari beberapa donatur yang ada di kabupaten Belu, ada juga donatur orang Belu yang sementara ini tinggal di luar Provinsi sudah menghubungi kita dan memberikan sumbangan yang akan kita distribusikan kepada korban.”terangnya.

Dari kondisi itu, tambahnya, banyak rumah warga yang hancur akibat tertimpah longsor. Tidak hanya itu, empat gedung sekolah juga rusak sehingga kegiatan proses belajar mengajar tidak efektif bahkan lumpuh total.

Akibat bencana ini, dijelaskannya, ada tiga orang korban jiwa yakni, satu orang tersambar petir, satu hilang di tengah laut, dan satu orang lagi terbawa arus banjir.

“ untuk sejauh ini, data yang kita terima baru tiga orang yang meninggal dunia. Soal kerugian kita belum tau pasti karena warga belum menghitung kerugiannya,”tutup Eng Laka

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu
Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”
Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI
Kadis Pendidikan NTT Apresiasi Inovasi MKKS SMA Kabupaten Kupang Hadapi TKA 2026
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:50 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Rabu, 30 September 2026 - 06:09 WITA

Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait

Senin, 28 September 2026 - 13:57 WITA

SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek

Senin, 28 September 2026 - 05:09 WITA

Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”

Berita Terbaru

Gambar oleh Komsos Sta. Helena

Iman & Gereja

Undangan Perjamuan Tuhan dan Kesiapan Hati Kita

Sabtu, 10 Okt 2026 - 07:31 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY amankan 1.820 liter solar dalam dua dugaan upaya penyelundupan di perbatasan RI–Timor Leste, Kabupaten Belu, NTT.

BERITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Jumat, 9 Okt 2026 - 09:50 WITA

Gambar Olahan Komisi Komunikasi Sosial Paroki Sta. Helena Camplong

Iman & Gereja

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 3 Okt 2026 - 07:05 WITA

Gambar dihasilkan dengan Kecerdasan Buatan (ChatGPT)

PENDIDIKAN

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!